<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586</id><updated>2012-01-01T06:36:52.223+07:00</updated><title type='text'>hidup adalah ibadah</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>100</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-6880215479203622761</id><published>2012-01-01T06:36:00.001+07:00</published><updated>2012-01-01T06:36:52.234+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Bismillah mengawali hari yang begitu indah. Nurrun ala nurrin yang senantiasa bersemayam di Qolbu. Menjadikan diri ini melebur menyatu dengan Aku. Sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Aku. Tidak ada pula penciptaan dunia dan segala isinya karena yang ada hanyalah Aku. Segala yang terjadi adalah kehendak Ku. Tidak ada satu makhluk pun yang mampu menandingi Ku, karena Aku laisa kamislihi sya'iun. Jika ada yang berani membanding-bandingkan Ku. Maka tunggulah Murka ku. Aku ada karena kesejatian Ku. Dan Mengapa semua hakekatnya tidak ada, manusia,dunia,bintang,planet,galaksi semuanya tidak ada. Karena segalanya Adalah Aku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-6880215479203622761?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/6880215479203622761/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2012/01/bismillah-mengawali-hari-yang-begitu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/6880215479203622761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/6880215479203622761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2012/01/bismillah-mengawali-hari-yang-begitu.html' title=''/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-1172387765814246457</id><published>2011-12-09T08:36:00.000+07:00</published><updated>2011-12-09T08:37:13.931+07:00</updated><title type='text'>Renungan Tempo Hari cerita dari Ukhti Miftah Hiddenkey</title><content type='html'>Renungan tempo hariâ€ ¦ :: Â Â Â Â Â Â Â Â ::Â Â Â Â Â Â Â Â Â ::Â Â Â Â Â Â Â Â Â :: Siang terik.. Bau asap.. Lampu jalan masih merah, kendaraan masih terhenti dan bersusun rapi dalam barisan panjang. Memang ini yang aku cari, ketika lalu lintas berhenti saat itulah aku bisa leluasa menyeberangi jalan. Jalan raya yang mendidih diterjang panas siang ini. Lolos dalam menyeberang jalan bergegas aku menapaki jalan kecil menurun menuju sebuah masjid di tepi jalan tadi. Jam di hape-ku sudah menunjuk pukul 1, waktu Zuhur pasti sudah masuk, dan sepertinya tidak bakal sempat aku untuk shalat dirumah , karena masih ada janji untuk bertemu dengan teman lama di sebuah tempat dekat masjid. Masjid ini cukup besar, sering dipakai dalam berbagai kegiatan taklim mingguan. Posisi jalan raya yang lebih tinggi dari badan masjid membuat gerbang masjid berada di sisi jalan kecil yang satunya. Aku melangkah menuju pintu depan masjid, terkunci. Putar arah ke pintu samping sebelah akhwat, terkunci juga. Oh, mungkin karena habis shalat Jumat tadi, jadi Cuma pintu bagian ikhwan yang dibuka pikirku. â€ œdikunci dik pintunya.â€ Kata seorang bapak yang sedari tadi duduk di teras â€ œmungkin dari sebelah sana bisa..â€dia menunjuk pintu yang sedang aku pikirkan. Bergegas aku kesana. Aku juga melewati seorang ibu paruh baya, ia sepertinya sedang menunggu sesuatu, tapi aku acuh saja. Di dalam masjid ada bapak-bapak yang terlihat seperti sesepuh masjid bercengkerama serius sekali, aku jadi sedikit kikuk karena aku perempuan sendiri yang tiba-tiba masuk ke dalam masjid. Selesai shalat, aku menyadari ternyata ada dua orang perempuan yang juga shalat, termasuk ibu paruh baya yang kulihat tadi. Setelah mengembalikan mukenah, aku duduk kembali, sembari meng- adem-kan diri sambil menunggu sampai pukul setengah dua. Tiba- tiba, aku tersentakÂ ketika melihat ibu paruh baya tadi yang sedang shalat, bukan karena gerakannya tapi karena mukenah yang dipakainya yang maaf sudah las Â dan koyak sehingga berlubang di bagian pundaknya. Aku mengingat pakaian ibu ini tadi memang sangat sederhana, namun bukan itu intinya. Aku terharu pada ibu ini, ditengah kondisinya, ia tidak lupa menunaikan kewajibannya sebagai seorang hamba dan meninggalkan segala urusannya diluarsana.. Tapi, dimanakah mereka para tuan berdasi, apakah semakin sibuk mencari kehidupan, sehingga kelelahan dan lupaâ€ ¦ Sampai ia selesai shalat aku masih memperhatikannya, ia menyadarinya dan tersenyum ramah. Aku pun balas tersenyum, kemuadian ia duduk tepat di sebelahku sambil melipat mukenahnya. Aku tutup buku yang tadinya mau kubaca. Ia memulai percakapan, â€ œSudah shalatnya mbak?â€ tanyanya dengan logat jawa yang kental â€ œIya, sudah buâ€kujawab cukup singkat. â€ œSaya disini habis keliling jualan ini..â€ia mengeluarkan sesuatu seperti barang elektronik dari dalam bungkusan yang ia bawa. â€ œYah nambah2 uang lah mbak.â€Aku mengerti maksud ibu ini, mungkin saja aku berminat membeli barang yang ia tawarkan. Tapi aku tidak sdang membutuhkan barang itu. Aku hanya melihat sedikit barang yang dibawanya untuk melegakan hatinya. â€ œRumahnya deket sini bu?â €aku balik nanya. â€ œoh, ndak. Rumah saya jauh.. saya dari Jogja..â€ â€ œoh, jauhnya bu.. â€ œ â€ œiya mbak, namanya juga nyari kehidupanâ€ â€ œkesini bareng keluarga ya?â € â€ œiya. Itu anak2 saya diluarâ € ¦â€ia sedikit memutus kata- katanya. â€ œsemuanya tiga orang, laki- laki semua.. â€ œ aku sedikit melihat las an luar, memang terlihat ada beberapa orang yang sedang duduk. â€ œ..dan anak saya itu ..idiot.. ketiga-tiganya seperti itu..â€ Ya Allah.. aku Cuma bisa terkejut mendengar perkataannya. Terbayang bagaimana perjalanan ibu ini.. â€ œyang sabar ya bu.. anak itu juga titipan Allah.â€ Terlihat memang guratan lelah di wajahnya, namun demi kehidupan, tak ada las an baginya untuk berputus asa. â€ œia.. bapaknya juga seperti ituâ€ ¦? Suami saya buta, kena musibah gempa yang tempo hari itu..â€ Aku bisa melihat matanya tampak berkaca-kaca. Namun ia masih bisa menguasainya. â€ œyang sabar ya bu . . . .â€ Sebenarnya aku juga tidak tahu mau berkata apa lagi, Cuma kata-kata itu yang bisa keluar.. Ibu itu pun sudah selesai melipat mukenahnya dan sudah memasukkan kembali barang bawaannya. â€ œia, terimakasih mbak. Saya duluan ya..â€ â€ œoh ia, silahkan buâ€ .. Aku masih mencerna cerita ibu tadi, betapa tegarnya dia.. Aku juga masih bertanya-tanya kenapa ia bisa menceritakan kejadian yang ia alami kepada orang yang baru saja dikenalnya. Namun apa pun alasanya, ia pasti sosok ibu yang tak mudah putus asa atas cobaan yang dihadapinya. Ketika aku keluar dari masjid, aku berpapasan dengan ibu tadi yang masih duduk di teras, ia bersama tiga orang anak laki- lakinya, seperti yang ia ceritakan tadi. Anaknya yang satu tampak sudah dewasa, tapi ia hanya menatap kedepan dengan pandangan kosong, dan menggerakkan kepalanya sedikit tidak terkendali. Terbayang olehku betapa ia begitu sabar mengurusi ketiga anaknya, menjaga suaminya yang harus dituntun kemana pun ia pergi, menjadi tulang punggung keluarga, memberikan semangat hidup pada keluarganya sedangkan ia sendiri juga membutuhkan itu.. Subhanallah.. Semoga Allah SWT memberkahi keluarga itu dan meridhoi setiap langkah merekaâ€ ¦ Jadikanlah ini pelajaran berharga bagi kami untuk senantiasa bersyukur dan berpikir positif atas semua kehendak-Nya, seperti ibu tadi yang yakin akan kekuasaan Allah, dan yakin bahwa rezeki itu sudah diatur oleh-Nya, tak perlu takut tidak kebagian.. Sehingga ia bisa begitu tenang beribadah.. Sedikit mengutip kata-kata Mario Teguh dalam nasihatnya, bahwa bagaimana kita bisa mengambil pelajaran dari seekor ikan yang ada di kolam ikan. Ia senantiasa mendapat jatah makanan dari tuannya setiap hari, selalu diperhatikan kadar airnya dan kebersihannya kolamnya. Ia tak perlu mengkhawatirkan kekurangan makanan, karena ada yang akan memeliharanya. Seperti juga manusia sudah pasti ada yang memeliharanya, yakni Yang Maha Pemelihara, hanya saja cara pemeliharaannya itu yang berbeda-beda. Orang yang tidak mengerti akan cara pemeliharaan itu yang akan membuat hidupnya jadi tidak terpelihara. Mi3tah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-1172387765814246457?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/1172387765814246457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2011/12/renungan-tempo-hari-cerita-dari-ukhti.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/1172387765814246457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/1172387765814246457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2011/12/renungan-tempo-hari-cerita-dari-ukhti.html' title='Renungan Tempo Hari cerita dari Ukhti Miftah Hiddenkey'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-6467282301251426496</id><published>2011-12-07T22:13:00.001+07:00</published><updated>2011-12-07T22:13:39.472+07:00</updated><title type='text'>Teka-Teki Imam Al-Ghozaly</title><content type='html'>Wahai sobat renungkan pesan&lt;br /&gt;dari Imam Al-Ghazali ketika&lt;br /&gt;berkumpul dengan murid-&lt;br /&gt;muridnya dan kemudian beliau&lt;br /&gt;memberikan pertanyaan teka-&lt;br /&gt;teki… Imam Ghazali : “Apakah yang&lt;br /&gt;paling dekat dengan diri kita di&lt;br /&gt;dunia ini?”&lt;br /&gt;Murid 1 : Orang tua&lt;br /&gt;Murid 2 : Guru&lt;br /&gt;Murid 3 : Teman Imam Ghazali : Semua jawaban&lt;br /&gt;itu benar. Tetapi yang paling&lt;br /&gt;dekat dengan kita ialah MATI.&lt;br /&gt;Sebab itu adalah janji Allah SWT&lt;br /&gt;bahwa setiap yang berjiwa pasti&lt;br /&gt;akan merasakan mati (Surah Ali-Imran : 185). Imam Ghazali : “Apa yang paling&lt;br /&gt;jauh dari kita di dunia ini?”&lt;br /&gt;Murid 1 : Negeri Cina&lt;br /&gt;Murid 2 : Bulan&lt;br /&gt;Murid 3 : Matahari&lt;br /&gt;Iman Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling&lt;br /&gt;benar adalah MASA LALU.&lt;br /&gt;Bagaimanapun kita, apapun&lt;br /&gt;kendaraan kita, tetap kita tidak&lt;br /&gt;akan dapat kembali ke masa&lt;br /&gt;yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari&lt;br /&gt;esok dan hari-hari yang akan&lt;br /&gt;datang dengan perbuatan yang&lt;br /&gt;sesuai dengan ajaran Agama. Imam Ghazali : “Apa yang paling&lt;br /&gt;besar di dunia ini?”&lt;br /&gt;Murid 1 : Gunung&lt;br /&gt;Murid 2 : Matahari&lt;br /&gt;Murid 3 : BumiI&lt;br /&gt;Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang besar&lt;br /&gt;sekali adalah HAWA NAFSU (Surah&lt;br /&gt;Al A’raf : 179).“Dan&lt;br /&gt;sesungguhnya Kami jadikan&lt;br /&gt;untuk (isi neraka Jahanam)&lt;br /&gt;kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai&lt;br /&gt;hati, tetapi tidak&lt;br /&gt;dipergunakannya untuk&lt;br /&gt;memahami (ayat-ayat Allah SWT)&lt;br /&gt;dan mereka mempunyai mata&lt;br /&gt;(tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda&lt;br /&gt;kekuasaan Allah SWT), dan&lt;br /&gt;mereka mempunyai telinga&lt;br /&gt;(tetapi) tidak dipergunakannya&lt;br /&gt;untuk mendengar (ayat-ayat&lt;br /&gt;Allah SWT). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan&lt;br /&gt;mereka lebih sesat lagi. Mereka&lt;br /&gt;itulah orang-orang yang lalai”. Imam Ghazali : “Apa yang paling&lt;br /&gt;berat di dunia?”&lt;br /&gt;Murid 1 : Baja&lt;br /&gt;Murid 2 : Besi&lt;br /&gt;Murid 3 : Gajah&lt;br /&gt;Imam Ghazali : Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah&lt;br /&gt;MEMEGANG AMANAH (Surah Al-&lt;br /&gt;Azab : 72).&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami telah&lt;br /&gt;mengemukakan amanat[*]&lt;br /&gt;kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya&lt;br /&gt;enggan untuk memikul amanat&lt;br /&gt;itu dan mereka khawatir akan&lt;br /&gt;mengkhianatinya, dan dipikullah&lt;br /&gt;amanat itu oleh manusia.&lt;br /&gt;Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”.&lt;br /&gt;[*]: Yang dimaksud dengan&lt;br /&gt;amanat di sini ialah tugas-tugas&lt;br /&gt;keagamaan.&lt;br /&gt;Tumbuh-tumbuhan, binatang,&lt;br /&gt;gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allad SWT&lt;br /&gt;meminta mereka menjadi&lt;br /&gt;khalifah (pemimpin) di dunia ini.&lt;br /&gt;Tetapi manusia dengan&lt;br /&gt;sombongnya berebut-rebut&lt;br /&gt;menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia&lt;br /&gt;masuk ke neraka karena gagal&lt;br /&gt;memegang amanah. Imam Ghazali : “Apa yang paling&lt;br /&gt;ringan di dunia ini?”&lt;br /&gt;Murid 1 : Kapas&lt;br /&gt;Murid 2 : Angin&lt;br /&gt;Murid 3 : Debu&lt;br /&gt;Imam Ghazali : Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling&lt;br /&gt;ringan sekali di dunia ini adalah&lt;br /&gt;MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara&lt;br /&gt;pekerjaan kita atau urusan&lt;br /&gt;dunia, kita tinggalkan sholat. Imam Ghazali : “Apa yang paling&lt;br /&gt;tajam sekali di dunia ini?”&lt;br /&gt;Murid-murid dengan serentak&lt;br /&gt;menjawab : Pedang&lt;br /&gt;Imam Ghazali : Itu benar, tapi&lt;br /&gt;yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena&lt;br /&gt;melalui lidah, manusia dengan&lt;br /&gt;mudahnya menyakiti hati dan&lt;br /&gt;melukai perasaan saudaranya&lt;br /&gt;sendiri. Sufinews&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-6467282301251426496?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/6467282301251426496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2011/12/teka-teki-imam-al-ghozaly.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/6467282301251426496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/6467282301251426496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2011/12/teka-teki-imam-al-ghozaly.html' title='Teka-Teki Imam Al-Ghozaly'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-1926055669145546760</id><published>2011-06-27T08:58:00.001+07:00</published><updated>2011-06-27T08:59:47.718+07:00</updated><title type='text'>Riyadoh membentuk Kesejatian dalam Diri</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Riyadoh membentuk Kesejatian dalam Diri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;RM Eko Mustofa Atmaji, S.S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="Judul" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kehidupan dunia yang sangat luar biasa ini terkadang menjadikan manusia lupa pada hakekat sebenarnya siapa dirinya. Banyak peristiwa yang terkadang membuat manusia menghilangkan atau sengaja hilang perasaan dalam hatinya bahwa kesemuaannya itu datangnya dari Allah SWT. Pada kesempatan yang berbahagia inilah penulis ingin mencoba membuka dan menularkan ilmu, Berdasarkan pengalaman yang selama ini penulis telah menjalani berbagai tirakat dan bermodalkan atas pengalaman yang penulis alami inilah maka penulis memberanikan diri untuk menguak dan membuka Hakekat Kesejatian diri ( sejatining diri ). Ada beberapa point yang menjadi garis besar dan menjadi pemahaman yang akan menghantarkan kita ke dunia hati melalui kesejatian diri (sejatining diri). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="Judul" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="Judul" align="left" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mengimani &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Keberadaan Allah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Al-Qur`an menginformasikan kepada kita tentang kebenaran sifat-sifat Allah,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur, Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” (al-Baqarah: 255)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Allahlah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (ath-Thalaaq: 12)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Akan tetapi, banyak orang yang tidak menerima keberadaan Allah swt. seperti yang telah dijelaskan dalam ayat-ayat tersebut. Mereka tidak memahami kekuasaan dan kebesaran-Nya yang abadi. Mereka memercayai kebohongan bahwa merekalah yang mengatur diri mereka sendiri dan berpikir bahwa Allah berada di suatu tempat yang jauh di alam semesta dan jarang mencampuri “perkara keduniaan”. Pemahaman terbatas orang-orang ini disebutkan dalam Al-Qur`an, &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya, Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahakuasa.”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-Hajj: 74)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Memahami kekuasaan Allah swt. dengan baik merupakan ikatan awal dalam rantai keimanan. Sesungguhnya, seorang mukmin akan meninggalkan pandangan masyarakat yang menyimpang tentang kekuasaan Allah swt. dan menolak keyakinan sesat dengan mengatakan, &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Dan bahwasanya Orang yang kurang akal dari kami dahulu selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah.” (al-Jin: 4)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kaum muslimin memercayai Allah swt. sesuai dengan penjelasan Al-Qur`an. Mereka melihat tanda-tanda keberadaan Allah pada dunia nyata dan alam gaib, kemudian mulai memercayai keagungan seni dan kekuasaan Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Akan tetapi, jika umat berpaling dari Allah serta gagal bertafakur kepada Allah dan ciptaan-Nya, mereka akan mudah terpengaruh oleh keyakinan-keyakinan yang menyesatkan pada saat ditimpa kesusahan. Allah menyebutnya sebagai bahaya yang potensial, dalam surah Ali Imran: 154, mengenai umat yang menyerah dalam berperang, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;... &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;....&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Seorang muslim seharusnya tidak melakukan kesalahan seperti itu. Karena itu, dia harus membebaskan hatinya dari segala sesuatu yang dapat memunculkan sangkaan jahiliah dan menerima keimanan yang nyata dengan segenap jiwa sebagaimana penjelasan dalam Al-Qur`a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="Judul" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bertafakur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Di dalam Al-Qur`an dijelaskan bahwa orang-orang yang ingkar kepada Allah swt. adalah orang yang tidak mengenal ataupun menyadari adanya tanda-tanda Allah. Yang membedakan seorang muslim dengannya adalah kemampuannya untuk melihat tanda-tanda tersebut dan bukti-buktinya. Dia tahu bahwa semua ini tidak diciptakan dengan sia-sia dan dia pun dapat menyadari kekuatan serta keagungan seni Allah di mana pun dan mengetahui cara memuja-Nya. Dialah yang termasuk orang yang berakal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Ali Imran: 191)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pada beberapa ayat Al-Qur`an, ungkapan seperti &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“tidakkah kamu perhatikan?”, ”terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; menekankan pentingnya bertafakur melihat tanda-tanda keberadaan Allah. Allah menciptakan banyak hal yang tiada putus untuk direnungi. Setiap yang di langit dan di bumi serta di antara keduanya adalah ciptaan Allah swt. dan yang demikian itu menjadi renungan untuk orang yang berpikir. Salah satu ayat memberikan contoh tentang ketuhanan Allah,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(an-Nahl: 11)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kita dapat merenungi sejenak tentang ayat di atas, yaitu tentang pohon kurma. Kurma tumbuh dari biji yang sangat kecil (ukuran biji tidak lebih dari 1 cm&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;). Dari biji ini tumbuh sebatang pohon dengan panjang mencapai 4-5 m dan beratnya bisa mencapai ratusan kilo gram. Satu hal yang diperlukan biji tersebut untuk dapat mengangkat beban yang berat ini adalah tanah di mana ia tumbuh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bagaimana sebutir biji mengetahui cara membentuk sebuah pohon? Bagaimana biji tersebut “berpikir” untuk melebur dengan senyawa tertentu di dalam tanah untuk menciptakan kayu? Bagaimana dia meramalkan bentuk dan struktur yang dibutuhkan? Pertanyaan terakhir ini sangat penting karena ia bukanlah sebatang pohon sederhana yang keluar dari sebutir biji. Dia adalah organisme hidup yang kompleks dengan akar untuk menyerap zat-zat dari dalam tanah, dengan urat dan cabang-cabang yang diatur dengan sempurna. Seorang manusia akan menemui kesulitan untuk menggambarkan dengan tepat sebuah bentuk pohon, ketika secara kontras sebutir biji yang sederhana dapat menghasilkan sebuah benda yang kompleks hanya dengan menggunakan zat-zat yang ada di dalam tanah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pengamatan ini menyimpulkan bahwa biji tersebut sangat pandai dan bijaksana, bahkan melebihi kita, atau lebih tepatnya, ada kepandaian yang menakjubkan pada sebutir biji. Akan tetapi, apa sumber kepandaian tersebut? Bagaimana mungkin sebutir biji memiliki kepandaian dan ingatan sedemikian rupa?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tidak diragukan lagi, pertanyaan ini memiliki jawaban yang sederhana: biji tersebut diciptakan dan diberi kemampuan membentuk sebuah pohon dengan program untuk proses selanjutnya. Setiap biji di bumi diarahkan oleh Allah swt. dan tumbuh dengan ilmu-Nya. Pada salah satu ayat dikatakan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-An’aam: 59)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dialah Allah yang menciptakan biji-bijian dan membuatnya bersemi menjadi sebuah tanaman baru. Dalam ayat lain dikatakan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Sesungguhnya, Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-An’aam: 95)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Biji-bijian ini merupakan salah satu dari sejumlah tanda-tanda ciptaan Allah swt. di alam ini. Jika manusia mulai berpikir tidak hanya dengan akal mereka, tetapi juga dengan hati mereka dan bertanya sendiri, “mengapa dan bagaimana”, mereka akan mampu memahami bahwa semua yang ada di alam ini merupakan bukti keberadaan dan kekuasaan Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="Judul" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mengingat Kematian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="Judul" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pada dasarnya, kaum yang mementingkan duniawi adalah bodoh, ceroboh, dan dangkal pikirannya. Hidup mereka tidak berdasarkan logika, tetapi mereka hidup dengan kesesatan dan keyakinan yang salah serta mengikuti sangkaan yang berakhir dengan kekeliruan. Salah satu kekeliruan ini adalah keyakinan mereka tentang kematian. Mereka percaya bahwa kematian adalah sesuatu yang tidak perlu dipikirkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebenarnya, yang mereka lakukan adalah lari dari kenyataan dengan cara mengabaikan kematian. Tanpa memikirkannya, mereka percaya bahwa mereka dapat menghindari peristiwa itu. Akan tetapi, hal ini seperti burung unta yang menenggelamkan kepalanya ke dalam pasir untuk mengindari bahaya. Mengabaikan bahaya tidak membuat bahaya itu hilang. Sebaliknya, orang tersebut berisiko menghadapi bahaya dengan tanpa memiliki persiapan. Akibatnya, ia akan menerima kejutan yang lebih besar lagi. Tidak seperti halnya orang beriman yang mentafakuri kematian dan menyiapkan dirinya terhadap kenyataan yang sangat penting ini, kebenaran yang akan dialami semua manusia yang hidup. Allah memperingatkan orang kafir dalam ayat-Nya,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Katakanlah, ‘Sesungguhnya, kematian yang kamu lari darinya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.’” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-Jumu’ah: 8)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kematian bukanlah “bencana” yang harus dilupakan, melainkan pelajaran penting yang mengajarkan kepada manusia arti hidup yang sebenarnya. Dengan demikian, kematian seharusnya menjadi bahan pemikiran yang mendalam. Seorang muslim akan benar-benar merenungi kenyataan penting ini dengan kesungguhan dan kearifan. Mengapa semua manusia hidup pada masa tertentu dan kemudian mati? Semua makhluk hidup tidak kekal. Ini menunjukkan bahwa manusia tidak memiliki kekuatan dan tidak mampu menandingi Kekuasaan Allah. Allahlah satu-satunya Pemilik kehidupan; semua makhluk hidup dengan kehendak Allah dan akan mati dengan kehendak-Nya pula, seperti dinyatakan, &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (ar-Rahmaan: 26-27)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Setiap orang akan mati, namun tak seorang pun dapat memperkirakan di mana dan kapan kematian akan menghampiri. Tidak seorang pun dapat menjamin ia akan hidup pada saat berikutnya. Karena itu, seorang muslim harus bertindak seolah-olah mereka sebentar lagi akan didatangi kematian. Berpikir tentang kematian akan membantu seseorang meningkatkan keikhlasan dan rasa takut kepada Allah, dan mereka akan selalu menyadari akan apa yang sedang menunggunya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-Anbiyaa’: 34-35)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="Judul" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Hidup di Dunia Hanya Sementara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Manusia tinggal di dunia hanya untuk waktu yang singkat. Di sini, ia akan diuji, dilatih, kemudian meninggalkan dunia menuju kehidupan akhirat di mana ia akan tinggal selamanya. Harta benda serta kesenangan di dunia, walaupun diciptakan serupa dengan yang ada di akhirat, sebenarnya memiliki banyak kekurangan dan kelemahan karena harta benda dan kesenangan tersebut ditujukan hanya agar manusia mengingat hari akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Akan tetapi, orang yang ingkar tidak akan mampu memahami kenyataan ini sehingga mereka berperilaku seakan-akan segala sesuatu di dunia ini miliknya. Hal ini memperdaya mereka karena semua kesenangan di dunia ini bersifat sementara dan tidak sempurna, tidak mampu memuaskan manusia yang diciptakan untuk keindahan kesempurnaan abadi, yaitu Allah. Allah menjelaskan betapa dunia merupakan tempat sementara yang penuh dengan kekurangan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-Hadiid: 20)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Seperti yang tertulis dalam Al-Qur`an, orang-orang musyrik hidup hanya untuk beberapa tujuan, seperti kekayaan, anak-anak, dan berbangga-bangga di antara mereka. Dalam ayat lain, dijelaskan tentang hal-hal yang melenakan di dunia,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah, ‘Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?’ Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Ali Imran: 14-15)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebenarnya, kehidupan di dunia tidak sempurna dan tidak berharga dibandingkan kehidupan abadi di akhirat. Untuk menggambarkan hal ini, dalam bahasa Arab, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;dunia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mempunyai konotasi “tempat yang sempit, gaduh dan kotor”. Manusia menganggap usia 60-70 tahun di dunia sangat panjang dan memuaskan. Akan tetapi, tiba-tiba kematian datang dan semua terkubur di liang lahad. Sebenarnya, ketika kematian mendekat, baru disadari betapa singkatnya waktu di dunia. Pada hari dibangkitkan, Allah akan bertanya kepada manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Allah bertanya, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman, ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.’ Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;al-Mu’minuun: 112-115)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mengabaikan Allah dan tidak mengacuhkan kehidupan akhirat, sepanjang hidup mengejar keserakahan dunia, berarti hukuman abadi di dalam api neraka. Orang-orang yang berada di jalan ini digambarkan Al-Qur`an sebagai &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;. Bagi mereka, Allah memutuskan,&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.” (al-Baqarah: 86)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Sesungguhnya, orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Yunus: 7-8)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bagi mereka yang lupa bahwa dunia merupakan tempat sementara dan mereka yang tidak memperhatikan ayat-ayat Allah, tetapi merasa puas dengan permainan dunia dan kesenangan hidup, menganggap memiliki diri mereka sendiri, serta menuhankan diri sendiri, Allah akan memberikan hukuman yang berat. Al-Qur`an menggambarkan keadaan orang yang demikian,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(an-Naazi’aat: 37-39)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="Judul" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pemilik yang Sesungguhnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Upaya memiliki acapkali membuat manusia berduka dan terluka. Orang-orang yang ingkar menghabiskan seluruh hidupnya untuk memiliki benda-benda duniawi. Mereka selalu berjuang agar dapat memiliki lebih serta menjadikan hal ini sebagai tujuan dalam hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Akan tetapi, &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“… berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak…,” (al-Hadiid: 20)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; merupakan sebuah penipuan karena semua kemilikan di dunia dikuasai oleh Allah. Manusia hanya membodohi diri mereka sendiri dengan menyangka bahwa mereka memilikinya. Hal ini karena mereka tidak menciptakan yang mereka miliki dan mereka pun tidak memiliki kekuatan menjaga semuanya secara abadi. Ditambah lagi, mereka tidak dapat mencegah kerusakan yang terjadi. Juga, karena mereka tidak memiliki hak untuk “memiliki” sesuatu karena mereka termasuk “milik” dari pemilik yang lain. Pemilik tertinggi ini tidak lain &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Raja Manusia”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(an-Naas: 2),&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; yaitu Allah. Al-Qur`an memberitahu kita bahwa seluruh alam adalah milik Allah, &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Kepunyaan-Nyalah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.” (Thaahaa: 6)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Ayat yang lain memperkuat kepemilikan Allah, kekuatan mengampuni atau menghukum, &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Tidakkah kamu tahu, sesungguhnya Allahlah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, disiksa-Nya siapa yang dikehendaki-Nya dan diampuni-Nya bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Alah Mahakuasa atas segala sesuatu.”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-Maa`idah: 40)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebenarnya, Allah memberikan semua kepemilikan kepada manusia sebagai “titipan” sementara di dunia. Titipan ini akan berakhir pada jangka waktu tertentu dan ketika tiba hari perhitungan, lalu setiap orang akan diminta pertanggungjawabannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pada hari perhitungan ini, setiap orang akan ditanya tentang maksud dan tujuannya menggunakan “titipan” ini. Mereka yang menyangka dirinya sebagai pemilik dari “sesuatu” yang dititipkan dan menentang para utusan dengan mengatakan, &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“... apakah agamamu yang menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami...,”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Huud: 87)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mereka layak menerima hukuman. Al-Qur`an menggambarkan apa yang akan menimpa mereka,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allahlah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Ali Imran: 180)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur`an, semua anugerah yang diberikan kepada manusia atas kebaikan-Nya, harus digunakan tanpa “kebakhilan”. Karenanya, daripada mencoba memiliki dan mempertahankan kepemilikan ini, sebaiknya seseorang menggunakan kepemilikan ini di jalan Allah seperti yang diperintahkan. Ini berarti orang-orang beriman dapat menggunakan harta dalam jumlah yang dibutuhkan untuk biaya hidupnya dan kemudian bersedekah &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“yang lebih dari keperluan”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-Baqarah: 219)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;. Jika ia tidak mengikuti petunjuk dan mencoba “memiliki” semua hartanya, berarti ia memandang dirinya sebagai pemilik. Jatuhnya hukuman bagi sikap seperti ini merupakan suatu kewajaran. Al-Qur`an menjelaskan hal ini,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka, ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.’”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(at-Taubah: 34-35)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ada “perekonomian” dalam Islam, namun tidak ada “penimbunan harta” dalam Islam. Orang-orang berilmu tidak bergantung pada materi yang mereka miliki untuk menghadapi “masa-masa sulit”, melainkan bertawakal hanya kepada Allah, sehingga Allah menambah harta mereka kembali. Allah memberikan lebih dari yang mereka gunakan di jalan-Nya serta merahmati mereka. Hal ini tercatat dalam ayat,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-Baqarah: 261)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebaliknya, orang yang tidak menggunakan hartanya di jalan Allah adalah orang, “yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya, dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-Humazah: 2-6)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="Judul" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Hakekat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ujian Allah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Seperti yang telah diutarakan sebelumnya, tidak ada satu pun di muka bumi ini yang diciptakan sia-sia, tetapi dengan maksud tertentu. Pemahaman ini bergantung pada kecerdasan manusia sendiri. Bagi yang beriman, kecerdasan dan kebijaksanaannya meningkat; mereka dapat memahami alasan ini semakin baik dari waktu ke waktu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Salah satu ajaran terpenting adalah bahwa kita selalu diuji sepanjang hidup kita. Allah menguji keikhlasan dan keimanan kita dalam kejadian-kejadian yang berbeda. Dia juga memberikan karunia untuk menguji apakah kita termasuk orang-orang yang bersyukur ataukah sebaliknya. Dia menciptakan berbagai kesulitan bagi kita untuk mengetahui apakah kita bersabar atau tidak, &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-Anbiyaa: 35)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kita juga diuji dengan berbagai cara. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur`an pada ayat,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-Baqarah: 155)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kehidupan kita secara terencana merupakan materi untuk diuji. Mulanya, kita diuji melalui fisik kita. Al-Qur`an menyatakan, &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.”(al-Insaan: 2)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Karena itu, setiap yang kita dengar dan lihat sebenarnya merupakan bagian dari ujian tersebut. Dalam segala situasi, kita akan diuji untuk melihat apakah kita berperilaku sesuai dengan Al-Qur`an ataukah dengan keinginan kita sendiri yang sia-sia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Allah menguji ketabahan orang-orang beriman dengan berbagai kesulitan. Salah satunya adalah tekanan dari orang-orang ingkar. Semua tindakan buruk, seperti hinaan, ejekan, kekerasan, dan bahkan siksaan serta pembunuhan, hanyalah ujian untuk orang-orang beriman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Ali Imran: 186)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Hal yang terpenting untuk dipahami adalah bahwa semua kehilangan dan kecelakaan ini diciptakan Allah sebagai ujian khusus. Bagi mereka yang tidak paham, hal ini akan menjadikannya fasik. Al-Qur`an meriwayatkan kisah Yahudi,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Dan tanyakanlah kepada bani Israel tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-A’raaf: 163)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Hanya orang yang memiliki kecerdasanlah yang dapat menyadari ujian ini dan dapat berhasil dalam ujian dengan menggunakan kecerdasannya tersebut. Karena itu, seorang yang beriman jangan sampai lupa bahwa ia sedang diuji sepanjang hidupnya. Ujian ini tidak akan berlalu atau surga tidak dapat diraih hanya dengan mengatakan “saya beriman”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-‘Ankabuut: 2-3)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam ayat lain dijelaskan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Ali Imran: 142)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:150%;mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="Judul" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Memberikan Ujian Sesuai dengan kemampuan Makhluknya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="Judul" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebagian besar manusia mengklaim bahwa sangat sulit bagi mereka untuk melaksanakan ajaran agama dan itulah alasannya mengapa mereka tidak menjalankan prinsip-prinsip agama. Dengan cara ini, mereka berharap kesalahan mereka berkurang. Akan tetapi, mereka hanya membohongi diri mereka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Allah tidak membebani seseorang di luar batas kemampuannya. Sebagaimana dikatakan Al-Qur`an, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakanny....”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-Baqarah: 286)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ayat lain menegaskan bahwa agama yang Allah pilihkan bagi kita sangat mudah seperti halnya agama Ibrahim,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur`an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;.” &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-Hajj: 78)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam masalah ini, adalah kebohongan yang besar bila seseorang menyatakan sulit dalam menjalankan ajaran agama dan menjadikan hal ini sebagai alasan untuk kelalaian diri mereka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="Judul" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;8.&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Janganlah berputus Asa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ada dua jenis keputusasaan. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;, muncul ketika berhadapan dengan kesulitan atau rintangan. Yang demikian itu tidak terdapat pada diri orang beriman. Ia harus selalu ingat bahwa Allah menjanjikan pertolongan kepada orang-orang beriman. Al-Qur`an menyatakan bahwa cukuplah hanya Allah bagi orang-orang beriman dan Dia menguatkan orang-orang beriman dengan bantuan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;, merupakan jenis keputusasaan yang lebih berbahaya, yaitu berputusasaan dari pengampunan Allah setelah berbuat salah atau dosa. Keputusasaan ini lebih berbahaya karena akan mengarah pada pikiran bahwa Allah tidak akan memaafkan dosa seseorang dan ia akan masuk neraka. Pikiran ini bertentangan dengan apa yang kita pelajari dalam Al-Qur`an. Sesungguhnya, Allah mengampuni dosa orang-orang yang menyesali perbuatannya. Tidak pernah ada kata “terlambat” dalam mencari pengampunan-Nya. Allah menegur hamba-hambanya,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(az-Zumar: 53)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Putus asa adalah godaan setan. Setan mencoba memengaruhi orang-orang beriman dengan membuat mereka bingung dan kemudian menjerumuskan mereka untuk berbuat kesalahan yang lebih serius. Tujuannya adalah agar orang-orang beriman tidak merasa yakin dengan keimanan dan keikhlasan mereka, membuat mereka merasa “tertipu”. Jika seseorang jatuh ke dalam perangkap ini, ia akan kehilangan keyakinan dan akibatnya akan mengulangi kesalahan yang sama atau bahkan lebih besar dari kesalahan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam kondisi demikian, orang beriman harus segera meminta ampunan Allah, berpikir seperti yang Al-Qur`an ajarkan dan segera membentuk pola pikir yang baru. Al-Qur`an menjelaskan apa yang harus dilakukan orang beriman dalam kondisi itu,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-A’raaf: 200)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jika seseorang ikhlas dalam keimanannya kepada Allah, Allah akan mengampuni dosanya jika ia berbuat salah atau dosa. Bahkan jika ia berpaling dalam waktu yang lama, ia masih mendapatkan kesempatan untuk bertobat. Perbuatan setanlah yang menyebabkannya berputus asa. Allahlah satu-satunya yang dapat memberikan ampunan dan keadilan yang abadi dan yang menjanjikan kemenangan dan surga-Nya kepada orang-orang beriman. Saran dari Nabi Ya’qub harus menjadi panduan bagi semua orang beriman,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“… janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Yusuf: 87)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="Judul" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="Judul" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;9.&lt;/span&gt;&lt;span style="'font:7.0pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pertolongan Allah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam komunitas masyarakat yang ingkar kepada Allah swt., mereka membangun sifat-sifat mereka menurut kekuatan atau status yang mereka miliki. Agar seseorang memiliki rasa percaya diri, ia harus kaya atau terkenal, atau cantik, tampan. Menjadi anak dari orang yang “dihormati” juga menjadi alasan penting agar mendapat rasa percaya diri pada masyarakat yang benar-benar ingkar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Akan tetapi, berbeda dengan orang yang beriman. Ini dikarenakan orang-orang beriman berlomba-lomba untuk tidak mendapatkan simpati siapa pun kecuali Allah, tidak terpengaruh oleh kriteria-kriteria duniawi yang dipegang oleh sebagian besar masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Allah selalu menolong orang-orang beriman. Dia tidak pernah mengecewakan mereka dalam menghadapi perlawanan orang-orang yang ingkar&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;, “Allah telah menetapkan, ‘Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang...,”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-Mujaadilah: 21)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; sehingga para utusan dan para pengikut mereka akan mendapatkan kejayaan dengan dukungan yang besar ini. Allah menjamin&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;, “Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin.” (al-Anfaal: 62)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jangan lupa bahwa hanya Allahlah yang memperkuat dan memperbaiki orang-orang beriman serta mampu membuat mereka berjaya. Tidak hanya cukup dengan bertumpu pada kekuatan fisik beserta pengaruhnya. Semua itu tidak akan menghasilkan sesuatu kecuali dengan berdo’a memohon kepada-Nya. Do’a yang diucapkan lebih besar manfaatnya. Sebagai balasannya, Allah mengabulkan keinginan yang dimaksud. Itulah sebabnya mengapa orang beriman harus bersandar pada pertolongan Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Hasilnya, mereka menjadi sedemikian berani dan percaya diri ketika menghadapi dunia. Mereka menjadi sedemikian kuat untuk dipengaruhi oleh tindakan atau pikiran negatif. Musa a.s., yang tidak kehilangan akal ketika penganutnya melampaui batas, berkata, &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Ibrahim: 8)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Musa a.s. percaya diri dan tidak takut karena ia yakin bahwa Allah dan pertolongan-Nya selalu bersama dengan orang-orang beriman. Allah kemudian berfirman kepadanya, &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang).”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Thaahaa: 68)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sikap Musa a.s. harus menjadi contoh bagi orang-orang beriman. Ini karena Allah telah menjanjikan perlindungan dan dukungan tidak hanya kepada Musa a.s. serta para rasul, tetapi juga kepada setiap orang yang memerangi kemungkaran dan membawa mereka kepada kejayaan. Sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur`an, &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“... Allah sekali-sekali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(an-Nisaa`: 141)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Orang beriman bertanggung jawab mempertahankan ketaatan mereka kepada Allah dan menjadi hamba-hamba-Nya yang taat. Ketika hal ini terjadi, mereka tidak akan merasa takut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-Maa`idah: 105)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Orang-orang kafir tidak dapat mencelakakan orang-orang yang beriman. Semua rencana dan makar melawan orang-orang beriman akan tidak berguna. Pada ayat berikut, hal ini dijelaskan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allahlah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Ibrahim: 46)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketika orang-orang kafir berencana melawan orang-orang beriman, Allah akan &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“... menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-A’raaf: 182)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Mereka yakin bahwa mereka lebih tangguh dari orang-orang beriman dan dapat dengan mudah mengalahkan mereka. Akan tetapi, Allah swt. akan selalu bersama orang-orang beriman; dan kekuatan, kemuliaan, serta kebesaran-Nya menjelma pada diri mereka. Al-Qur`an menjelaskan kebenaran ini, yang tidak dapat dipahami orang-orang munafik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar), ‘Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah).’ Padahal kepunyaan Allahlah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami. Mereka berkata, ‘Sesungguhnya, jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah darinya.’ Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.’”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(al-Munaafiquun: 7-8)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ini merupakan perintah yang tidak dapat diubah. Orang-orang beriman menurut ayat&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;, “Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu...,”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(an-Nisaa`: 71)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; harus selalu berhati-hati dan waspada terhadap orang-orang kafir, namun merasa tenang dengan perintah Allah yang tersebut di atas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Allah menjelaskan perintah yang sama dalam ayat yang lain,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Sesungguhnya, orang-orang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah serta memusuhi rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikit pun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Muhammad: 32)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="AyatHadits" style="margin-top:0cm;margin-right:8.5pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-indent:1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Demikianlah hal-hal yang insyaAllah bila manusia mengerti dan mampu memahami makna yang sebenarnya terjadi dan apa yang sebenarnya terjadi dalam hidup ini serta apa yang terjadi tentang kejiwaan setiap insan. Ketika seorang itu mau dan mampu membersihkan hati, jiwa dan raga maka seseorang itu insyaAllah akan di bukakan rahasia-rahasia Allah yang terpendam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="'font-size:"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Allah tidak dapat membukakan rahasia itu di karenakan kekotoran hati manusia. Marilah pada kesempatan ini kita mulai menyadari akan kehidupan ini. Semoga Allah memberikan sinaran keimanan dan Nur iman kepada hamba-hambanya yang senantiasa istiqomah dan ingat Akan kebesaraan-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Al Faqir IllaAllah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent: 1.0cm;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-1926055669145546760?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/1926055669145546760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2011/06/riyadoh-membentuk-kesejatian-dalam-diri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/1926055669145546760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/1926055669145546760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2011/06/riyadoh-membentuk-kesejatian-dalam-diri.html' title='Riyadoh membentuk Kesejatian dalam Diri'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-607369117629698097</id><published>2011-06-26T09:56:00.000+07:00</published><updated>2011-06-26T10:17:09.948+07:00</updated><title type='text'>Mbah Kyai Musyafa’ Orang “Gila” yang Penuh Karomah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Sebelum dikenal sebagai Wali, Mbah Kiai Musyafa’ dianggap orang Gila. Namun kemudian banyak orang yang menemukan Karomahnya. Karena itu, setelah dia meninggal, makamnya kerap didatangi peziarah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Kaliwungu, tepatnya di wilayah Kecamatan Kaliwungu, Kendal Jawa Tengah, tampak sangat anggun bila dilihat dari bukit yang terletak di Desa Proto Mulyo, sebelah timur Kampung Gadukan, Kutoarjo, Kaliwungu. Masjid Al-Muttaqin yang berada di pusat kota terlihat sangat dominan dan lebih besar dibanding bangunan lain yang ada di sekitarnya, masjid ini pula yang pada waktu KKN dulu, saya di minta mengisi pengajian Ahad pagi. Menara dan kubah masjid tampak sangat kukuh, seperti menegaskan betapa Allah SWT Mahabesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketinggian bukit itu, tampak kecantikan kota Kaliwungu yang mempesona. Disana terdapat makam alim ulama dan para penyiar agama Islam tempo dulu. Masyarakat menyebutnya sebagai makam Jabal (bukit), sebuah kawasan perbukitan. Salah seorang ulama besar yang dimakamkan disana adalah Kiai Musyafa’ bin Haji Bahram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya makam wali-wali yang lain, makam Mbah Syafa’, demikian beliau biasa disapa, inipun  kerap dikunjungi para peziarah, terlebih pada hari Kamis wage sore dan Jumat Kliwon. Pada kedua hari tersebut, ratusan bahkan ribuan peziarah datang kesana. Santri dari beberapa pesantren juga kerap menjadikannya sebagai tempat untuk melaksanakan riadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama hidup (antara tahun 1920 – 1969), Mbah Syafa’ dikenal sebagai sosok yang zuhud. Ia sangat sederhana, baik dalam berpakaian maupun dalam bertutur kata. Kesederhanaannya dalam berpakaian, membuat sebagian orang menganggap Mbah Syafa’ sebagai Kiai yang sangat miskin. Tidak jarang orang juga mengatakan bahwa Mbah Syafa’ adalah orang gila, karena ia memang kerap berperilaku Khawariqul Adah, yaitu berperilaku diluar kebiasaan manusia pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggur Mekkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangkaan orang bahwa Mbah Syafa’ adalah orang gila sudah terdengar sebelum masyarakat mengetahui karomah dan kewaliannya. Pada suatu hari tetangga disekitar rumah Mbah Syafa’ di bikin geger. Pasalnya setelah musim haji, ada seorang haji yang datang ke sana, ia mengaku di titipi anggur oleh seseorang di Mekah untuk diserahkan kepada Mbah Syafa’, yang baru saja menunaikan ibadah haji di Mekah. Padahal tetangga Mbah Syafa’ menyaksikan sendiri, selama musim haji itu Mbah Syafa’ berada di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu pandangan orang pada dirinya berubah, apalagi setelah karomah-karomahnya disaksikan orang-orang disekitarnya. Suatu saat Mbah Syafa’ menjamu tamu yang datang. Masing-masing tamu menuang sendiri air minum dari ceret yang sudah disediakan. Anehnya air minum yang berasal dari satu ceret itu di rasakan berbeda-beda oleh tamu yang minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah yang lain, sekitar tahun 1060-an, Mbah Syafa’ kedatangan seorang tentara. Tentara itu bermaksud memohon restu, karena sebagai pembela negara dia mendapat tugas ikut dalam rombongan pasukan Trikora yang akan membebaskan Irian Jaya dari pendudukan Belanda. Saat dia sampai di tempat tinggal Mbah Syafa’, dan mengemukakan maksudnya, Mbah Syafa’ tidak menjawab sepatah kata pun. Beliau hanya mengambil sebuah wajan yang telah di bakar hingga merah membara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Mbah Syafa’ wajan itu di dekatkan ke kepala orang tersebut sambil dipukul beberapa kali. Sesaat kemudian beliau masuk kedalam rumah dan keluar dengan membawa tiga buah biji randu (Klentheng), lantas menyerahkannya pada orang itu. Orang tersebut tidak mengerti apa maksud Mbah Syafa’, namun ia tetap menyimpan biji randu pemberian Mbah Syafa’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belakang hari, isyarat tersebut bisa diketahui setelah kapal yang ditumpangi tentara Indonesia hancur di tengah laut. Namun atas izin Allah orang tersebut selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah yang lain diceritakan pada 1940an, suatu hari Mbah Syafa’ menggali tanah hingga dalam. Orang-orang disekitarnya merasa heran dengan apa yang dikerjakannya itu. Sebagian mengira tempat itu akan digunakan untuk memelihara ikan, sebagian yang lain menyangka akan dibuat sumur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat, orang baru sadar bahwa Mbah Syafa’ mengetahui peristiwa yang bakal terjadi belakangan. Karena tidak lama berselang, tentara Jepang menyerbu daerah Kaliwungu, dan lubang itu dipergunakan sebagai tempat persembunyian orang-orang yang ada di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai peristiwa aneh terjadi termasuk setelah ia meninggal dunia pada 13 Maret 1969 (seperti yang tertulis pada nisannya). Suatu ketika saat sedang membersihkan Balai Desa Krajan Kulon, Mbah Rasyid, tukang sapu kantor tersebut, ditemui  Mbah Syafa’ tanpa berbincang apapun. Mbah Syafa’ memberinya uang seribu rupiah, padahal ia telah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, ketika sudah dibelanjakan, uang itu tetap utuh dan tetap ada di saku Mbah Rasyid begitu ia sampai di rumah. Hal itu berulang hingga tiga kali, membuat gundah Mbah Rasyid. Hatinya baru tenang setelah uang itu ia kembalikan ke kuburan Mbah Syafa’.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-607369117629698097?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/607369117629698097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2011/06/mbah-kyai-musyafa-orang-gila-yang-penuh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/607369117629698097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/607369117629698097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2011/06/mbah-kyai-musyafa-orang-gila-yang-penuh.html' title='Mbah Kyai Musyafa’ Orang “Gila” yang Penuh Karomah'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-2044645846717965191</id><published>2011-06-25T05:48:00.000+07:00</published><updated>2011-06-26T10:19:03.356+07:00</updated><title type='text'>Ikhlas Dalam Ramai Dalam Sunyi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Syeikh Abdul Qadir Al-Jilany, 10 Ramadhan, tahun 545, H. di Madrasahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang beriman adalah orang yang hijrah dari nafsunya, lalu berguru kepada seorang Syeikh yang bisa mendidiknya memberikan pengetahuan, dan terus belajar dari kecil hingga mati. Kemudian terus membaca Al-Qur’an, kemudian mendalami Sunnah Rasulullah Saw,  maka ia akan mendapatkan taufiq dari Allah Swt. Karena ia mengamalkan apa yang diketahui menuju kepada Allah azza wa-Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang ia mengamalkan ilmunya, ia akan diberi ilmu oleh Allah yang tidak pernah diketahui sebelumnya. Hatinya teguh dalam berpijak, dan ikhlas dalam melangkah menuju Allah azza wa-Jalla.&lt;br /&gt;Bila anda mengamalkan ilmu anda, tetapi tidak membuat anda dekat pada Allah azza wa-Jalla, anda pun tidak menemukan indahnya ibadah dan kemseraan denganNya, ketahuilah bahwa anda sesungguhnya belum mengamalkannya, karena anda telah terhijab oleh cacat-cacat dalam amal anda. Apa cacat-cacat itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riya’, kemunafikan dan keta’juban pada diri sendiri. Wahai orang yang beramal, ikhlaslah! Jika tidak, anda jangan berpayah-payah dalam Muroqobah pada Allah azza wa-Jalla ketika khalwat maupun ketika berada dalam keramaian. Karena orang munafiq malah senang pamer ketika dalam keramaian, dan orang yang ikhlas  tidak peduli apakah dalam ramai atau dalam sunyi, sama saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda melihat orang yang sangat pesolek atau wanita pesolek, pejamkan mata nafsumu, hawa nafsumu dan nalurimu, lalu ingatlah pada pandangan Allah Azza wa-Jalla kepadamu, bacalah:&lt;br /&gt;“Dan kamu tidak berada dalam suatu keadaan…” (Q.S. Yunus:61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waspadalah pada pandangan Allah azza wa-Jalla dan pejamkan kedua matamu dari memandang yang diharamkan. Ingatlah pada Dzat yang anda tidak bisa menhindari pandangan dan pengetahuanNya. Bila anda sudah tidak membantah dan kontra pada Allah azza wa-Jalla maka ubudiyah anda padaNya sempurna dan anda menjadi hamba yang benar-benar hambaNya, tergolong orang-orang yang disebutkan:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya hamba-hambaKu, kamu (Iblis) tidak bisa menguasai (menggodanya).” (Q.S. Al-Hijr:42)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila syukurmu benar-benar terwujud pada Allah azza wa-Jalla, Allah mengilhami makhluknya untuk berterimakasih padamu, menyayangimu, pada saat itulah tidak ada peluang lagi bagi syetan dan kroninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda jangan sampai meninggalkan berdoa sebagai prinsip, jangan sampai sibuk berdoa hanya untuk mencari dispensasi. Doa itu adalah ketenggelaman  jiwa dan pembebasan bagi yang tertahan sampai mendapatkan jalan keluar dari tahanannya dan masuk dalam Sang Maha Diraja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan akal sehat anda , bahwa meninggalkan doa itu tidak baik sama sekali. Namun anda berdoa, anda butuh niat dan akal sehat serta pengetahuan dan mengikuti jejak orang yang berpengetahuan. Anda tidak memikirkan apa yang datang dari Allah Azza wa-Jalla dan apa yang ada pada diri orang-orang yang shaleh, dan karena itulah prasangka anda buruk pada mereka. Janganlah anda berilusi dengan pangkal agama dan perilaku ruhanimu pada mereka, jangan sampai anda kontra dengan mereka dalam semua aktivitasnya sepanjang mereka tidak kontra dengan aturan syariat, karena mereka berada di sisi Allah azza wa-Jalla baik secara lahir maupun batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati mereka tidak akan tenang sebelum meraih keselamatan dari Allah azza wa-Jalla. Karena itu kemarilah wahai hamba Allah Azza wa-Jalla di muka bumi. Wahai ahli zuhud kalian mengetahui sesuatu tetapi kalian tidak meraih kebaikan. Masuklah kemari mempelajari kitabku, sampai anda saya ajari tentang suatu hal yang tak pernah anda temukan selama ini. Dalam hati ada kitab, dan dalam rahasia batin juga ada kitab, dalam nafsu kita juga ada kitab, serta dalam tubuh kita juga ada kitab, semuanya merupakan derajat-derajat dan maqom serta langkah-langkah yang berbilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama saja anda tidak benar, bagaimana anda melangkah ke tahap kedua? Islam anda saja tidak benar, bagaimana anda sampai pada iman? Iman anda pun tidak benar bagaimana anda bisa sampai pada Iiqon (yaqin)? Iiqon anda juga tidak benar bagaimana sampai kema’rifatan dan kewalian?&lt;br /&gt;Berakal sehatlah anda, tapi anda tidak menggunakannya. Masing-masing anda ingin menjadi pemimpin, tetapi anda tidak memiliki pirantinya? Anda baru bisa jadi pemimpin jika anda sudah bisa  zuhud dari dunia, zuhud dari nafsu, kesenangannya, watak dan hasratnya. Kepemimpinan itu turun dari langit bukan dari bumi. Kewalian itu datang dari Allah azza wa-Jalla bukan datang dari makhluk. Jadilah diri anda sebagai pengikut, bukan yang diikuti, dan jadilah kalian sebagai sahabat bukan yang disahabati. Bumikan dirimu dalam kehinaan dan kesembunyian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda meraih sesuatu di hadapan Allah azza wa-Jalla berbeda dengan Dari harapanmu, maka pada saatnya Dia mendatangimu. Maka pasrahkanlah dirimu padaNya, tinggalkan merasa bisa atas upayamu, kekuatanmu, kontramu dan sahabatmu  dan nafsumu.&lt;br /&gt;Bersahabatlah dengan ubiyah-mu, yaitu melaksanakan smeua perintah dan menjauhi laranganNya, serta bersabar atas bencana-bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar perkara seperti itu adalah tauhid dan kekokohannya, dan asasnya adalah amal yang sholeh. Namun, betapa tidak kokohnya bangunan anda, niat anda saja tidak benar bagaimana anda bicara? Sedangkan diammu pun juga tidak benar, bagaimana bicaramu benar pada orang lain, sebagai  pengganti para Rasul? Karena para Rasul adalah para penceramah, ketika para Rasul wafat maka Allah azza wa-Jalla menetapkan para Ulama  yang mengamalkan ilmunya, dan mereka dijadikan sebagai pewarisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang ingin berada di maqom sebagai pengganti Rasul harus menjadi manusia paling suci di zamannya, yang paling mengenal aturan dan ilmunya Allah azza wa-Jalla.&lt;br /&gt;Namun mereka menganggap masalah ini sepele, hai orang-orang bodoh terhadap Allah azza wa-Jalla dan rasulNya, wali-waliNya yang shaleh dari para hambaNya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang yang bodoh pada  dirinya, pada watak, dunia dan akhiratnya, celakalah kalian ini! Diamlah kalian ini sampai datangnya orang yang ilmunya mengalahkan nafsunya, berbicara dan menghidupkan jiwa kalian, menegakkan dan membangkitkan kalian.&lt;br /&gt;Itulah ilmu yang bermanfaat. Bagaimana tidak demikian, karena ia telah menutup pintu makhluk dan membuka Pintu Allah azza wa-Jalla, yaitu Pintu Agung. Jika penutupan pintu dan pembukaan pintu ini benar pada seorang hamba, maka ia akan kehilangan dukungan manusia, namun ia akan khalwat, lalu datanglah pakaian dalam hatinya, datang pula kunci-kunci yang mampu menyingkap kulit-kulit dan yang ada adalah isi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu hawa nafsu tertutup,  lalu ia menang dalam pergumulan jiwa, lalu terbukalah jalan menuju Allah azza wa-Jalla, lalu muncullah ketekunan atas hasratnya yang selaras dengan ketekunan pendahulu-pendahulunya dari para Nabi dan Rasul Saw, serta para WaliNya. Ketekunan itu tidak lain adalah ketekunan bersih tanpa kotoran, ketekunan tauhid tanpa syirik, ketekunan pasrah total tanpa kontra padaNya, ketekunan jujur tanpa dusta, ketekunan pada Allah azza wa-Jalla, bukan pada makhluk, ketekunan pada Sang Penyebab, bukan pada akibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketekunan-ketekunan inilah yang digapai oleh para pemimpin agama, raja-raja ma’rifat, yang disebut sebagai Rjalul Haq Azza wa-Jalla, para kaum terpilihNya, parakekasihNya, yang senantiasa sebagai pembela agamaNya dan mereka adalah pecinta agamaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakalah kalian, bagaimana anda mengklaim mengikuti thariqah kaum sufi sedangkan anda musyrik dengan lainNya? Anda ini tidak punya iman, sedangkan di muka bumi ini masih ada yang anda takuti dan anda harapkan. Anda tidak bisa zuhud di dunia selama di dunia masih ada yang kau harapkan. Anda tidak bertauhid selama anda masih memandang yang lainNya dalam perjalananmu menuju kepada Allah azza wa-Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang ‘arif senantiasa asing di dunia dan akhirat dan zuhud dari dunia dan akhirat, serta zuhud dari segala hal selain Allah azza wa-Jalla secara total, karena tak ada yang kesenangan sedikit pun selain padaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kaumku… Dengarkan sesuatu dariku, jangan sampai ada prasangka buruk dalam hatimu. Bagaimana tidak, kalian berprasangka dan menggunjingku, padahal aku sangat sayang pada kalian, aku memikul beban kalian, menjahit amal-amal kalian yang compang camping dan memohonkan syafa’at untuk kalian pada Allah azza wa-Jalla, memohonkan ampunan dosa-dosa kalian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang kenal aku, ia tidak akan berpaling dariku sampai mati, kesenangan dan kenikmatan, makan dan minumnya serta pakaiannya pun, tidak ada yang mengalahkan kesenangannya bersamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak sekalian… Bagaimana kalian tidak mencintaiku, akulah yang sangat berkehendak untuk kebahagiaanmu, bukan untuk kepentinganku! Aku ingin kemanfaatan ada dalam hidupmu, kebersihan dirimu dari kekuasaan dunia yang mematikan dan penuh tipudaya itu, sampai kapan terus mengikuti jejak dunia? Sebentar lagi dunia berpaling dari kalian dan membnuh kalian. Sedangkan Allah azza wa-Jalla tidak membiarkan kekasihNya bersama dunia bahkan tak sejenak pun. Dia tidak menginginkan kekasihNya merasa aman dengan dunia, tidak membiarkan bersama dunia dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru Dialah bersama mereka dan mereka bersamaNya. Selamanya hati mereka hanya untukNya, berdzikir di sisiNya, hadir. Sedangkan pada yang lainNya, ia menolak hanya kepadaNya ia menghadap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-2044645846717965191?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/2044645846717965191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2011/06/ikhlas-dalam-ramai-dalam-sunyi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/2044645846717965191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/2044645846717965191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2011/06/ikhlas-dalam-ramai-dalam-sunyi.html' title='Ikhlas Dalam Ramai Dalam Sunyi'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-794188023642707475</id><published>2011-06-25T05:42:00.000+07:00</published><updated>2011-06-26T10:19:52.963+07:00</updated><title type='text'>Apa Ada Kentut Yang Islami ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebuah seminar kaum cendekiawan Muslim sedang berlangsung, membahas Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita ini sudah waktunya meninggalkan Iptek dari Barat, karena dalam Al-Qur’an sudah lengkap dan&lt;br /&gt;sempurna tentang ayat-ayat Iptek,” kata seorang professor dari Gajah Mada University sembari membacakan sejumlah ayat Al-Qur’an tentang Iptek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peserta sangat terkesima dengan paparan Islamisasi yang dicanangkannya, yang dianggapnya sebagai upaya menuju kebangkitan Islam pada 14 Hijriyah ini.&lt;br /&gt;Di tengah-tengah kesima peserta, seorang peserta interupsi.&lt;br /&gt;“Bapak ini ternyata orang munafik!!!...” katanya cukup keras.&lt;br /&gt;Seluruh isi ruangan jadi gemuruh dan gaduh.&lt;br /&gt;“Alasan anda mengatakan bapak professor ini munafik apa?” Tanya moderator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau anda meminta ummat Islam meninggalkan Iptek dari Barat dan seluruh konsep Iptek yang datang dari Barat, karena yang serba Barat anda anggap ilmunya kafir, kenapa anda masih menggunakan mikrofon, listrik, otomotif dan kendaraan serta computer dari Barat?”&lt;br /&gt;Suasana jadi gaduh dan gelagapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi kan di Al-Qur’an sudah jelas semuanya. Semuanya pun harus berdasarkan Al-Qur’an…” jawab sang professor Islamisasi tadi.&lt;br /&gt;“Nah, sekarang bapak tidak hanya munafik, tapi telah dzolim…” kata sang peserta….&lt;br /&gt;Suasana tambah riuh, bahkan seperti muncul sambutan tepuk tangan yang bersorak.&lt;br /&gt;“Sebentar…sebentar….Maksudnya bagaimana anda ini kok menuding professor ini munafik dan dzolim…” Tanya moderator kembali.&lt;br /&gt;“Bagaimana tidak munafik, wong sudah jelas minta meninggalkan Iptek Barat, malah anda memakai. Kenapa kita nggak adakan seminar ini di tengah hutan atau di tengah lapangan tanpa mikrofon, kita jalan kaki, atau pakai onta dan kuda saja.”&lt;br /&gt;“Anda sebut dzolim?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, karena pak professor tidak faham tafsir Al-Qur’an, tidak memahami kedudukan ayat suci Al-Qur’an, lalu meletakkan ayat Al-Qur’an bukan pada tempatnya. Nah, meletakkan kedudukan ayat suci bukan pada tempat pandangan, itu kan dzolim namanya…”&lt;br /&gt;Lalu sang moderator menyilakan kepada professor untuk membela diri.&lt;br /&gt;“Begini, pokoknya Al-Qur’an itu kebenaran mutlak…pokoknya…pokoknya…pokoknya…” kata professor itu, sembari mempertahankan “pokoknya” yang dihitung oleh peserta tadi sampai hampir 30-an kata “pokoknya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf professor, sekarang gelar anda bertambah. Bukan hanya munafik, dzolim, tapi juga bodoh…”&lt;br /&gt;“Apa alasan anda memberi gelar bodoh pada professor itu?” Tanya moderator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena kebodohan itu selalu bersembunyi dibalik “pokoknya”. Di dalam “pokoknya” pasti ada hawa nafsu dan emosi. Dalam emosi dan hawa nafsu ada kebodohan…Nanti lama-lama Pak Professor ini membuat paradigma agar kalau kita kentut pun harus Islami. Saya nanti akan muncul pertanyaan, bagaimana bau kentut yang Islami, bunyi kentutnya bagaimana, strateginya kayak apa, dan dalilnya di surat apa..Lalu apa kita akan bikin seminar dengan judul Islamisasi kentut?. ”&lt;br /&gt;Suasana jadi gerrrr. Seminar pun jadi bubar dan bubrah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-794188023642707475?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/794188023642707475/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2011/06/apa-ada-kentut-yang-islami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/794188023642707475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/794188023642707475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2011/06/apa-ada-kentut-yang-islami.html' title='Apa Ada Kentut Yang Islami ?'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-3674214403508505793</id><published>2011-06-25T05:40:00.000+07:00</published><updated>2011-06-26T10:20:08.824+07:00</updated><title type='text'>Seorang Miskin Membangun Mesjid Paling Unik di Dunia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mungkin kita tak percaya jika tidak melihat faktanya. Seorang yang tidak kaya, bahkan tergolong miskin, namun mampu membangun sebuah Masjid di Turki. Nama masjidnya pun paling aneh di dunia, yaitu “*Shanke Yadem*” (Anggap Saja Sudah Makan). Sangat aneh bukan? Dibalik Masjid yang namanya paling aneh tersebut ada cerita yang sangat menarik dan mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya begini : Di sebuah kawasan Al-Fateh, di pinggiran kota Istanbul ada seorang yang wara’ dan sangat sederhana, namanya Khairuddin Afandi. Setiap kali ke pasar ia tidak membeli apa-apa. Saat merasa lapar dan ingin makan atau membeli sesuatu, seperti buah, daging atau manisan, ia berkata pada dirinya: Anggap saja sudah makan yang dalam bahasa Turkinya “ Shanke Yadem” . Nah, apa yang dia lakukan setelah itu? Uang yang seharusnya digunakan untukmembeli keperluan makanannya itu dimasukkan ke dalan kotak (tromol)…Begitulah yang dia lakukan setiap bulan dan sepanjang tahun. Ia mampumenahan dirinya untuk tidak makan dan belanja kecuali sebatas menjaga kelangsungan hidupnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun Khairuddin Afandi konsisten dengan amal dan niatnya yang kuat untuk mewujudkan impiannya membangun sebuah masjid. Tanpa terasa, akhirnya Khairuddin Afandi mampu mengumpulkan dana untuk membangun sebuah masjid kecil di daerah tempat tinggalnya. Bentuknyapun sangat sederhana, sebuah pagar persegi empat, ditandai dengan dua menara di sebelah kiri dan kanannya, sedangkan di sebelah arah kiblat ditengahnya dibuat seperti mihrab. Akhirnya, Khairuddin berhasil mewujudkan cita-citanya yang amat mulia itu dan masyarakat di sekitarnyapun keheranan, kok Khairuddin yang miskin itu di dalam dirinya tertanam sebuah cita-cita mulia, yakni membangun sebuah masjiddan berhasil dia wujudkan. Tidak bayak orang yang menyangka bahwa Khairudin ternyata orang yang sangat luar biasa dan banyak orang yang kaya yang tidak bisa berbuat kebaikan seperti Khairuddin Afandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masjid tersebut berdiri, masyarakat penasaran apa gerangan yang terjadi pada Akhiruddin Afandi. Mereka bertanya bagaimana ceritanya seorang yang miskin bisa membangun masjid. Setelah mereka mendengar cerita yang sangat menakjubkan itu, merekapun sepakat memberi namanya dengan: “Shanke yadem” (Angap Saja Saya Sudah makan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi di atas saya dapat di sini, sungguh luar biasa. Kita belajar banyak dari kesederhanaan, ketulusan dan keikhlasan Khairuddin. Beramal bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja tidak harus menjadi kaya dulu. Bahkan banyak orang yang diberikan kekayaan oleh Allah lantas menjadi lupa untuk beramal. Harta yang digunakan Khairuddin untuk membangun mesjid diperoleh dengan cara yang halal dan itulah salah satu penyebab orang senang datang ke mesjid yang dibangunnya walaupun mesjid tersebut sangat sederhana. Semoga di Indonesia akan banyak orang-orang seperti khairuddin yang beramal bukan karena ingin di puji orang akan tetapi semata-mata mengharapkan Ridho dari Allah SWT, amien.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-3674214403508505793?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/3674214403508505793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2011/06/seorang-miskin-membangun-mesjid-paling.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/3674214403508505793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/3674214403508505793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2011/06/seorang-miskin-membangun-mesjid-paling.html' title='Seorang Miskin Membangun Mesjid Paling Unik di Dunia'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-2779785989964311083</id><published>2011-06-25T05:30:00.001+07:00</published><updated>2011-06-26T10:20:24.955+07:00</updated><title type='text'>Cinta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Syeikh Abul Hasan Asy-Asyadzily Beliau r.a. menceritakan dari gurunya: Tekunilah bersuci dari kesyirikan; setiap kali berhadas, maka kamu bersuci; jangan sekutukan Allah dengan sesuatu pun. Dan dari noda cinta dunia; setiap kali condong kepada suatu syahwat, kamu meluruskan dengan tobat apa yang telah atau hampir dirusak oleh hawa nafsu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kamu harus mencintai Allah Swt. dalam pengagungan dan kesucian. Biasakanlah minum dengan gelas-Nya (sekaligus) bersama kemabukan dan kesegaran: Setiap kali tersadar atau terbangun, teruslah minum sehingga jadilah mabukmu dan segarmu dengan-Nya. Hingga kamu lenyap dengan keindahan-Nya dari cinta dan dari minuman, kemuliaan, dan gelas, dengan apa yang tampak bagimu dari cahaya keindahan-Nya dan kegungan-Nya yang suci dan sempurna.&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Barangkali aku berbicara kepada orang yang tidak mengenal cinta dan minuman, minum, gelas, kemabukan, maupun kesegaran. Seseorang berkata kepadanya, “Benar. Berapa banyak orang yang tenggelam dalam sesuatu, tetapi ia tidak mengetahui ketenggelamannya. Karena itu, kenalkanlah kepadaku dan ingatkan aku terhadap apa yang tidak aku ketahui atau terhadap apa yang telah Dia anugerahkan kepadaku sedangkan aku lalai.”&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Aku berkata kepadanya, “Baiklah. Cinta adalah pikatan dari Allah terhadap hati hamba yang mencinta dengan apa yang Dia singkapkan untuknya dari keindahan-Nya, kesucian kesempurnaan keagungan-Nya, cahaya-cahaya dengan cahaya-cahaya, nama-nama dengan nama-nama, sifat-sifat dengan sifat-sifat, dan perbuatan-perbuatan dengan perbuatan-perbuatan (af’al). Dan menjadi luas pandangan padanya bagi orang yang Allah kehendaki.&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Minum adalah penuangan hati, sendi-sendi, dan nadi-nadi dari minuman ini hingga memabukkan. Dan minum itu adalah dengan pelatihan demi pelatihan dan pembersihan (pendidikan). Karena itu, masing-masing dituangkan sesuai dengan kadarnya, Sebagian mereka dituangkan tanpa media atau perantara, Allah Swt. yang menangani hal ini untuknya. Sebagian lagi dituangkan dari sudut media-media dengan perantara-perantara seperti malaikat, para ulama, tokoh-tokoh besar dari kalangan muqarrabin (dekat kepada Allah). Dan, sebagian lagi bahkan mabuk dengan menyaksikan gelas sebelum mencicipinya sedikit pun. Bagaimana adanya menurutmu setelah mencicipi, setelah minum, setelah puas, setelah mabuk dengan minuman? Kemudian, kesegaran setelah itu di atas ukuran-ukuran yang berbeda sebagaimana kemabukan demikian juga halnya.&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Gelas adalah makrifat kepada al-Haqq. Dia mengerjakan minuman yang suci murni lagi jernih itu kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-Nya yang diberikan kekhususan di antara para makhluk-Nya. Maka, kadang-kadang peminum menyaksikan gelas itu secara bentuk lahir, kadang-kadang menyaksikan nya secara maknawi, dan kadang-kadang menyaksikan nya secara ilmiah. Bentuk adalah jatah fisik badan dan nafsu, maknawi adalah jatah akal dan hati, dan ilmiah adalah jatah bagian roh dan sir (matabatin). Oh duhai minuman, betapa lezatnya.&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sungguh beruntung orang yang meminum darinya, senantiasa terus-menerus, dan tidak diputus darinya. Maka, kita memohon kepada Allah semoga mendapatkan karunia-Nya. Itu adalah karunia Allah, Dia berikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan, Allah memiliki karunia yang sangat besar.&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kadang-kadang jemaah para pencinta berkumpul lalu minum dituangkan kepada mereka dari satu gelas. Kadang-kadang dituangkan kepada mereka dari gelas-gelas yang banyak. Kadang-kadang dituangkan kepada seorang saja dengan satu gelas dan beberapa gelas. Kadang-kadang minuman berbeda sesuai dengan jumlah gelas. Dan kadang-kadang juga berbeda minumnya padahal dari satu gelas, meskipun banyak orang yang telah minum darinya.&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Beliau juga ditanya tentang cinta. Beliau menjawab, “Cinta adalah pikatan dari Allah untuk hati hamba-Nya dari setiap sesuatu selain-Nya. Sehingga kamu melihat ego condong kembali ketaatan terhadap-Nya, akal berbenteng dengan maghfirah-Nya, roh terpikat di dalam hadirat-Nya, dan matabatin tercurah dalam musyahadah kepada-Nya. Dan hamba selalu minta tambah, lantas ditambahkan dan meminta dibukakan dengan apa yang lebih manis dari kelezatan munajat-munajat kepada-Nya, lantas dia dibusanai perhiasan-perhiasan pendekatan diatas permadani kedekatan. ltulah yang dinamakan pikiran-pikiran hakikat dan kekokohan ilmu. Oleh karena itu, mereka mengatakan: ‘Para wall Allah itu pengantin-pengantin.’&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Seseorang berkata kepadanya, “Sungguh aku telah mengetahui cinta. Lalu, apa minuman cinta, apa gelas cinta, siapa penuang, bagaimana rasanya, siapa peminum, apa kepuasan, apa kemabukan, dan apa kesegaran?” Beliau r.a. menjawab, “Minuman adalah cahaya yang bersinar tajam dari keindahan Kekasih. Gelas adalah kelembutan yang menyampaikan hal itu ke mulut-mulut hati. Penuang adalah Yang Menangani bagi orang istimewa paling agung, dan orang-orang saleh dari para hamba-Nya, Dialah Yang Maha Mengetahui segala ukuran dan kemaslahatan para kekasih-Nya.&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Siapa yang disingkapkan untuknya keindahan itu dan menikmatinya dalam satu napas atau dua napas kemudian dibentangkan tirai atasnya, maka dialah pencicip yang merindu, Siapa yang berlangsung baginya hal tu selama satu jam atau dua jam, maka dia adalah peminum sejati. Dan, siapa yang berkelanjutan padanya perkara itu dan penuangan minuman berlangsung terus hingga tenggorokan penuh dan sendi-sendinya dari cahaya-cahaya Allah yang tersimpan, maka itulah kepuasan. Dan, karena ia kehilangan indra dan pikiran, sehingga dia tidak tahu apa yang dikatakan dan apa yang ia katakan, maka itulah kemabukan.&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dan kadang-kadang gelas-gelas beredar di seputar mereka, keadaan mereka pun berbeda-beda. Mereka dikembalikan kepada zikir, keadaan-keadaan, dan ketaatan-ketaatan, serta mereka tidak berhasil dalam menggapai sifat-sifat bersama berdesakannya takdir. Maka, ilmu lah waktu kesegaran mereka, keluasan pandangan mereka, dan bertambahnya amal mereka. Maka, dengan bintang-bintang ilmu dan purnama tauhid, mereka mendapat petunjuk di malam mereka. Dengan matahari-matahari makrifat mereka memperoleh cahaya. Mereka itulah partai Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itu golongan yang menang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-2779785989964311083?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/2779785989964311083/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2011/06/cinta_24.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/2779785989964311083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/2779785989964311083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2011/06/cinta_24.html' title='Cinta'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-7009335689366893901</id><published>2011-01-05T14:25:00.000+07:00</published><updated>2011-01-05T14:26:25.590+07:00</updated><title type='text'>Obat dari kegilaan ku</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: center; text-indent: 36pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Aku menyadari bahwa jiwa dan raga ini akan kembali pada Sang Ilahi Robbi. Akan tetapi kesadaran ku tidak mampu merubah diriku untuk segera kembali mengingat dan menjalankan perintah dari Sang Pencipta, apakah memang hatiku yang sudah mati atau terlalu kotor sehingga sudah tidak ada pancaran sinar yang menenangkan dan menggugah untuk kearah perubahan yang lebih baik. Ataukah memang nafsu yang sudah menyelimuti bahkan menguasai diri ini sehingga sifat kebaikan yang ada dalam diri ini sudah tidak lagi mau berkompromi untuk bangkit keambali. Sampai kapan aku akan merasakan derita kesakitan seperti ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Akhir-akhir ini aku merasakan kegilaan yang begitu hebat, sampai-sampai membuat diriku berjalan tanpa tentu arah. Menuju tujuan yang tiada arah. Ingin rasanya menemukan seseorang yang dapat menjawab setiap permasalahan dan kegilaan yang sedang aku alami. Bahkan kegilaan ini saking begitu hebatnya menjadikan diriku seorang pengecut, penakut dan menjadi orang linglung yang berjalan tanpa tentu arah dan senantiasa menyendiri sepi tanpa arti.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Setiap kali aku berjalan berharap adakah orang yang mampu menolong dan menjawab setiap pertanyaanku sehingga mampu melepaskan jiwa serta fikiran ku dari kegilaan ini. Dan inipun hanya jiwa dan perasaan serta fikiranku yang mengerti. Tiada orang lain yang sanggup mengerti akan kondisiku, jiwaku serta perasaanku. Setiap detik aku mencoba merenung dan merenung tapi belum juga menemukan jawaban yang pasti. Kegilaan yang kurasakan semakin menjadi-jadi. Bahkan semakin membuat diri ini ingin merasakan mati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Apakah aku akan mengalami masa-masa yang begitu menyengsarakan berjalan-jalan di dunia yang tanpa arah, lalu di ikuti oleh anak-anak kecil yang begitu banyaknya sambil di teriyaki “orang gila-orang gila” akan kah terjadi sampai segitunya. Ataukah ada seseorang yang mampu mengobati kegilaanku ini. Sungguh aku merasakan kegilaan yang begitu hebatnya. Ataukah jiwa ku sendiri yang mampu mengobati kegilaan ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Sebenarnya tidak hanya sekali,dua kali aku merasakan seperti ini tapi yang ku rasakan ini berbeda, kegilaan yang sudah di ambang batas kewajaran, sehingga raga serta jiwaku tidak mampu menerima semua itu, sehingga berdampak pada kondisi fisik ku yang semakin melemah dan terus melemah. &lt;span style="" lang="FI"&gt;Aku berharap kondisi seperti ini tidak akan lama ku alami. Biarkan orang berkata apa tentang kondisi ragaku ini, akan tetapi aku hanya dan tetap mengharap ada seseorang yang mampu memberikan penawar akan kegilaan yang ku alami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ooo Tuhan hamba merasakan sakit yang begitu mendalam Sehingga menimbulkan kegilaan. Kegilaan yang sudah di ambang batas kewajaran. Kegilaan yang hampir membuat ku mati di telan kerasnya jalanan. Akan tetapi aku walaupun dalam kondisi kegilaan ku. Aku masih tetap mengingat akan kasih sayang-Mu dan kemurahan serta limpahan rohmat serta inayah-Mu. Setelah ku mencoba melawan kegilaan yang terjadi pada diriku. Setelah ku merenung dan mengambil air wudhu. Maka aku teringat pesan ibnu mas’ud seorang sahabat nabi yang mempunyai obat pelipur rasa tenang dan kegilaan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang mampu melepaskan ku dari kegilaan dan perasaan yang tidak tenang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan aku pun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;teringat akan nasehat beliau ” Kalau penyakit itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat. Pertama , engkau datangi tempat orang membaca Al-Qur’an, engkau membaca Al-Qur’an, engkau dengarkan baik-baik orang yang membaca Al-Qur’an. Atau kedua , engkau datangi majlis taklim yang mengingatkan hati kepada Allah. Atau ketiga, engkau mencari waktu dan tempat yang sunyi, di situ engkau menyendiri menyembah Allah, seperti pada waktu lewat tengah malam, di saat orang sedang tidur nyenyak, engkau bangun mengerjakan shalat malam, meminta kepada Allah ketenangan jiwa, ketentraman pikiran, dan keikhlasan hati.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Apa yang beliau tuturkan segera aku laksanakan, segera aku ambil air wudhu kembali, lalu ku gelar sajadah yang sudah lama tersimpan di almari. Aku pun segera menghadapkan diri yang hina dina ini serta berlumuran dosa ini kepada Sang Pencipta ketenangan di hati. Dan di dalam sholatku aku menemukan kembali ketenangan itu, dan aku pun menangis sejadi-jadinya. Hingga tetes air mata ini berlinang membasahi pipi. Sungguh ketenangan yang selama ini belum pernah aku temukan. Tapi sekarang aku merasakan ketenangan yang sungguh luar biasa hebatnya. Ketenangan, kenyamanan, keheningan yang mampu mengobati kegilaan ku ini. Seusai sholat aku bersimpuh di hadapan Allah memohon dan bertanya akan segala derita penyakit yang aku alami. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Aku pun merasakan kembali derai air mata ini mengalir membasahi pipi. Hati yang tadinya gersang, fikiran tak tentu arah,serta kegilaan yang melanda kini mulai terobati. Aku bertanya pada Allah “Ya Allah mengapa hidup ku begitu berat seperti ini yang ku alami sehingga aku merasakan kegilaan yang begitu beratnya tak kuat aku menjalani hidup seperti ini” ku luapkan semua apa yang ada di benak hati ini. Seluruh pertanyaan yang bersarang dalam hati aku utarakan kepada Allah. Akupun mulai merasakan ketenangan dalam hati serta mengharap Allah akan menjawab setiap pertanyaan dan uraian perasaan yang ada dalam hati ini. Sehingga aku dapat terlepas dari kegilaan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Seusai sholat aku mengikuti saran dari sahabat nabi Ibnu mas’ud tadi. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yaitu dengan membaca Al Qur’an dengan harapan akan mampu menambah ketenangan dalam hati. Aku pun Mulai &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mengambil mushaf Al Qur’an lengkap beserta terjemahan yang lagi-lagi tersimpan indah di lemari. Maklum sudah lama aku tak memegang mushaf Qur’an semenjak aku tinggal di perantauan. Aku pun Mulai membuka mushaf Al Quran lalu ku buka lembar-demi lembar, halaman demi halaman. Dan hatiku pun tertuju pada surat Al Ankabut. Aku pu memulai dengan bacaan ummul kitab, lalu mulai ku baca ayat pertama ”alim lam mim” lalu ayat kedua aku tersadar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Subhanallah Allah menjawab pertanyaan yang ku hatur kan dalam sholat ku tadi &lt;i style=""&gt;” &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.( QS Al ankabut : 2-3)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Aku pun kembali berlinangan air mata, sungguh linangan air mata yang menentramkan hati. &lt;i style=""&gt;“Ya Allah laailaha illa anta Subhanaka ini kuntu minadzolimin.” &lt;/i&gt;Ya Allah Maha Suci Engkau Ya Allah, sungguh hamba mu ini termasuk orang yang berlaku dzolim. Aku pun meneteskan air mata yang begitu hebatnya seakan air mata ini tak mau berhenti dan terus berlinangan. Ya Allah Maha suci Engkau ya Allah. Aku hanyalah seorang hamba yang jauh dari Engkau. Kegilaan ku berawal dan bermula dari kebodohan serta kelemahanku dalam menemukan hakekat akan bersyukur kepada-Mu ya Allah. Ya Allah ampunilah segala dosa-dosaku. Dosa yang begitu besar dan tiada tara. Hamba memohon Engkau lah dzat yang Maha kuasa dan Maha kuasa. Hamba menyadari kegilaan ini karena hamba jauh dari-Mu walaupun menghadap-Mu tapi hanya raga saja yang menghadapmu tapi hati serta fikiran ini tidak menghadapmu. Fikiran dan jiwa ini memikirkan keduniaan, memikirkan permasalahan keduniaan. Sungguh betapa dzolim diri ini. Menghadap Allah dengan sholat tapi tidak mampu menemukan hakekat sholat, hakekat sebenar-benarNya yaitu menghadap Kepada Allah azza wa jalla. Hamba-Mu ini terlalu sibuk dengan urusan dunia. Ya Allah janganlah dunia ini sampai melalaikan hamba sehingga menjauhkan diri dari Engkau. Hamba mohon agar hamba dapat senantiasa bersama dengan Engkau dalam hati yang senantiasa bercahaya dan dekat dengan Engkau. Hamba merasakan cukup untuk keduniaan yang fana ini. Karena dunia ini hanya semu semata (fatamorgana). Cukuplah Engkau yang menjadi penolong serta tempat berlabuh dalam suka dan duka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Terima kasih ya Allah Engkau telah memberikan obat dan jawaban atas semua pertanyaan dan kegalauan serta kegilaan yang sempat mendera ku. Hamba mohon bimbingan selalu dari Mu ya Allah. Hamba takut kalau hamba kehilangan Engkau. Karena Engkau adalah satu-satunya dzat yang hamba cintai dan sayangi. hamba tidak mengaharap syurga akan tetapi hamba mengaharapkan dapat senantiasa berada di sisi Engkau hingga di kehidupan akherat kelak. Amiin ya Allah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dan akhirnya aku pun menyadari akan penyakit dan kegilaan yang selama ini mendera bathin, hati serta jiwa raga ini. Semua obat sudah Allah persiapkan bagi kita. Sesungguhnya hidup kita akan tenang dan damai serta nyaman ketika dalam hidup kita senantiasa memegang teguh panduan kita yaitu Al Qur’an dan sunah. Karena manusia terkadang saking sibuknya mengurusi keduniaan mereka lupa akan pegangan hidup mereka. Bagaimana kita bisa menuju tempat tujuan kita bila kita tidak mau bahkan sama sekali tidak pernah membaca atau mempelajari panduan jalan kita. Yang terjadi adalah kita akan senantiasa tersesatkan oleh urusan keduniaan dan nafsu angkara yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;senantiasa menggerogoti jiwa, hati serta iman kita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Marilah saudaraku seiman dan seperjuangan, di kehidupan akhir zaman ini. Mari senantiasa kita tingkatkan kembali beribadah kepada Allah dan membaca surat cinta dari Allah. Karena pada hakekatnya ketika kita membaca Al Qur’an maka sesungguhnya kita sedang berdialog atau berbicara langsung dengan Allah. Oleh karena itu mari kita tingkatkan membaca Al Qur’an tidak hanya sekedar tulisan arabnya tapi mari kita mulai memaknai akan terjemahannya. Lalu kita amalkan serta jalankan dalam kehidupan sebagai panduan hidup kita di dunia sehingga kita mampu selamat dari Api neraka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena sesungguhnya Al Qur’an itu tidak ada keraguan di dalamnya. &lt;i style=""&gt;“ dzalikal kitabu laa roiba fiihii. Hudallil muttaqin”Sesungguhnya kitab ini Al Qur’an tidak ada keraguan di dalam nya. Panduan/petunjuk bagi orang yang bertaqwa( QS Al baqoroh : 2).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Semoga memberikan hikmah dan manfaat bagi kita semua. Amiin Ya Robb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Di tulis dari kisah seorang sahabat yang merasakan kegalauan akan menghadapi ujian dalam kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-7009335689366893901?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/7009335689366893901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2011/01/obat-dari-kegilaan-ku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/7009335689366893901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/7009335689366893901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2011/01/obat-dari-kegilaan-ku.html' title='Obat dari kegilaan ku'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-5199573433786522968</id><published>2010-09-01T08:02:00.000+07:00</published><updated>2010-09-01T08:03:00.865+07:00</updated><title type='text'>Rembulan Cinta</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Rembulan di sepertiga malam&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Engkau begitu indah cantik nun berseri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Dalam hatiku bertasbih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Inilah bukti cinta sang Pemberi Cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rembulan Engkaulah contoh dari Sang Pemberi Cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Engkaulah pemberi cinta yang tulus dan mengerti akan hakikat cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Engkau senantiasa memberikan pancaran sinar cintamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang begitu Indah, menyejukkan di pandangan mata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menetramkan hati di puncak kekudusan Ilahi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Engkaulah bukti akan hakekat Cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Engkau senantiasa memberikan pancaran cintamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tanpa engkau mengharapkan ada makhluk yang membalas cintamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Engkau hanya mengharap cinta dari Sang Maha Pemberi Cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Engkaulah makhluq penuh cinta yang ikhlas dan menerima&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menebarkan cinta tanpa mengharap balasan cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bahkan membuat diri yang dhoif serta hina ini malu ketika melihat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Engkau begitu tulus menebarkan pancaran cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Hingga diri ini merenung dan acapkali terpesona dengan kecantikan serta keindahan mu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Sehingga membuat diri ini Semakin cinta kepada Sang Maha Pemberi Cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Cukuplah Allah di hati dan untuk selamanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Ungaran, 15 Ramadhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-5199573433786522968?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/5199573433786522968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2010/08/rembulan-cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/5199573433786522968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/5199573433786522968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2010/08/rembulan-cinta.html' title='Rembulan Cinta'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-3914070324534322170</id><published>2010-09-01T08:01:00.000+07:00</published><updated>2010-09-01T08:02:10.911+07:00</updated><title type='text'>“Cinta Syurgawi”</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; orang berkata Cinta Membuat Orang Gila&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Orang yang pandai dan berwibawa pun menjadi gila karena cinta&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tapi tidak bagi Aku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Cinta yang aku rasakan hanyalah tertujukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada Engkau Sang Maha Pemberi Cinta&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Itulah yang menjadi harapan diri yang dhoif&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;serta hina ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Wahai Kekasih Lindungilah hati ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dari keinginan menduakan cinta-Mu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tegurlah aku jika mulai berpaling dan menduakan cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Cukuplah Cintaku hanya kepada Mu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Engkaulah kekasih ku Pelipur Lara ku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dimana pun, kapan pun Engkau begitu setia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ketika aku sakit Engkau Melipur lara sakit ku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ketika Aku di rundung kemelut keduniaan Engkau memberikan Semangat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agar jangan putus asa dan tetap semangat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kalaupun Engkau menghendaki ada sedikit cinta &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Yang Engkau rasukkan ke dalam qolbu ini &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Untuk mencintai sesama makhluk yang telah Engkau Ciptakan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Maka aku putuskan dan aku katakan kepada Engkau Wahai Kekasihku Yang haqiqi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Cukuplah Engkau yang menjadi kekasihku Kelak di syurga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Atau cukuplah Engkau persiapkan Untukku belahan Jiwaku di syurgamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;1/3 Malam Ungaran, 15 Ramadhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-3914070324534322170?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/3914070324534322170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2010/08/cinta-syurgawi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/3914070324534322170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/3914070324534322170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2010/08/cinta-syurgawi.html' title='“Cinta Syurgawi”'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-7311891634528296860</id><published>2010-09-01T07:59:00.000+07:00</published><updated>2010-09-01T08:01:19.079+07:00</updated><title type='text'>Hakekat Cinta</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ketika Hamba dihadapkan pada cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Maka hamba katakan apakah itu cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Cinta Hanya Membuat manusia buta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Cinta terkadang menjadi panah syetan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Yang menghinggapi nafsu kebinatangan manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Hamba yang dhoif, hina, nista ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Masih mengaharapkan Cinta Sang Maha Pemberi Cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Tapi mengapa manusia tega menduakan cinta Sang Maha Pemberi Cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Wahai Binatang-Binatang Yang berakal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Dimanakah nalurimu, Sebaik makhlukh Ciptaan Pemberi Cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sejauh mana, sedalam apa pengorbanan cinta &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;yang telah engkau berikan kepada Sang Maha Pemberi cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Janganlah Cinta Nafsu Binatang yang kau paksakan kepada Manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Nafsu belaka yang hanya mendasarinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mengapa banyak orang mengatakan cinta kepada manusia pasti yang terlihat bagi mata yang dusta ini hanyalah kesempurnaan semata yang di pandang utama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tapi dia tidak melihat hakekat dan makna cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hanyalah Sang Maha Pemberi cinta yang menjadi sandaran Cinta Utama dan Yang terakhir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hingga Ruh ini Engkau Jemput Wahai Kekasih ku Yang haqiqi dan sejati sehingga kita dapat memadukan cinta kita yang haqiqi di syurga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ungaran, 15 Ramadhan 1431&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-7311891634528296860?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/7311891634528296860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2010/08/hakekat-cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/7311891634528296860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/7311891634528296860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2010/08/hakekat-cinta.html' title='Hakekat Cinta'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-5594263041482808779</id><published>2009-11-15T02:25:00.000+07:00</published><updated>2009-11-15T02:28:35.909+07:00</updated><title type='text'>Kunci Kesejahteraan Hidup Di Dunia ini*</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTABLOI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTABLOI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTABLOI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:.5in; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.5in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.5in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:.5in; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:502670877; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:2138705156 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l1 	{mso-list-id:1195967091; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:838754778 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style=""&gt;Kunci Kesejahteraan Hidup Di Dunia ini*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Oleh : E Mustofa Atmaji&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Kunci Rahasia seseorang ingin mendapatkan kesejahteraan di dunia wal akhirat adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Janganlah kita Berprasangka buruk pada Sang Pencipta Yaitu Allah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Jangan berburuk sangka pada Rosulullah, para sahabat, para alim ulama’&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Jangan berprasangka buruk pada diri sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mari kita uraikan tiga kunci rahasia yang telah abang AR berikan. Kesejahteraan, ketentraman, kemakmuran, kedamaian dan ketenangan semua itu adalah suatu hal yang di impikan dan di cita-citakan oleh individu manusia yang hidup di seluruh muka bumi ini. Ada banyak sekali penelitian yang membuktikan bahwa beberapa hal di atas tersebut kalau tidak seimbang dan tidak berada pada takarannya maka yang terjadi manusia itu akan merasakan hampa dan terbakar nafsu yang semakin menjadi jadi. Banyak Orang yang sudah ci beri kecukupan oleh Allah rumah mehah, mobil kinclong. Tapi masih saja merasa kekurangan. dan ada lagi yang menunjukkan bahwa harta yang melimpahpun belum tentu mampu dan bias menjadi penawar hati dan jiwa. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;Janganlah kita berprasangka buruk pada Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Firman Allah :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Dan supaya dia mengadzab orang-orang munafik laki-laki dan orang-orang munafik perempuan, dan orang-orang Musyrik laki laki dan orang-orang musyrik perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah, mereka akan mendapat giliran (keburukan) yang amat buruk, dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka jahannam. Dan (neraka jahannam) itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. Al Fath, 6).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;“…. Mereka berprasangka yang tidak benar terhadap Allah SW T sperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: apakah ada bagi kita suatu hak( campur tangan ) dalam urusan ini. Katakanlah : sungguh semua urusan itu di tangan Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kita janganlah sekali-kali berprasangka buruk pada Allah, coba kita renungkan bersama nikmat Allah yang bias dikatakan tidak terputus mulai kita dalam kandungan ibu sampai kita seperti sekarang ini. Nikmat Allah yang manakah yang akan kamu dustakan ( Q.S Arrahman.) mulai dari nikmat berupa kesehatan yang alhamdulillah selama ini masih dan senantiasa mengiringi aktfitas kita. Kalau bahasa jawa mengatakan jan jane kurang opo sing wis di wenehi gusti Allah.” * contoh konkrit lagi nikmat menghirup udara atau oksigen, coba anda bayangkan dan anda rasakan ketika seseorang itu sedang sakit dan berada di rumah sakit lalu membutuhkan oksigen sebagai alat Bantu pernafasan coba di renungi semisal setiap satu kali kita menghirup nafas dan itu di hargai atau di rupiahkan sebesar Rp100 saja. Maka kalau di hargai mulai dari kita keluar dari rahim ibu sampai kita dewasa seperti sekarang ini harus membayar berapa milyar bahkan trilyun uang yang harus kita bayar. Belum lagi nikmat kelengkapan anggota badan kita. Kelengkapan anggota badan mulai dari kepala, kelengkapan kedua mata, kedua telinga, hidung, mulut, kedua tangan dan kedua kaki. Itu adalah nikmat yang sungguh dan amat sangat luar biasa. Tapi terkadang manusia itu tidak mau menyadari dan bahkan ada yang sampai mengkufuri akan nikmat dari Allah. Naudzubillah miin dzalik. Dengan demikian seharusnya tibul rasa malu dalam diri kita bahwa agar senantiasa segera bertaubat dan lebih memaknai dan mensyukuri akan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.kalau kita memahami dan menyadari akan hal itu sudah semestinya kita tidak boleh berburuk sangka pada Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Jangan berburuk sangka Pada Rosulullah para sahabat dan alim ulama’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Terkadang manusia berprasangka buruk pada rosul sahabat dan para alaim ulama’ sekali lagi yang perlu kami tegaskan bahwa Rosul, para sahabat dan para alim ulama’ adalah sosok seorang manusia yang di ciptakan Allah mempunyai embanan amanah yang sangat luar biasa dalam menegakkan dan menjunjung tinggi agama islam. Terkadang banyak para pemikir yang katanya intellectual muda tapi cara pandang dan berfikirnya belum bias dan mendalami tentang sejarah perjuangan para nabi dan rosul serta para sahabat dan alim ulama’ dalam menegakkan dinullah. Bahkan para nabi dan rosul sahabat rele mempertaruhkan nyawanya demi memperjuangkan islam. Lalu apa yang sudah nyata-nyata dan relevan bukti bahwa kita cinta islam? Apakah dengan dakwah? Ataukah dengan menjadi pejuang pengeboman di berbagai tempat di Indonesia? Ini menjadi muhasabah dan renungan yang sangat mendalam bagi kita. Sekali lagi bahwa ketika kita berkata bahwa aku beragama islam maka kita harus bias totalitas dalam memperjuangkan dan menegakkan ajaran-ajaran nya di muka bumi ini. Karena sebab itulah janganlah sampai kita berprasangka buruk pada para nabi dan rosul, sahabat dan alim ulama’ yang senantiasa menegakkan kalimat Allah di dunia ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Jangan berprasangka buruk pada diri      sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Berburuk ksangka pada diri sendiri, terkadang manusia tanpa menyadari dalam dirinya sendiri pernnah bahkan sering sekali berprasangka buruk pada diri sndiri contoh konkritnya kita tidak boleh berprasangka buruk pada diri adalah ketika kita punya suatu msalah janganlah kita sampai diri kita meremehkan atau bahkan putus semangat. Dalam bahasa “&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;wah aku kok koyok ngene “&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena buruk sangka itu tidak baik. Banyak sekali di dalam Al qur’an di jelaskan terkait dengan janganlah kita berburuk sangka. Karena sekali lagi hidup ini di harus kita jalani jangan berfikir nantinya mau jadi apa dan apa, yang penting kita niatkan ikhlas Lillahi ta’ala. Karena semua itu Allah sudah menuliskan di Lauhil mahfudz. Dan yang namanya kita mencari ilmu janganlah kita mengejar-ngejar ilmunya itu tapi semata-mata kita niatkan dalam mencari ilmu itu sebagai rasa bentuk syukur dn ibadah kita kepada Allah. InsyaAllah kalau kita niatkan untuk beribadah kepada Allah maka niscaya InsyaAllah ilmu itu akan masuk menjadi pemahaman dengan sendirinya. Makanya marilah kita bangun sinergisitas keindahan dalam kehidupan ini. Janganlah kehidupan ini justru kita jadikansesuatu yang tidak ada guna di mata Alah. Kita harus mulai menyadari bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara dan tidak kekal. Dan kita harus menjadikan hidup kita ini menjadi hidup yang sangat indah, kita bingkai film ini dengan baik, marilah kita menjadi aktor yang handal dan ahli sehingga nantinya di akhirat film kita ini akan menjadi tontonan yang insyaAllah menempatkan kita di sisi Allah di tempat yang di ridhoi Allah SWT. Terkait kejelasan buruk sangka di dalam kitab Minhaj Dijelaskan bahwa janganlah kita mempunyai sikap buruk sangka. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify;"&gt;Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata menjelaskan ucapan Al-Khaththabi tentang zhan yang dilarang dalam hadits ini, “Zhan yang diharamkan adalah zhan yang terus menetap pada diri seseorang, terus mendiami hatinya, bukan zhan yang sekadar terbetik di hati lalu hilang tanpa bersemayam di dalam hati. Karena zhan yang terakhir ini di luar kemampuan seseorang. Sebagaimana yang telah lewat dalam hadits bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memaafkan umat ini dari apa yang terlintas di hatinya selama ia tidak mengucapkannya atau ia bersengaja. ” (Al-Minhaj, 16/335)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;Marilah hal ini menjadi renungan dan muhasabah bagi kita semua. Bagi yang alhamdulillah sudah lurus berada di jaan Allah mari kita istiqomahkan karena kunci kesemuannya itu adalah istiqomah. Dan bagi yang belum menemukan sejatining diri maka semangatlah dan berjuanglah karena semua itu adalah bentuk lelaku yang harus kita jalani dalam kehidupan ini. Terima kasih atas perhatian dari pembaca. Pada tulisan ini penulis mersa masih banyak sekali kekurangan dan kelengkapan maka tidak ada salahnya penulis memohon kritik dan saran agar dapat di jadikan bahan renungan dan muhasabah bagi penulis agar dapat meningkatkan kualitasa dalam menulis dan senantiasa lebih menjadi suatu saran dalam berdakwah dan enjadi riyadhoh dalam mendekatkan diri pada Allah serta meningkatkan iman penulis dengan berdakwah melalui tulisan. Amin amin ya robbal alamien.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;Al Faqir IllaAllah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-5594263041482808779?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/5594263041482808779/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2009/11/kunci-kesejahteraan-hidup-di-dunia-ini.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/5594263041482808779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/5594263041482808779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2009/11/kunci-kesejahteraan-hidup-di-dunia-ini.html' title='Kunci Kesejahteraan Hidup Di Dunia ini*'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-4120372463453184656</id><published>2009-05-29T22:28:00.000+07:00</published><updated>2009-05-29T22:30:43.378+07:00</updated><title type='text'>Wanita Yang Masuk Neraka Karena Seekor Kucing</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hati yang keras dan tabiat yang buruk bisa menjerumuskan pemiliknya ke dalam Neraka. Hal itu karena ia kosong dari kasih sayang yang membuatnya tidak peduli terhadap apa yang dia lakukan kepada orang lain, maka ia membunuh, memukul dan merusak.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan itu, mereka mencelakakan diri mereka disebabkan oleh apa yang mereka lakukan kepada orang lain. Di antara mereka ada seorang wanita yang diceritakan oleh Rasululloh &lt;em&gt;ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam&lt;/em&gt;. Dia mengurung seekor kucing sampai ia mati kelaparan dan kehausan. Karena perbuatan itu dia pun masuk Neraka.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;NASH HADITS&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Umar dari Nabi &lt;em&gt;ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam &lt;/em&gt;bersabda, yang artinya: &lt;em&gt;“Seorang wanita masuk Neraka karena seekor kucing yang diikatnya. Dia tidak memberinya makan dan tidak membiarkannya makan serangga bumi.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;Dalam riwayat Bukhari, &lt;em&gt;“Seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang dia kurung sampai mati. Dia masuk Neraka karenanya. Dia tidak memberinya makan dan minum sewaktu. Mengurungnya. Dia tidak pula membiarkannya dia makan serangga bumi.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;Rasululloh &lt;em&gt;ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam &lt;/em&gt;telah melihat wanita yang mengikat kucing ini berada di Neraka manakala beliau melihat Surga dan Neraka pada shalat gerhana. Dalam Shahih Bukhari dari Asma binti Abu Bakar bahwa Rasululloh &lt;em&gt;ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam &lt;/em&gt;bersabda, yang artinya: &lt;em&gt;“Lalu Neraka mendekat kepadaku sehingga aku berkata, ‘Ya Rabbi, aku bersama mereka?’ Aku melihat seorang wanita. Aku menyangka wanita itu diserang oleh seekor kucing. Aku bertanya, ‘Bagaimana ceritanya?’ Mereka berkata, ‘Dia menahannya sampai mati kelaparan. Dia tidak memberinya makan dan tidak pula membiarkannya mencari makan.” Nafi’ berkata, “Menurutku dia berkata, ‘Mencari makan dari serangga bumi.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;Muslim meriwayatkan dari Jabir hadits Rasululloh &lt;em&gt;ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam &lt;/em&gt;yang melihat seorang wanita yang mengikat kucing berada di Neraka. Di dalamnya terdapat keterangan bahwa wanita itu berasal dari Bani Israil. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa wanita itu berasal dari Himyar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;TAKHRIJ HADITS&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hadits tentang kucing dalam Shahih Bukhari dalam Kitab Bad’il Khalqi, bab”Jika lalat jatuh ke dalam bejana salah seorang dari kalian” (VI/356), no. 3318. Dan dalam Kitab Ahaditsil Anbiya’, no. 3482. Dan dalam Kitabul Musaqah, bab keutamaan memberi minum, 5/41, no. 2365.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar dalam Kitabus Salam, bab ”Diharamkannya membunuh kucing” (4/1760, no. 2242-2243).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadits tentang Rasululloh &lt;em&gt;ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam &lt;/em&gt;melihat seorang wanita yang mengikat kucing diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih-nya dalam Kitabul Adzan dan Asma’ binti Abu Bakar (2/231, no. 745) dan Kitabul Musaqah Abdullah, keutamaan memberi minum air (5/41) no. 2364.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun riwayat Muslim tentang Rasululloh &lt;em&gt;ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam &lt;/em&gt;melihat wanita yang menyiksa kucing terdapat dalam Kitabul Kusuf, bab apa yang diperlihatkan kepada Rasululloh dalam shalat Kusuf, 2/622, no. 904.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;PENJELASAN HADITS&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ini adalah kisah wanita Himyariyah Israiliyah yang mengurung seekor kucing, tetapi dia tidak memberinya makan dan minum hingga kucing itu mati karena kelaparan dan kehausan. Ini menunjukkan kerasnya tabiat wanita itu, betapa buruk akhlaknya, serta tiadanya belas kasih di hatinya. Dia sengaja menyakiti. Jika di hatinya terdapat belas kasih, niscaya dia melepaskan kucing itu. Dan sepertinya dia mengurungnya sepanjang siang dan malam. Ia merasakan haus dan lapar dengan suara yang memelas meminta bantuan dan pertolongan. Suara dengan ciri tersendiri yang dikenal oleh orang-orang yang mengenal suara. Akan tetapi, hati wanita ini telah membatu dan tidak terketuk oleh suara pilu kucing itu. Dia tidak menghiraukan harapan dan impiannya. Suara itu melemah, lalu seterusnya menghilang. Kucing itu mati. Ia mengadu kepada Tuhannya tentang kezhaliman manusia yang hatinya keras dan membatu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika wanita ini ingin agar kucing ini tetap di rumahnya, dia mungkin saja memberinya makan dan minum yang bisa menjaga hidupnya. Rasululloh &lt;em&gt;ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam&lt;/em&gt; telah menyampaikan kepada kita bahwa kita meraih pahala dengan berbuat baik kepada binatang. Jika dia enggan memberinya makan yang menjaganya dari hidup, maka dia harus melepasnya dan membiarkannya bebas di bumi Alloh yang luas. Ia pasti mendapatkan makanan yang bisa menjaga hidupnya. Lebih-lebih, Alloh telah menyediakan rizki bagi kucing tersebut dari sisa-sisa makanan orang, begitu pula serangga-serangga yang ditangkapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perbuatan ini telah mencelakakan wanita tersebut, sehingga dia masuk Neraka. Rasululloh &lt;em&gt;ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam &lt;/em&gt;melihat kucing itu memburu wanita yang menahannya di Neraka. Bekas-bekas cakaran tergores di wajah dan tubuhnya. Beliau melihat itu manakala Surga dan Neraka diperlihatkan kepadanya pada saat shalat gerhana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;PELAJARAN-PELAJARAN DAN FAEDAH-FAEDAH HADITS&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Besarnya dosa orang-orang yang menyiksa binatang dan menyakitinya dengan memukul dan membunuh. Wanita ini masuk Neraka karena dia menjadi sebab kematian seekor kucing.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Boleh menahan binatang seperti kucing, burung, dan sebagainya, jika diberi makan dan minum. Jika tidak mampu atau tidak mau, maka hendaknya melepaskannya dan membiarkannya pergi di bumi Alloh yang luas untuk mencari rizkinya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;Di Akhirat, manusia diadzab sesuai dengan perbuatannya di dunia. Wanita ini diserang oleh seekor kucing di Neraka dengan mencakari tubuhnya.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;(Sumber: Shohih al-Qoshosh karya DR. Umar Sulaiman Abdullah al-Asyqor&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-4120372463453184656?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/4120372463453184656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2009/05/wanita-yang-masuk-neraka-karena-seekor.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/4120372463453184656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/4120372463453184656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2009/05/wanita-yang-masuk-neraka-karena-seekor.html' title='Wanita Yang Masuk Neraka Karena Seekor Kucing'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-8541440260472915142</id><published>2009-05-29T22:22:00.000+07:00</published><updated>2009-05-29T22:47:42.632+07:00</updated><title type='text'>Kucing Lincah yang Ingin Disayang</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;img src="http://www.harunyahya.info/indo/anak/images_books/images_endoanimals/cat_tiger.gif" width="204" align="right" height="179" /&gt;&lt;span class="hyg"&gt;Kucing                adalah binatang yang mandiri, dan hidup tanpa tergantung orang lain.                Mereka tidak pernah menyerah pada keinginan pemiliknya, sebagaimana                dilakukan oleh anjing piaraan. Seperti yang mungkin kalian sering                lihat, kucing mengeong bila merasa lapar, menggesekkan badannya                ke kakimu bila ingin di belai, mendengkur dengan senangnya bila                dielus dan maksud-maksud lain dengan aneka tingkah laku mereka.                &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hygCopy"&gt;&lt;img src="http://www.harunyahya.info/indo/anak/images_books/images_endoanimals/53.jpg" width="250" align="left" height="179" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hyg"&gt;&lt;i&gt;Tahukah                kalian bahwa kucing memiliki pandangan sempurna pada malam hari?                &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="hyg"&gt;Ya, bahkan dalam tempat yang temaram binatang berbulu                ini dapat melihat. Allah telah menciptakan mata mereka berbeda dari                mata-mata lainnya. Dalam gelap pupil matanya membesar dan membulat                untuk menerima cahaya sebanyak mungkin. Hal ini menjadikan penglihatannya                tajam. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="hyg"&gt;&lt;img src="http://www.harunyahya.info/indo/anak/images_books/images_endoanimals/54.jpg" width="186" align="right" height="135" /&gt;Disamping                itu, mata kucing memiliki lapisan tambahan di belakang retinanya.                Menembus retina tersebut, cahaya mencapai lapisan ini dan dipantulkan                kembali ke retina. Cahaya melewati retina dua kali karena lapisan                ini memantulkan cahaya kembali. Dengan demikian, tidak seperti manusia,                kucing dapat melihat dengan sangat jelas di tempat temaram maupun                gelap. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="hyg"&gt;&lt;i&gt;Pernahkah kalian berpikir mengapa mata kucing menyala                di malam hari?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="hyg"&gt;&lt;img src="http://www.harunyahya.info/indo/anak/images_books/images_endoanimals/53a.jpg" width="173" align="left" height="106" /&gt;Hal                ini berkaitan dengan lapisan tambahan pada matanya yang telah kita                kemukakan. Seperti kalian ketahui, lapisan ini memantulkan cahaya                layaknya sebuah cermin. Pantulan cahaya inilah yang membuat mata                kucing terlihat menyala. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="hyg"&gt;&lt;i&gt;Tahukan kalian ciri-ciri kaki kucing? &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="hyg"&gt;Dalam keadaan bahaya, kaki-kaki kecil ini berubah menjadi                cakar buas. Yang membuatnya berbahaya adalah kuku tajam yang tersembunyi                di balik telapak kakinya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="hyg"&gt;&lt;i&gt;Mengapa mereka selalu jatuh di atas keempat kakinya?                &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hyg"&gt;&lt;img src="http://www.harunyahya.info/indo/anak/images_books/images_endoanimals/54a.jpg" width="205" align="right" height="121" /&gt;Kalian                telah tahu bahwa kucing selalu jatuh di atas keempat kakinya, sekalipun                mereka jatuh dari tempat tinggi. Alasan mengapa kucing jatuh di                atas kakinya adalah bahwa mereka menggunakan ekornya untuk menjaga                keseimbangan ketika mereka jatuh, dan dengannya menyetel pusat gravitasi                tubuh mereka dan mendarat di atas kakinya.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             Yang memberikan mereka sifat yang akan menjamin keamanan binatang                yang suka memanjat pohon atau berkeliaran di tempat yang tinggi                adalah Tuhan Yang Maha Perkasa, Yang Maha Pengasih dan Penyayang.                &lt;/span&gt; &lt;span class="chyg"&gt;&lt;br /&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="chyg"&gt;Disarikan dari karya Harun Yahya..&lt;br /&gt;             &lt;img src="http://www.harunyahya.info/indo/anak/images_books/images_endoanimals/bird17.gif" width="604" height="47" /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="baslik2"&gt;&lt;a name="14"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="chyg"&gt;&lt;br /&gt;             &lt;/span&gt;&lt;span class="chyg"&gt;               &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-8541440260472915142?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/8541440260472915142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2009/05/kucing-lincah-yang-ingin-disayang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/8541440260472915142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/8541440260472915142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2009/05/kucing-lincah-yang-ingin-disayang.html' title='Kucing Lincah yang Ingin Disayang'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-3948872286641757983</id><published>2009-05-28T22:59:00.000+07:00</published><updated>2009-05-28T23:13:19.469+07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Doa Dapat Mempercepat Kesembuhan Pasien</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;span class="ayetler"&gt;&lt;span&gt;Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". (QS. Al Mu'min, 40:60)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                               &lt;/blockquote&gt;                               &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Menurut Al Qur'an, doa, yang berarti "seruan, men&lt;/span&gt;yampai&lt;span&gt;kan ungkapan, permintaan, permohonan pertolongan," adalah berpalingnya seseorang dengan tulus ikhlas kepada Allah, dan memohon pertolongan dari-Nya, Yang Mahakuasa, Maha Pengasih dan Penyayang, dengan kesadaran bahwa dirinya adalah wujud yang memiliki kebergantungan. Penyakit adalah salah satu dari contoh tersebut yang dengannya manusia paling merasakan kebergantungan ini dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Tambahan lagi, penyakit adalah sebuah ujian, yang direncanakan menurut Hikmah Allah, yang terjadi dengan Kehendak-Nya, dan sebagai peringatan bagi manusia akan kefanaan dan ketidaksempurnaan kehidupan ini, dan juga sebagai sumber pahala di Akhirat atas kesabaran dan ketaatan karenanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                               &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Sebaliknya mereka yang tidak memiliki iman, meyakini bahwa jalan kesembuhan adalah melalui dokter, obat atau kemampuan teknologi mutakhir dari ilmu pengetahuan modern. Mereka tidak pernah berhenti untuk merenung bahwa Allah-lah yang menyebabkan keseluruhan perangkat tubuh mereka untuk bekerja di saat mereka sedang sehat, atau Dialah yang menciptakan obat yang membantu penyembuhan dan para dokter ketika mereka sakit. Banyak orang hanya kembali &lt;/span&gt; menghadap &lt;span&gt;kepada Allah di saat mereka sadar bahwa para dokter dan obat-obatan tidak&lt;/span&gt; memiliki kesanggupan&lt;span&gt;. Orang-orang yang berada pada keadaan tersebut memohon pertolongan hanya kepada Allah, setelah menyadari bahwa hanya Dialah yang dapat membebaskan mereka dari kesulitan. Allah telah menyatakan pola pikir ini dalam sebuah ayat: &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                               &lt;blockquote&gt;                                 &lt;p class="ayetler"&gt;&lt;span&gt;Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan. (QS, Yunus, 10:12)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                               &lt;/blockquote&gt;                               &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Padahal sesungguhnya, sekalipun dalam keadaan sehat, atau tanpa cobaan atau kesulitan lain, seseorang wajib berdoa dan bersyukur kepada Allah atas segala kenikmatan, kesehatan dan seluruh karunia yang telah Dia berikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                               &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Inilah satu sisi paling penting dari doa: Di samping berdoa dengan lisan menggunakan suara, penting pula bagi seseorang melakukan segala upaya untuk berdoa melalui perilakunya. Berdoa dengan perilaku bermakna melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk mencapai harapan tertentu. Misalnya, di samping berdoa, seseorang yang sakit sepatutnya juga pergi ke dokter ahli, menggunakan obat-obatan yang ber&lt;/span&gt;khasiat&lt;span&gt;, dan men&lt;/span&gt;jalani &lt;span&gt;perawatan rumah sakit jika perlu, atau perawatan khusus dalam bentuk lain. Sebab, Allah mengaitkan segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pada sebab-sebab tertentu. Segala sesuatu di dunia dan di alam semesta terjadi mengikuti sebab-sebab ini. Oleh karena itu, seseorang haruslah melakukan segala hal yang diperlukan dalam kerangka sebab-sebab ini, sembari berharap hasilnya dari Allah, dengan kerendahan diri, berserah diri dan bersabar, dengan &lt;/span&gt; menyadari&lt;span&gt; bahwa Dialah yang me&lt;/span&gt;nentu&lt;span&gt;kan hasilnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                               &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Pengaruh &lt;/span&gt;menguntungkan&lt;span&gt; dari keimanan dan doa &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;bagi&lt;span&gt; orang sakit&lt;/span&gt;,&lt;span&gt; dan bagaimana hal ini dapat mempercepat penyembuhan adalah sesuatu yang telah menarik perhatian dari dan dianjurkan oleh para dokter. Dengan judul &lt;/span&gt; &lt;span&gt; &lt;span&gt; &lt;i&gt; &lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"God and Health: Is Religion Good Medicine? Why Science Is Starting to Believe&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt;" [Tuhan dan Kesehatan: Apakah Agama Adalah Obat Yang Baik? Mengapa Ilmu Pengetahuan Mulai Percaya], majalah terkenal &lt;i&gt;Newsweek&lt;/i&gt; terbitan tanggal 10 November&lt;/span&gt; 2003 men&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;gangkat&lt;span&gt; pengaruh agama dalam penyembuhan penyakit sebagai bahasan utamanya. Majalah tersebut melaporkan bahwa keimanan kepada Tuhan meningkatkan harapan pasien dan membantu pemulihan mereka dengan mudah, dan bahwa ilmu pengetahuan mulai meyakini bahwa pasien dengan keimanan agam&lt;/span&gt;a&lt;span&gt; akan pulih lebih cepat dan &lt;/span&gt;lebih &lt;span&gt; mudah. Menurut pendataan oleh &lt;i&gt;Newsweek&lt;/i&gt;, 72% masyarakat Amerika mengatakan mereka percaya bahwa berdoa dapat menyembuhkan seseorang dan berdoa membantu kesembuhan. Penelitian di Inggris dan Amerika Serikat juga telah menyimpulkan bahwa doa dapat mengurangi gejala-gejala penyakit pada pasien dan mempercepat proses penyembuhannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                               &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Michigan, depresi dan stres teramati pada orang-orang &lt;/span&gt;yang taat beragama &lt;span&gt;dengan tingkat rendah. Dan, menurut penemuan di Universitas Rush di Chicago, tingkat kematian dini di kalangan orang-orang yang beribadah dan berdoa secara teratur adalah sekitar 25% lebih rendah dibandingkan pada mereka yang tidak memiliki keyakinan agama. Penelitian lain yang dilakukan terhadap 750 orang, yang menjalani pemeriksaan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;angiocardiography&lt;/i&gt; [&lt;span&gt;jantung dan pembuluh darah&lt;/span&gt;]&lt;span&gt;, membuktikan secara ilmiah "kekuatan penyembuhan dari doa." Telah diakui bahwa tingkat kematian di kalangan pasien penyakit jantung yang berdoa menurun 30% dalam satu tahun pasca operasi yang mereka jalani.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                               &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Sejumlah contoh doa yang disebutkan dalam Al Qur'an adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                               &lt;blockquote&gt;                                 &lt;p class="ayetler"&gt;&lt;span&gt;Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang". Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (QS. Al Anbiyaa', 21:83-84)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                 &lt;p class="ayetler"&gt;&lt;span&gt;Dan (ingatlah  kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau.  Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. (QS. Al Anbiyaa', 21:87-88)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                 &lt;p class="ayetler"&gt;&lt;span&gt;Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: "Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami. (QS. Al Anbiyaa', 21:89-90)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                 &lt;p style="text-align: justify;" class="ayetler"&gt;&lt;span&gt;Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami: maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami). (QS. Ash Shaaffaat, 37:75)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;                               &lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                               &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Sebagaimana telah disebutkan, doa tidak semestinya hanya dilakukan untuk menghilangkan penyakit, atau kesulitan-kesulitan duniawi lainnya. Orang beriman yang sejati haruslah senantiasa berdoa kepada Allah dan menerima apa pun yang datang dari-Nya. Kenyataan bahwa sejumlah manfaat doa yang diwahyukan di dalam banyak ayat Al Qur'an kini sedang diakui kebenarannya secara ilmiah, sekali lagi mengungkapkan keajaiban yang dimiliki Al Qur'an.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                                                &lt;span&gt;Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah, 2:186)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sarikan dari artikel  Harun yahya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-3948872286641757983?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/3948872286641757983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2009/05/bagaimana-doa-dapat-mempercepat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/3948872286641757983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/3948872286641757983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2009/05/bagaimana-doa-dapat-mempercepat.html' title='Bagaimana Doa Dapat Mempercepat Kesembuhan Pasien'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-5984063826071082164</id><published>2009-02-28T07:18:00.000+07:00</published><updated>2009-02-28T07:22:21.829+07:00</updated><title type='text'>Kasih Ibu</title><content type='html'>Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya&lt;br /&gt;Suaminya sudah lama meninggal karena sakit&lt;br /&gt;Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.&lt;br /&gt;Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap&lt;br /&gt;Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung&lt;br /&gt;pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari&lt;br /&gt;di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan&lt;br /&gt;Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada&lt;br /&gt;Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda apa yang terjadi?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah&lt;br /&gt;dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,&lt;br /&gt;dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata&lt;br /&gt;Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan&lt;br /&gt;Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu&lt;br /&gt;karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu untuk dijadikan renungan utk kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang t ida k bisa dinilai dengan apapun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is a story living in us that speaks of our place in the world&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is a story that invites us to love what we love and simply be ourselves&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa berarti&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak akan bisa diputar kembali&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-5984063826071082164?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/5984063826071082164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2009/02/kasih-ibu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/5984063826071082164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/5984063826071082164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2009/02/kasih-ibu.html' title='Kasih Ibu'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-2831783207972045941</id><published>2009-02-27T22:48:00.001+07:00</published><updated>2009-02-27T22:49:43.275+07:00</updated><title type='text'>Kasih Sayang</title><content type='html'>Kasihilah penghuni bumi, niscaya engkau dikasihi penghuni langit. Muhammad Rasulullah Dalam hadis di atas, yang dimaksud ''penghuni langit'' adalah Allah dan para malaikatNya. Adapun ''penghuni bumi'' yang patut dikasihi dan sekaligus dikasihani, merujuk riwayat Abu Hurairah, yaitu segala yang bernyawa. Dengan demikian, menolong mereka -- termasuk memberi air kepada anjing yang kehausan, seperti disabdakan Rasulullah -- berpahala. Tak mengherankan bila kemudian para sahabat Nabi SAW saling berlomba untuk mengasihi para penghuni bumi. Abu Darda, misalnya, begitu sayang kepada burung. Ia berkeliling mendekati anak-anak untuk membeli burung mereka. Ia lalu melepas burung-burung itu seraya berkata, ''Terbanglah, dan kamu bebas mencari penghidupan sendiri.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmat Allah yang oleh Alquran disebut mencakup segala sesuatu (wasi'at kulla syai'in), seluruh nikmat yang kita rasakan, barulah satu dari seratus rahmat-Nya. Sedang 99 rahmat yang lain sementara masih ditahan, dan seperti dikatakan Rasulullah, akan diberikan khusus kepada hamba-hambanya yang beriman yang di dalam dirinya terdapat getaran cinta. Sabda Rasulullah: ''Yang bisa masuk surga hanyalah orang yang mempunyai rasa belas kasihan.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menebar rasa cinta haruslah menyeluruh, tidak pandang bulu, bahkan kepada para preman atau bangsat sekalipun. Kepada mereka, kita tidak boleh mengutuk dan mengumbar dendam. Rasulullah SAW, bahkan, menyuruh kita prihatin dan mendoakan mereka: Alhamumma irhamhu. Allahumma tub 'alaihi (Ya Allah, kasihanilah dia. Ya Allah, ampunilah dia). Kasih sayang (rahmah) juga berarti harapan agar seseorang kembali ke pangkuan Ilahi. Seorang sufi Syaqiq al-Zahid mengatakan: ''Pada saat kamu teringat atau bertemu orang jahat, kemudian kamu tidak merasa belas kasihan kepadanya, berarti kamu lebih jahat dari dia.'' Cinta kepada sesama adalah tolok ukur iman seseorang. Rasulullah SAW menegaskan, ''Bila seseorang tidak punya rasa belas kasihan terhadap sesamanya, maka Allah pun tidak menaruh kasihan kepadanya.'' (riwayat Bukhari-Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, dalam hadis yang lain disebutkan bahwa salat dan puasa belum cukup membawa seseorang ke surga sampai dadanya bersih dari dendam, hatinya penyayang, dan berbelas kasih terhadap sesama. Khalifah Umar bin Abdul Aziz menjelaskan, amal yang paling disenangi Allah SWT ada tiga: ''Memberi maaf sewaktu sempat membalas dendam, berlaku adil saat emosi, dan menaruh belas kasihan terhadap sesama hamba Allah.'' Dalam kehidupan kita ini, begitu banyak manusia yang patut dikasihani: yang miskin, yang tak beribu bapak, yang jahat karena terpaksa, yang terkena musibah, dan seterusnya. Mereka adalah makhluk seperti kita, bernyawa. Bedanya, nasib baik belum berpihak kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Republika.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-2831783207972045941?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/2831783207972045941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2009/02/kasih-sayang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/2831783207972045941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/2831783207972045941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2009/02/kasih-sayang.html' title='Kasih Sayang'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-5051635245953145712</id><published>2009-02-19T05:40:00.000+07:00</published><updated>2009-02-19T06:09:28.284+07:00</updated><title type='text'>Memelihara Ikatan Hati Dan Ikatan Iman</title><content type='html'>&lt;i style="font-family: georgia;"&gt;“Ruh-ruh itu adalah tentara-tentara yang selalu siap siaga, yang telah saling mengenal maka ia (bertemu dan) menyatu, sedang yang tidak maka akan saling berselisih (dan saling mengingkari)”&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;. (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Inilah karakter ruh dan jiwa manusia, ia adalah tentara-tentara yang selalu siap siaga, kesatuaannya adalah kunci kekuatan, sedang perselisihannya adalah sumber bencana dan kelemahan. Jiwa adalah tentara Allah yang sangat setia, ia hanya akan dapat diikat dengan kemuliaan Yang Menciptakanya,. Allah berfirman yang artinya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; “Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelajakan semua (kekayaan) yang berada dibumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. 8:63)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Dan tiada satupun ikatan yang paling kokoh untuk mempertemukannya selain ikatan akidah dan keimanan. Imam Syahid Hasan Al Banna berkata:“Yang saya maksud dengan ukhuwah adalah terikatnya hati dan ruhani dengan ikatan aqidah. Aqidah adalah sekokoh-kokoh ikatan dan semulia-mulianya. Ukhuwah adalah saudaranya keimanan, sedangkan perpecahan adalah saudara kembarnya kekufuran”. (Risalah Ta’lim, 193)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Sebab itu, hanya dengan kasih mengasihi karena Allah hati akan bertemu, hanya dengan membangun jalan ketaatan hati akan menyatu, hanya dengan meniti di jalan dakwah ia akan berpadu dan hanya dengan berjanji menegakkan kalimat Allah dalam panji-panji jihad fi sabilillah ia akan saling erat bersatu. Maka sirami taman persaudaraan ini dengan sumber mata air kehidupan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; 1. Sirami dengan mata Air Cinta dan Kasih sayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Kasih sayang adalah fitrah dakhil dalam jiwa setiap manusia, siapapun memilikinya sungguh memiliki segenap kebaikan dan siapapun yang kehilangannya sungguh ditimpa kerugian. Ia menghiasi yang mengenakan, dan ia menistakan yang menanggalkan. Demikianlah pesan-pesan manusia yang agung akhlaqnya menegaskan. Taman persaudaraan ini hanya akan subur oleh ketulusan cinta, bukan sikap basa basi dan kemunafikan. Taman ini hanya akan hidup oleh kejujuran dan bukan sikap selalu membenarkan. Ia akan tumbuh berkembang oleh suasana nasehat menasehati dan bukan sikap tidak peduli, ia akan bersemi oleh sikap saling menghargai bukan sikap saling menjatuhkan, ia hanya akan mekar bunga-bunga tamannya oleh budaya menutup aib diri dan bukan saling menelanjangi. Hanya ketulusan cinta yang sanggup mengalirkan mata air kehidupan ini, maka saringlah mata airnya agar tidak bercampur dengan iri dan dengki, tidak keruh oleh hawa nafsu, egoisme dan emosi, suburkan nasihatnya dengan bahasa empati dan tumbuhkan penghargaannya dengan kejujuran dan keikhlasan diri. Maka niscaya ia akan menyejukkan pandangan mata yang menanam dan menjengkelkan hati orang-orang kafir (QS.48: 29).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; 2. Sinari dengan cahaya dan petunjuk jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Bunga-bunga tamannya hanya akan mekar merekah oleh sinar mentari petunjuk-Nya dan akan layu karena tertutup oleh cahaya-Nya. Maka bukalah pintu hatimu agar tidak tertutup oleh sifat kesombongan, rasa kagum diri dan penyakit merasa cukup. Sebab ini adalah penyakit umat-umat yang telah Allah binasakan. Dekatkan hatimu dengan sumber segala cahaya (Alquran) niscaya ia akan menyadarkan hati yang terlena, mengajarkan hati yang bodoh, menyembuhkan hati yang sedang sakit dan mengalirkan energi hati yang sedang letih dan kelelahan. Hanya dengan cahaya, kegelapan akan tersibak dan kepekatan akan memudar hingga tanpak jelas kebenaran dari kesalahan, keikhlasan dari nafsu, nasehat dari menelanjangi, memahamkan dari mendikte, objektivitas dari subjektivitas, ilmu dari kebodohan dan petunjuk dari kesesatan. Sekali lagi hanya dengan sinar cahaya-Nya, jendela hati ini akan terbuka. “Maka apakah mereka tidak merenungkan Al Quran ataukah hati mereka telah terkunci”. (QS. 47:24)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; 3. Bersihkan dengan sikap lapang dada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Minimal cinta kasih adalah kelapangan dada dan maksimalnya adalah itsar ( mementingkan orang lain dari diri sendiri) demikian tegas Hasan Al Banna. Kelapangan dada adalah modal kita dalam menyuburkan taman ini, sebab kita akan berhadapan dengan beragam tipe dan karakter orang, dan “siapapun yang mencari saudara tanpa salah dan cela maka ia tidak akan menemukan saudara” inilah pengalaman hidup para ulama kita yang terungkap dalam bahasa kata untuk menjadi pedoman dalam kehidupan. Kelapang dada akan melahirkan sikap selalu memahami dan bukan minta dipahami, selalu mendengar dan bukan minta didengar, selalu memperhatikan dan bukan minta perhatian, dan belumlah kita memiliki sikap kelapangan dada yang benar bila kita masih selalu memposisikan orang lain seperti posisi kita, meraba perasaan orang lain dengan radar perasaan kita, menyelami logika orang lain dengan logika kita, maka kelapangan dada menuntut kita untuk lebih banyak mendengar dari berbicara, dan lebih banyak berbuat dari sekedar berkata-kata. “Tidak sempurna keimanan seorang mukmin hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya”. ( HR. Bukhari Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; 4. Hidupkan dengan Ma’rifat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Hidupkan bunga-bunga di taman ini dengan berma’rifat kepada Allah dengan sebenar-benar ma’rifat, ma’rifat bukanlah sekedar mengenal atau mengetahui secara teori, namun ia adalah pemahaman yang telah mengakar dalam hati karena terasah oleh banyaknya renungan dan tadabbur, tajam oleh banyaknya dzikir dan fikir, sibuk oleh aib dan kelemahan diri hingga tak ada sedikitpun waktu tersisa untuk menanggapi ucapan orang-orang yang jahil terlebih menguliti kesalahan dan aib saudaranya sendiri, tak ada satupun masa untuk menyebarkan informasi dan berita yang tidak akan menambah amal atau menyelesaikan masalah terlebih menfitnah atau menggosip orang. Hanya hati-hati yang disibukkan dengan Allah yang tidak akan dilenakan oleh Qiila Wa Qaala (banyak bercerita lagi berbicara) dan inilah ciri kedunguan seorang hamba sebagaimana yang ditegaskan Rasulullah apabila ia lebih banyak berbicara dari berbuat, lebih banyak bercerita dari beramal, lebih banyak berangan-angan dan bermimpi dari beraksi dan berkontribusi. “Diantara ciri kebaikan Keislaman seseorang adalah meninggalkan yang sia-sia”. ( HR. At Tirmidzi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; 5. Tajamkan dengan cita-cita Kesyahidan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; “Pasukan yang tidak punya tugas, sangat potensial membuat kegaduhan” inilah pengalaman medan para pendahulu kita untuk menjadi sendi-sendi dalam kehidupan berjamaah ini. Kerinduan akan syahid akan lebih banyak menyedot energi kita untuk beramal dari berpangku tangan, lebih berkompetisi dari menyerah diri, menyibukkan untuk banyak memberi dari mengoreksi, untuk banyak berfikir hal-hal yang pokok dari hal-hal yang cabang. “Dan barang siapa yang meminta kesyahidan dengan penuh kejujuran, maka Allah akan menyampaikanya walaun ia meninggal diatas tempat tidurnya”. ( HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; “Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah bersatu berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepadaMu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (dijalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahay-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifat-mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Amin… &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-5051635245953145712?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/5051635245953145712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2009/02/memelihara-ikatan-hati-dan-ikatan-iman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/5051635245953145712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/5051635245953145712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2009/02/memelihara-ikatan-hati-dan-ikatan-iman.html' title='Memelihara Ikatan Hati Dan Ikatan Iman'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-1165472739402735012</id><published>2009-02-19T05:25:00.000+07:00</published><updated>2009-02-19T05:39:08.232+07:00</updated><title type='text'>Sebab Naik Turunnya Iman</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;CARA MENAIKKAN KADAR IMAN :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;1. Pelajarilah berbagai ilmu agama Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;a. Perbanyaklah membaca Al-Qur’an dan renungkan maknanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Ayat-ayat Al-Qur’an memiliki target yang luas dan spesifik sesuai kebutuhan masing-masing orang yang sedang mencari atau memuliakan Tuhannya. Sebagian ayat Al-Qur’an mampu menggetarkan kulit seseorang yang sedang mencari kemuliaan Allah, dilain pihak Al-Qur’an mampu membuat menangis seorang pendosa, atau membuat tenang seorang pencari ketenangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS, Shaad 38:29)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;”Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian.” (QS, al-Israa’ 17:82)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;b. Pelajarilah ilmu mengenai Asma’ul Husna, Sifat-sifat Yang Maha Agung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Mengetahui, maka ia akan menahan lidahnya, anggota tubuhnya dan gerakan hatinya dari apapun yang tidak disukai Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Indah, Maha Agung dan Maha Perkasa, maka semakin besarlah keinginannya untuk bertemu Allah di hari akhirat sehingga iapun secara cermat memenuhi berbagai persyaratan yang diminta Allah untuk bisa bertemu dengan-Nya (yaitu dengan memperbanyak amal ibadah).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Santun, Maha Halus dan Maha Penyabar, maka iapun merasa malu ketika ia marah, dan hidupnya merasa tenang karena tahu bahwa ia dijaga oleh Tuhannya secara lembut dan sabar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;c. Pelajari dengan cermat sejarah (Siroh) kehidupan Rasulullah SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Dengan memahami perilaku, keagungan dan perjuangan Rasulullah, akan menumbuhkan rasa cinta kita terhadapnya, kemudian berkembang menjadi keinginan untuk mencontoh semua perilaku beliau dan mematuhi pesan-pesan beliau selaku utusan Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Seorang sahabat r.a. mendatangi Rasulullah saw dan bertanya, “Wahai Rasul Allah, kapan tibanya hari akhirat?”. Rasulullah saw balik bertanya : “Apakah yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi hari akhirat?”. Si sahabat menjawab , “Wahai Rasulullah, aku telah sholat, puasa dan bersedekah selama ini, tetap saja rasanya semua itu belum cukup. Namun didalam hati, aku sangat mencintai dirimu, ya Rasulullah”. Rasulullah saw menjawab, “Insya Allah, di akhirat kelak engkau akan bersama orang yang engkau cintai”. (HR Muslim) Inilah hadits yang sangat disukai para sahabat Rasulullah SAW. Jelaslah bahwa mencintai Rasulullah adalah salah satu jalan menuju surga, dan membaca riwayat hidupnya (siroh) adalah cara terpenting untuk lebih mudah memahami dan mencintai Rasulullah SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;d. Mempelajari Jasa-jasa dan Kualitas Agama Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Perenungan terhadap syariat Islam, hukum-hukumnya, akhlak yang diajarkannya, perintah dan larangannya, akan menimbulkan kekaguman terhadap kesempurnaan ajaran agama Islam ini. Tidak ada agama lain yang memiliki aturan dan etiket yang sedemikian rincinya seperti Islam, dimana untuk makan dan ke WC pun ada adabnya, untuk aspek hukum dan ekonomi ada aturannya, bahkan untuk berhubungan suami -istripun ada aturannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;e. Mempelajari Kehidupan Orang-orang Sholeh (generasi Shalafus Sholihin, para sahabat Rasulullah SAW, murid-murid para sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Mereka adalah generasi-generasi terbaik dari Islam. Mereka adalah orang-orang yang kadar keimanannya diibaratkan sebesar gunung Uhud sementara manusia zaman kini diibaratkan kadar keimananya tak lebih dari sebutir debu dari gunung Uhud. Umar r.a. pernah memuntahkan makanan yang sudah masuk ke perutnya ketika tahu bahwa makanan yang diberikan padanya kurang halal sumbernya. Sejarah lain menceritakan tentang lumrahnya seorang tabi’in meng-khatamkan Qur’an dalam satu kali sholatnya. Atau cerita tentang seorang sholeh yang lebih dari 40 tahun hidupnya berturut-turut tidak pernah sholat wajib sendiri kecuali berjamaah di mesjid. Atau seorang sholeh yang menangis karena lupa mengucap doa ketika masuk mesjid. Inilah cerita-cerita teladan yang mampu menggetarkan hati seorang yang sedang meningkatkan keimanannnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;2. Renungkanlah tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di alam (ma’rifatullah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Singkirkan dulu kesombongan akal kita, renungkan secara tulus bagaimana alam ini diciptakan. Sungguh pasti ada kekuatan luar biasa yang mampu menciptakan alam yang sempurna ini, sebuah struktur dan sistem kehidupan yang rapi, mulai dari tata surya, galaksi hingga struktur pohon dan sel-sel atom.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Renungkan pula rahasia dan mukjizat Qur’an. Salah satu keajaiban Al Qur’an adalah struktur matematis Al Qur’an. Walau wahyu Allah diturunkan bertahap namun ketika seluruh wahyu lengkap maka ditemukan bahwa kata tunggal “hari” disebut sebanyak 365 kali, sebanyak jumlah hari pada satu tahun syamsiyyah (masehi). Kata jamak hari disebut sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu bulan. Sedang kata Syahrun (bulan) dalam Al Quran disebut sebanyak 12 kali sama dengan jumlah bulan dalam satu tahun. Kata Saa’ah (jam) disebutkan sebanyak 24 kali sama dengan jumlah jam sehari semalam. Dan semua kata-kata itu tersebar di 114 surat dan 6666 ayat dan ratusan ribu kata yang tersusun indah. Dan masih banyak lagi keajaiban dan mukjizat Al Quran dari sisi pandang lainnya yang membuktikan bahwa itu bukan karya manusia. Masih banyak pula mukjizat lainnya di alam ini yang membuktikan bahwa alam ini memiliki struktur yang sangat sempurna dan tidak mungkin tercipta dengan sendirinya. Adalah lumrah, bahwa sesuatu yang tidak mungkin diciptakan manusia, pastilah diciptakan sesuatu yang Maha Kuasa, Maha Besar. Inilah yang menambah kecilnya diri kita dan menambah kekaguman dan cinta serta iman kita kepada Sang Pencipta alam semesta ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;3. Berusaha keras melakukan amal perbuatan yang baik secara ikhlas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Amal perbuatan perlu digerakkan. Dimulai dari hati, kemudian terungkap melalui lidah kita dan kemudian anggota tubuh kita. Selain ikhlas, diperlukan usaha dan keseriusan untuk melakukan amalan-amalan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;a. Amalan Hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Dilakukan melalui pembersihan hati kita dari sifat-sifat buruk, selalu menjaga kesucian hati. Ciptakan sifat-sifat sabar dan tawakal, penuh takut dan harap akan Allah. Jauhi sifat tamak, kikir, prasangka buruk dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;b. Amalan Lidah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Perbanyak membaca Al-Qur’an, zikir, bertasbih, tahlil, takbir, istighfar, mengirim salam dan sholawat kepada Rasulullah dan mengajak orang lain kepada kebaikan, melarang kemungkaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;c. Amalan Anggota Tubuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Dilakukan melalui kepatuhan dalam sholat, pengorbanan untuk bersedekah, perjuangan untuk berhaji hingga disiplin untuk sholat berjamaah di mesjid (khususnya bagi pria).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;SEBAB-SEBAB TURUNNYA KADAR IMAN :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Sebab-sebab dari dalam diri kita sendiri (Internal) :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;1. Kebodohan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Kebodohan merupakan pangkal dari berbagai perbuatan buruk. Seseorang berbuat jahat boleh jadi karena ia tak tahu bahwa perbuatan itu dilarang agama, atau ia tidak tahu ancaman dan bahaya yang akan dihadapinya kelak di akhirat, atau ia tidak tahu keperkasaan Sang Maha Kuasa yang mengatur denyut jantungnya, mengatur musibah dan rezekinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;2. Ketidakpedulian, keengganan dan melupakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Ketidakpedulian menyebabkan pikiran seseorang diisi dengan hal-hal duniawi yang hanya ia sukai (yang ia pedulikan), sedangkan yang bukan ia sukai tidak diberi tempat dipikirannya. Ini menyebabkan ia tidak ingat (dzikir) pada Allah, sifatnya tidak tulus, tidak punya rasa takut dan malu (kepada Allah), tidak merasa berdosa (tidak perlu tobat), dan bisa jadi ia menjadi sombong karena tidak merasakan pentingnya berbuat rendah hati dan sederhana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Kengganan seseorang untuk melakukan suatu kebaikan padahal ia tahu hal itu telah diperintahkan Allah, maka ia termasuk orang yang men-zhalimi (melalaikan) dirinya sendiri. Allah akan mengunci hatinya dari jalan yang lurus (al-Kahfi 18:5), dan ia akan menjadi teman syeitan (Thaaha 20:124).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Melupakan kewajiban dan kepatuhan seseorang dalam beribadah berawal dari sifat lalai atau lemah hatinya. Waktu dan energinya harus didorong agar diisi lebih banyak dengan perbuatan amal sholeh, kalau tidak maka kesenangan duniawi akan semakin menguasai dirinya hingga ia semakin jauh dari ingat (dzikir) kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;3. Menyepelekan dan melakukan perbuatan dosa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Awal dari perbuatan dosa adalah sikap menyepelekan (tidak patuh terhadap) perintah dan larangan Allah. Perbuatan dosa umumnya dilakukan secara bertahap, misalnya dimulai dari zinah pandangan mata yang dianggap dosa kecil kemudian berkembang menjadi zinah tubuh. Dosa-dosa kecil yang disepelekan merupakan proses pendidikan jahat (pembiasaan) untuk menyepelekan dosa-dosa besar. Karena itu basmilah dosa-dosa kecil selagi belum tumbuh menjadi dosa besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;4. Jiwa yang selalu memerintahkan berbuat jahat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Ibnul Qayyim Al Jauziyyah mengatakan, Allah menggabungkan dua jiwa, yakni jiwa jahat dan jiwa yang tenang sekaligus dalam diri manusia, dan mereka saling bermusuhan dalam diri seorang manusia. Disaat salah satu melemah, maka yang lain menguat. Perang antar keduanya berlangsung terus hingga si empunya jiwa meninggal dunia. Adalah sungguh merugi orang-orang yang jiwa jahatnya menguasai tubuhnya. Seperti sabda Rasulullah, “..barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkannya maka tidak ada seorangpun yang dapat memberinya petunjuk”. Sifat lalai, tidak mau belajar agama, sombong dan tidak peduli merupakan beberapa cara untuk membiarkan jiwa jahat dalam tubuh kita berkuasa. Sedangkan sifat rendah hati, mau belajar, mau melakukan instropeksi (muhasabah) merupakan cara untuk memperkuat jiwa kebaikan (jiwa tenang) yang ada dalam tubuh kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Sebab-sebab dari luar diri kita (External) :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;1. Syaitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Syaitan adalah musuh manusia. Tujuan syaitan adalah untuk merusak keimanan orang. Siapa saja yang tidak membentengi dirinya dengan selalu mengingat Allah maka ia menjadi sarang syaitan, menjerumuskannya dalam kesesatan, ketidak patuhan terhadap Allah, membujuknya melakukan dosa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;2. Bujukan dan rayuan dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Allah SWT berfirman : “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. (QS, al-Hadiid 57:20).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Tujuan hidup manusia seluruhnya untuk akhirat. Apapun kegiatan dunia yang kita lakukan, seperti mencari nafkah, menonton TV, bertemu teman dan keluarga, seharusnya semua itu ditujukan untuk meraih pahala akhirat. Tidak secuilpun dari kegiatan duniawi boleh dilepaskan dari aturan main yang diperintahkan atau dilarang Allah. Ibnul Qayyim mengibaratkan hati sebagai suatu wadah bagi tujuan hidup manusia (akhirat dan duniawi) dengan kapasitas (daya tampung) tertentu. Ketika tujuan duniawi tumbuh maka ia akan mengurangi porsi tujuan akhirat. Ketika porsi tujuan akhirat bertambah maka porsi tujuan duniawi berkurang. Dalam situasi dimana tujuan dunia menguasai hati kita maka hanya tersisa sedikit porsi akhirat di hati kita, dan inilah awal dari menurunnya keimanan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;3. Pergaulan yang buruk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Rasulullah bersabda : “Seseorang itu terletak pada agama teman dekatnya, sehingga masing-masing kamu sebaiknya melihat kepada siapa dia mengambil teman dekatnya” (HR Tirmidzi, Abu Dawud, al-Hakim, al-Baghawi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Seorang teman yang sholeh selalu memperhatikan perintah dan larangan Allah, karenanya ia selalu mengajak siapa saja orang disekitarnya untuk menuju kepada kebaikan dan mengingatkan mereka bila mendekati kemungkaran. Teman dan sahabat yang sholeh sangat penting kita miliki di zaman kini dimana pergaulan manusia sudah sangat bebas dan tidak lagi memperhatikan nilai-nilai agama Islam. Berada diantara teman-teman yang sholeh akan membuat seorang wanita tidak merasa asing bila mengenakan jilbab. Demikian pula seorang pria bisa merasa bersalah bila ia membicarakan aurat wanita diantara orang-orang sholeh. Sebaliknya berada diantara orang-orang yang tidak sholeh atau berperilaku buruk menjadikan kita dipandang aneh bila berjilbab atau bahkan ketika hendak melakukan sholat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Menaikkan kadar iman bukanlah suatu pekerjaan mudah, karena begitu banyak usaha (menuntut ilmu, amalan-amalan) yang harus kita lakukan disamping godaan (syaitan, duniawi) yang akan kita hadapi. Paling tidak kita termasuk orang-orang yang lebih beruntung dibanding orang lain yang belum sempat mengetahui “sebab-sebab naik-turunnya iman” dalam tulisan ini. Mari kita ingatkan teman-teman kita dengan menyebarkan tulisan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;1. Sebab-sebab Naik Turunnya Iman, oleh Syaikh Abdur Razzaaq al-Abbaad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;2. Asma’ul Husna, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;3. Penawar Hati yang Sakit, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-1165472739402735012?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/1165472739402735012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2009/02/sebab-naik-turunnya-iman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/1165472739402735012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/1165472739402735012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2009/02/sebab-naik-turunnya-iman.html' title='Sebab Naik Turunnya Iman'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-5073051227789165684</id><published>2009-02-10T19:58:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T20:12:38.999+07:00</updated><title type='text'>Engkaulah calon penghuni surga</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUSER%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Bismillahirrohmanirrohim....&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Ukhti engkau adalah calon penghuni surga…….. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Ketahuilah, kedudukanmu lebih utama daripada bidadari.&lt;br /&gt;Sebab, bidadari tidak pernah merasa lelah, tidak dibebani kewajiban berupa ketaatan, peribadatan,  muamalah, perintah dan larangan. Kepadamu diwajibkan  ketaatan kepada Tuhanmu dan kepada suamimu serta mendidik anak2mu dan mengurus rumah tanggamu.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 51);"&gt;Ketahuilah ….&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 51);"&gt;meskipun di dunia kau mungkin kerap kali dihinggapi rasa lelah, kesusahan, kedepannya merasakan kegelisahan mengurus buah hati, atau barangkali perasaan sakit ketika engkau berjuang melahirkan mereka. Namun  percayalah perasaan itu semua akan hilang saat engkau mendapat ijin dari-Nya untuk tinggal didalam surga-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Ukhti engkau adalah calon penghuni surga…….. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 51);"&gt;jika engkau benar2 merindukan surga-Nya,  Hendaklah engkau rajin berpuasa, bersikap tegar, gemar beribadah, perbanyaklah mohon ampunan dari Nya , bersabarlah serta taatlah kepada Tuhanmu dan nantinya kepada calon suamimu,Jalankan kewajiban-kewajibanmu dalam mengasuh dan mendidik anak2mu, bimbing saudara2mu, nasehati teman2mu, jaga hak tetanggamu, Yang tidak boleh kau lupakan adalah sayangi kedua orang tuamu, karena merekalah kau menjadi ada, tundukkan pandanganmu saat berhadapan dengan mereka, dan jangan sekali2 kau tinggikan suaramu ketika berbicara dengan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Ukhti engkau adalah calon penghuni surga…….. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Usahakan setiap malammu untuk memperbanyak sujud kepada-Nya. Tidak sepantaslah seorang wanita yang rindu akan surga-Nya, berperilaku kasar, suka berteriak, pemarah, mudah cemas dan gelisah, suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan suka mengeraskan suara tangisnya. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);"&gt;Yang terbaik bagimu adalah kaitkan hatimu kepada Allah dan menyintai-Nya sepenuh hatimu.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background: white none repeat scroll 0% 0%; color: rgb(0, 102, 0); -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Ya Allah… sungguh kami memohon surga kepadaMu, dan kami berlindung kepada-Mu dari api neraka.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-5073051227789165684?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/5073051227789165684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2009/02/engkaulah-calon-penghuni-surga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/5073051227789165684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/5073051227789165684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2009/02/engkaulah-calon-penghuni-surga.html' title='Engkaulah calon penghuni surga'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-2732136508495609508</id><published>2008-10-15T18:53:00.000+07:00</published><updated>2008-10-15T18:55:46.986+07:00</updated><title type='text'>Musibah Bukan Sebuah Kebetulan</title><content type='html'>&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Semua yang terjadi di muka bumi ini tiada satupun yang kebetulan. Tiada satupun yang di luar rencana Tuhan. Manusia yang menyebut bahwa kecelakaan, musibah dan berbagai hal sebagai kejadian yang kebetulan adalah manusia yang tidak bertuhan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Firman Allah dalam Surah al Hadid : 77 mengatakan, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;“Musibah yang terjadi di muka bumi ini dan juga yang menimpa dirimu, itu semua sudah dituliskan dalam sebuah kitab di Lauhul Mahfudz. Dan itu sungguh-sungguh mudah bagi Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Semua kejadian, semua peristiwa adalah qudrah dan iradah Allah SWT. Orang –orang beriman akan selalu membaca kejadian-kejadian dan peristiwa sebagai sebuah pertanda. Ia bisa berarti teguran atau ujian, bisa azab, bisa pula laknat. Bagi orang-orang yang melakukan maksiat, mungkin ini adalah sebuah teguran dan peringatan. Dan bisa menjadi azab bagi orang-orang yang kufur. Bagi mereka, orang-orang kufur, kematian dan segala kejadian buruk yang menimpa mereka adalah azab. Tapi bagi orang yang beriman, semua peristiwa musibah adalah ujian. Tarkiyatul iman. Untuk meningkatkan iman mereka. Untuk mengangkat derajat mereka menjadi lebih tinggi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Untuk keluar dari berbagai masalah dan musibah, kemudian meraih keberkahan dari Allah, tidak ada jalan lain. Kita harus kembali kepada Allah. Jika kita rindu pada ketenangan, kita harus mendekat kepada Yang Maha Tenang. Jika rindu kedamaian, kita harus mendekat kepada Yang Maha Damai. Dan jika kita rindu keadilan negeri ini, seharusnya kita mendekatkan diri pula kepada Yang Maha Adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Seandainya seluruh penduduk negeri ini beriman, niscaya Allah akan menurunkan keberkahan dari langit dan dari dalam bumi. Tapi jika mereka kufur atas nikmat-nikmat Allah, maka mereka akan mendapatkan musibah, bala dan bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Sungguh, bala dan bencana, musibah dan kejadian buruk yang menimpa kita tidak akan berhenti sampai manusia benar-benar bertakwa. Jangan mengharapkan keberkahan dan nikmat jika selama ini kita menggunakan nikmat-nikmat Allah untuk tenggelam dalam kemaksiatan dan kezaliman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Kezaliman kian merajalela. Sogok menyogok dan korupsi sudah membudaya dan melembaga. Negeri ini sudah koma. Untuk bangkit harus kembali pada Allah SWT.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;          Perbaiki hubungan dengan hablum minallah, dengan sendirinya itu akan memperbaiki hablum minannas kita. Bukan tanpa maksud jika shalat itu dimulai dengan Takbir dan diakhiri dengan salam. Dimulai dengan kekuatan akidah dan diakhiri dengan akhlak yang mulia, menyebarkan keselamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Tapi apa yang terjadi kini. Hampir-hampir sudah tidak ada lagi air mata yang bisa diteteskan. Semua kondisi telah mencekam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Mari kita semua meningkatkan takwa. Kembali mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah. Kembali berdzikir dan taat kepada allah. Dengan selalu mengingat Allah, mustahil maksiat akan terjadi. Orang-orang yang bertakwa tidak mungkin korupsi. Orang-orang yang berdzikir tidak mungkin berbuat maksiat. Karena ia sangat cinta kepada Allah. Karena ia akan selalu berhati-hati kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Ingat, maksiat adalah magnet bagi bala. Maksiat selalu mengundang petaka. Dan bala akan terus menghebat kecuali kita kembali dan meminta perlindungan hanya pada Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Lepas dan tinggalkan paham-paham sekuler yang selama ini mengepung kita. Semua yang terjadi sama sekali bukan kebetulan semata. Kita lahir bukan kebetulan. Kita mati juga bukan kebetulan. Musibah juga bukan kebetulan. Musibah selalu memiliki tiga unsur di dalamnya: azab, peringatan, ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Menjadi orang-orang yang beriman sungguh begitu nikmat dan mengagumkan. Dicurahkan nikmat ia bersyukur, dan itu baik untuknya. Diberi musibah ia bersabar, dan itu juga baik untuknya. Orang-orang beriman tak pernah dirundung kesusahan, karena tak ada kosakata rugi untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Sedangkan kemaksiatan akan selalu mengundang bencana. Alam tak lagi bersahabat dengan kita. Sebab alam selalu berdzikir kepada Allah. “Sungguh, bertasbih dan berdzikir semua apa yang ada di langit dan bumi ini. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Manusia yang syukur dan berdzikir telah membuat alam murka. Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman, “Sesungguhnya, makhluk-Ku bumi ingin sekali menelan manusia karena kemaksiatan yang mereka lakukan. Tapi semua itu tertahan karena masih ada hamba-hamba Allah yang berdzikir pada pagi dan malam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Majelis dzikir bukanlah termenung di dalam masjid atau mushalla. Jangan terjebak oleh ritualitas, sebab di seluruh permukaan bumi ini adalah majelis dzikir. Orang-orang yang mendirikan shalat dengan khusyu’, dia insya Allah berakhlak mulia. Jika ada orang yang shalat namun akhlaknya busuk, pasti ia belum benar-benar mendirikan shalat dengan khusyu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Kini banyak orang yang ibadahnya hampa, Islamnya tidak nyaman, alergi atas syariat Islam, padahal ia seorang muslim dan setiap hari beribadah. Itu semua karena ada enam hal yang menyelimuti hati dan jiwanya dengan begitu kuat. Ia terkepung cinta pada dunia. Ia telah dilumpuhkan oleh godaan syetan. Ia selalu berperangai buruk. Mencintai kebodohan dan tak berdaya pada dosa-dosa yang terus menerus ia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Saudaraku, mari pelan-pelan kita singkirkan halangan-halangan yang membatasi kita dengan rahmat Allah itu. Dan dzikir adalah permulaan yang mulia. Dzikir ibarat sebuah palu godam yang mulai kita ayunkan untuk memukul hati yang sudah sekeras batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Ada tiga hal yang bisa kita lakukan untuk meraih kemenangan dan keberkahan. Pertama, perbanyak dzikir, tahajjud, memakmurkan masjid. Kedua, lakukan dan giatkan dakwah menyebarkan kebaikan pada manusia. Ketiga, jangan pernah berhenti belajar untuk menjadi yang lebih baik dari sekarang. Semoga Allah senantiasa memberikan pertolongan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Referency dari Ustadz Arifin Ilham&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-2732136508495609508?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/2732136508495609508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2008/10/musibah-bukan-sebuah-kebetulan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/2732136508495609508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/2732136508495609508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2008/10/musibah-bukan-sebuah-kebetulan.html' title='Musibah Bukan Sebuah Kebetulan'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-5718886610324358353</id><published>2008-10-15T18:52:00.000+07:00</published><updated>2008-10-15T18:53:50.781+07:00</updated><title type='text'>RENUNGAN HAMBA YANG LEMAH</title><content type='html'>&lt;span style="color:#333399;"&gt;Tuhan Kami&lt;br /&gt;Runtunan nikmat-Mu telah melengahkan kami&lt;br /&gt;Untuk sanggup benar-benar bersyukur kepada-Mu&lt;br /&gt;Limpahan anugrah-Mu telah melemahkan kami&lt;br /&gt;Untuk bisa menghitung pujian atas-Mu&lt;br /&gt;Iringan karunia-Mu telah menyibukan kami&lt;br /&gt;Untuk dapat menyebut kemuliaan-Mu&lt;br /&gt;Rangkaian pertolongan-Mu telah melalaikan kami&lt;br /&gt;Untuk mampu memperbanyak pujian pada-Mu&lt;br /&gt;Ya Gaffar, dengan Cahaya-Mu kami mendapat petunjuk&lt;br /&gt;Dengan karunia-Mu kami mendapat kecukupan&lt;br /&gt;Dengan nikmat-Mu kami masuki pagi dan petang&lt;br /&gt;Dan inilah kami membawa dosa-dosa kami ke hadapan-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, kami mohon ampunan-Mu&lt;br /&gt;Kami bertobat kepada-Mu&lt;br /&gt;Engkau limpahi kami dengan kenikmatan&lt;br /&gt;Tapi kami melawan-Mu dengan kemaksiatan&lt;br /&gt;Kebaikan-Mu turun kepada kami&lt;br /&gt;Dan kejelekan kami, naik kepada-Mu&lt;br /&gt;Tidak henti-hentinya malaikat yang Mulia mengantarkan kejelekan amal kami&lt;br /&gt;Tetapi itu tidak mencegah-Mu untuk meliputi kami dengan nikmat-Mu&lt;br /&gt;Dan memuliakan kami dengan anugerah-Mu&lt;br /&gt;Subhanallah, betapa penyayang Engkau&lt;br /&gt;Betapa agung Engkau&lt;br /&gt;Betapa pemurah Engkau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sibukkan kami dengan zikir kepada-Mu&lt;br /&gt;Lindungi kami dari kemurkaan-Mu&lt;br /&gt;Lepaskan kami dari azab-Mu&lt;br /&gt;Limpahi kami dengan anugerah-Mu&lt;br /&gt;Curahi kami dengan karunia-Mu&lt;br /&gt;Bimbinglah kami untuk beramal manaati-Mu&lt;br /&gt;Matikanlah kami pada agama-Mu dan Sunnah Nabi-Mu Saw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, ampunilah dosa kami dan dosa orang tua kami&lt;br /&gt;Sayangilah keduanya seperti mereka memelihara kami ketika masih kecil&lt;br /&gt;Balaslah kebaikan mereka dengan kebaikan&lt;br /&gt;Dan balaslah kesalahan mereka dengan ampunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbana,&lt;br /&gt;Jika dalam keadaan seperti ini kami dipindahkan kekuburan&lt;br /&gt;Kami belum menyiapkan pembaringan kami&lt;br /&gt;Kami belum menghamparkan amal saleh untuk tikar kami&lt;br /&gt;Bagaimana kami tidak menangis&lt;br /&gt;Sedangkan kami tidak tahu akhir perjalanan kami&lt;br /&gt;Nafsu selalu menipu kami dan hari-hari melengahkan kami&lt;br /&gt;Hati masih diselimuti dengki, iri, ria,sombong&lt;br /&gt;Padahal maut telah mengepak-kepakan sayapnya diatas kepala kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiamana kami tidak menangis&lt;br /&gt;Bila mengenang saat menghembuskan nafas yang terakhir&lt;br /&gt;Kami menangis karena kegelapan kubur&lt;br /&gt;Kesempitan lahad dan pertanyaan Munkar dan Nakir&lt;br /&gt;Kami menangis karena kami akan keluar dari kubur dalam keadaan hina&lt;br /&gt;Dan memikul beban dosa&lt;br /&gt;Wajah-wajah kami hari itu berdebu, tertutup kelabu dan ketakutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbana, inilah kami yang tidak malu kepada-Mu dalam kesendirian&lt;br /&gt;Dan tidak menyadari kehadiran-Mu ditempat keramaian&lt;br /&gt;Inilah kami yang berani melawan junjungan-Nya&lt;br /&gt;Kamilah orang yang durhaka kepada Penguasa langit&lt;br /&gt;Yang ketagihan maksiat yang besar&lt;br /&gt;Kamilah orang-orang yang bila dirayu dosa segera keluar menyongsongnya&lt;br /&gt;Engkau membiarkan kami, tapi kami tidak menginsafinya&lt;br /&gt;Engkau tutupi aib kami, tapi kami tidak tahu diri&lt;br /&gt;Kami tetap saja melakukan maksiat dan melebihi batas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbana, maafkanlah kami sehingga tidak lagi durhaka kepada-Mu&lt;br /&gt;Ilhamkan kepada kami kebaikan dan mengamalkan kebaikan&lt;br /&gt;Serta selalu takut kepada-Mu siang dan malam&lt;br /&gt;Berilah kepada kami mata yang mudah menangis karena takut kepada-Mu&lt;br /&gt;Berilah kami hati yang bersih&lt;br /&gt;Dan mudah terenyuh melihat penderitaan hamba-Mu&lt;br /&gt;Berilah kami tangan yang mudah memberikan bantuan kepada mahluk-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah izinkan kami mencintai-Mu&lt;br /&gt;Jangan Kau biarkan hati kami membatu&lt;br /&gt;Kami ingin ke surga-Mu&lt;br /&gt;Bagaimana bisa kami ke surga-Mu jika kami masih seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah izinkan kami untuk memperbaiki diri&lt;br /&gt;Untuk lebih dekat dengan-Mu dan mencintai-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah ampuni kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMIN&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-5718886610324358353?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/5718886610324358353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2008/10/renungan-hamba-yang-lemah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/5718886610324358353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/5718886610324358353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2008/10/renungan-hamba-yang-lemah.html' title='RENUNGAN HAMBA YANG LEMAH'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-8679958279894940252</id><published>2008-10-15T18:33:00.000+07:00</published><updated>2008-10-15T18:38:06.864+07:00</updated><title type='text'>Sepertiga Malam Terakhir.</title><content type='html'>&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Keresahan langsung menyeruak. Sesaat setelah mataku terbuka. Ada apa gerangan dengan malam ini? Tidak seperti malam-malam yang lalu. Betina yang bertengger di sisiku masih terlelap. Tiba-tiba ia membuka mata namun menutupnya kembali.Seperti malam-malam yang lalu, kini aku pun harus memenuhi perintah Tuhan, Penciptaku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ya ... aku harus menyeru pada dunia. Tapi entah mengapa tenggorokanku terasa tersekat. Tempat ini tiba-tiba membuatku tak bergairah. Ku kepakkan sayap-sayap kuatku menuju atap rumah tuanku. Keheningan menyambut. Keresahanku menebal. Ku amati sekeliling, terdiam sebentar lalu kekepak-kepakn sayap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;“Kukuruyuuuk ... kukuruyuuk ... kukuruyuuuk”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ya Allah ... kutunaikan perintah-Mu.Entah mengapa tiba-tiba aku malas segera kembali ke kandang. Aku terdiam terpaku. Seseorang tampak terhuyung-huyung menapaki jalan yang nampak di mataku. Di kedua tangannya tergenggam botol-botol. Sesekali dimasukkannya ujung botol itu ke dalam mulut. Ia mendongak. Meneguk isi botol itu. Ia berhenti lalu terkekeh.“Engkau memang kawan yang setia ... hikkk ... menemaniku di waktu ... hikkk ... senang dan su ... hikkk ... sah ... hehehehe ... hikkk”, ucapnya sambil memandangi botol-botol yang ia pegang. Kakinya melangkah dan mulutnya pun mengekeh kembali. Gedebuuk !Aku terhenyak. Terlihat orang itu menelungkup di tanah. Kulihat tadi kakinya masuk ke jalan berlobang. Sumpah serapah segera memberondong dari mulutnya. Ia berusaha bangkit. Setelah beberapa kali tersungkur akhirnya dia bisa berdiri lagi meski tak tegak. Dengan terhuyung dia memungut botol-botol tadi. Dipandanginya dengan seksama.“Sialan!“ makinya.Pyarrr! Pyarrr!Aku menderit. Suara tadi mengagetkanku. Sempat kulihat orang itu mengangkat botol-botol itu tinggi-tinggi. Lalu dihempaskannya ke tanah. Mataku tak berkedip menatapnya yang sudah kembali terkekeh dan berjalan lagi. Dia melewati jarak pandang terdekatku. Berlalu. Sayup-sayup kudengar suara-suara tinggi rendah dari orang itu. Kurasa ia sedang bernyanyi.Ya Allah, dia seorang pemuda! sungguh pemandangan yang aneh. Aku tak mengerti apa maksud kata-katanya tadi. Apa yang ada di benak orang itu? Seribu kalimat tanya meresahkanku. Lama aku mencoba memikirkan jawabannya sampai kudengar langkah-langkah. Semakin jelas. Akhirnya pandanganku menumbuk sepasang pemuda pemudi. Tangan mereka saling melingkar di pinggang yang lain. Ketika mereka dekat, samar-samar ...“Ke mana kita? ” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;pemudi itu bertanya pada pemuda.“Kita akan ke hotel, sayang“ jawab pemuda itu dengan suara dilirihkan.“Oh .. kita akan berpesta lagi?“ tanya pemudi itu dengan suara mendesah. “Tentu ... “Mereka pun berlalu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Meninggalkanku dalam keheranan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ya Allah ... inikah yang coba Kau tunjukkan? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Perbuatan hamba-hamba-Mu di waktu Engkau menebar ampunan dan pengabulan do’a? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Aku merasakan sesuatu. Perasaan resah dan gelisah yang memuncak ketika mereka menyuguhkan pemandangan itu. Adakah jawaban keresahanku pada peristiwa tadi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Hening. Aku tercenung.Benarkah orang-orang tadi telah melupakan Mu? Hingga mereka menyia-nyiakan waktu yang mulia ini? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sungguh bodoh manusia, keluhku. Mengapa mereka mau merugi, wahai Tuhanku? Mereka telah mengabaikan kesempatan yang Engkau berikan. Mereka juga tidak mempedulikan balasan besar dariMu. Bukankah sepertiga malam terakhir ini waktu yang tepat untuk mengharap ampunanMu? kasih sayangMu?Mungkin mereka tidak ingat. Bahwa mereka punya kehidupan yang abadi. Kehidupan yang ditentukan dari amal mereka. Apakah manusia-manusia itu berpikir akan selamat? Tidakkah mereka memperhitungkan bahwa dosa-dosa itu akan dibalas? Aku jadi ingin tertawa. Mungkin manusia iri dengan kami, bangsa ayam. Kami tidak akan pernah dihisab. Padahal kami pernah mencuri biji-bijian yang dijemur manusia untuk kami makan. Kami juga sering bertarung hanya demi seekor betina. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tidakkah mereka merasa lebih beruntung bahwa mereka masih dijanjikan kenikmatan surga? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sedangkan kami? Tidakkah mereka mensyukuri yang telah diberikan Allah? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Dasar bodoh.Sekali lagi manusia juga meremehkan KebesaranMu. Dengan mengabaikan kokokku, kokok kami para ayam. Apa mereka pikir kokok itu hanya hiasan kesunyian malam? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Padahal sesungguhnya Engkau memerintahku untuk memberikan peringatan kepada manusia. Berharap bisa membangunkan mereka di malam hari untuk kemudian bersujud kepada Mu. Mereka tidak tahu betapa grmbiranya kami berkokok ketika malaikat-malaikatMu turun dari langit atas perintahMu. Tapi sayang, kokok ayam itu mereka sia-siakan.Tiba-tiba kesedihanku menyelimuti. Aku merasa tidak berguna. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tapi ... bukankah aku ini tidak punya kehidupan selain di dunia ini? Bodoh. Mengapa aku merepotkan diri memikirkan manusia. Lebih baik kunikmati hidup. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Biarkanlah manusia dengan tingkah lakunya. Aku merasa tenang, sayap kukepak-kepakkan.“Kukuruyuuuk ... “Kususuri petak-petak genting menuju kandang. Kupatuk sesekali benda-benda kecil di atasnya. Ups ... sepertinya cuilan genting telah kutelan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tunggu ... aku terdiam. Bulu-bulu leherku berdiri. Merinding. Sayup-sayup kudengar isak tangis dan ... “Ya Allah, bagiMu segala puji. Engkau Raja Penguasa langit dan bumi ... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;“Dia menyebut namaMu, Tuhanku.“Ampunilah kami atas kesalahan ... “Subhanallah, dia memohon ampun kepadaMu.Kuurungkan niat kembali. Aku terbang ke pelataran. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ya .. suara itu makin jelas. Dari bangunan ini. Masjid. Suara-suara tadi terdengar jelas. Begitu lemah lembut, penuh pengharapan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tiba-tiba aku senang mendengarkannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kakiku tak beranjak menunggui suara itu. Tak henti pula bertasbih.Aku melompat ketika seorang pemuda tiba-tiba ada di dekatku. Bajunya sederhana. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ia bersarung dan berkopiah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kulihat ia diam menatapku. Aku menunggu apa yang akan dilakukannya. Tiba-tiba dia tersenyum.“Segala puji bagi Allah yang menciptakan kokok ayam untuk membangunkan hamba-Nya dan mengingat-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;”Dia pun pergi. Kutatap punggungnya hingga pandanganku terhalang bangunan. Aku mau melonjak, mengingat kata-kata yang diucapkannya tadi. Kata-kata itu membahagiakan.“Kukuruyuuuk ... kukuruyuuuk ... “Aku terbang melintas rumah. Menuju ke samping betinaku. Aku mau beristirahat. Nanti sebelum subuh, aku harus berkokok lagi. Sampai di samping betinaku, aku tertegun. Aku kehilangan sesuatu. Keresahan itu pergi entah kemana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Wallalua’lam bishowab semoga cerita ini mampu memberikan ghiroh bagi kita yang semakin di rundung Ujian yang terkadang kita merasakan begitu sulitnya untuk melaksanakan sunnahnya yang begitu indah dan Penuh rohmah di malam itu.... LA TAHZAN INNALLAHA MA’ANA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-8679958279894940252?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/8679958279894940252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2008/10/sepertiga-malam-terakhir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/8679958279894940252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/8679958279894940252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2008/10/sepertiga-malam-terakhir.html' title='Sepertiga Malam Terakhir.'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-8782963295016325313</id><published>2008-10-15T18:12:00.000+07:00</published><updated>2008-10-15T18:22:08.977+07:00</updated><title type='text'>Sungguh Syawal Yang Istimewa....</title><content type='html'>Allahuakbar Allahuakbar………”&lt;br /&gt;Takbir bergema di Masjid-masjid, dicorong radio serta televisyen. Umat Islam yang berpakaian serba indah berpusu-pusu menuju ke Masjid untuk menunaikan solat Aidilfitri. Tidak kira yang kecil atau yang besar, masjid-masjid serta surau dipenuhi dengan jemaah-jemaah sehingga ruang untuk solat tidak mencukupi.Ramli memerhatikan gelagat mereka dengan penuh sayu. Teringin benar untuk mengikuti mereka menunaikan solat sunat itu tetapi apakan daya. Kaki dan tangannya yang cacat itu tidak mengizinkan dia melakukan sedemikian. Kini, sudah genap tiga puluh tahun Ramli hidup di muka bumi ini tetapi tidak sekali pun dia dapat mengikuti sembahyang sunat Hari Raya dan juga genap lima belas tahun Ramli tidak menyambut Hari Raya bersama keluarganya.“Ya, Allah jika ini adalah ujian yang telah kau berikan kepadaku, aku terima dengan hati yang terbuka. Tetapi Ya Allah, izinkanlah aku menyambut bulan yang mulia ini bersama umat-umatmu yang lain sebelumku kembali kepadamu,” Ramli menadah tangannya yang cacat itu dan berdoa kepada Allah swt.Titisan air mata yang mengalir semakin membasahi pipinya. Dengan suara yang teresak-esak, Ramli berdoa, memohon kepada tuhan semoga dia dapat menyambut Hari Raya bersama keluarganya. Entah kenapa pada tahun ini, teringin benar dia menyambut Hari Raya tidak seperti tahun-tahun dahulu, Ramli  tidak begitu ghairah.“Adikku Rusdi, izinkanlah Ramli menyambut Hari Raya bersama Rusdi sekeluarga. Ini sahaja yang abang minta,” Ramli berbisik di dalam hati dengan tangisan yang begitu memilukan.      &lt;br /&gt; Matanya masih terpaku di Masjid yang berdekatan dengan rumahnya itu. Ramli semakin berasa kempunan untuk berbaju raya seperti umat Islam yang lain. Kalaulah kakinya dapat berjalan, sudah pasti Ramli akan mengikuti solat Hari Raya itu. Tiba-tiba, Ramli terpandang dua anak kecil yang sedang dipimpin oleh bapa mereka dan berjalan ke arah masjid. Fikiran Ramli terus berputar kepada zaman sewaktu ibu bapanya masih hidup. Terukir senyuman dibibirnya tatkala mengenangkan kisah lama itu.                                         &lt;br /&gt; “Ramli tahun ini nak pakai baju raya warna apa?”              &lt;br /&gt; “Ramli nak ikut ibu. Tahun ini kita pakai semua samalah bu. Cantikkan.”            &lt;br /&gt;   “Amboi anak ibu dah pandai nak bergaya eh,”              &lt;br /&gt; “Abang cacat, pakai lawar-lawar pun tak nampak,”              &lt;br /&gt; “Rusdi! Tak baik cakap macam gitu.&lt;br /&gt;Inikan abang Rusdi. Pergi minta maaf!”            &lt;br /&gt;   “Abang Ramli cacat.&lt;br /&gt;Tapi ibu selalu sayang abang lebih dari Rusdi. Ibu tak adil!”             &lt;br /&gt;  Rusdi terus berlari ke dalam biliknya.Ramli tidak sedikit pun berkecil hati dengan kata-kata adiknya Rusdi yang baru berumur sembilan tahun pada waktu itu. Ramli sedar ibu dan bapanya sayangkan kedua-dua anaknya tetapi mereka telah memberi lebih perhatian kepada Ramli kerana kecacatannya. Ramli dilahirkan kurang sempurna. Kaki dan tangannya kecil dan tulang-tulang tubuhnya bengkok. Ramli hanya boleh bergerak dengan bantuan kerusi roda. Waktu kecil, Ramli tidak kuat untuk bergerak dengan menggunakan tangannya sahaja.Sejak kecil lagi, adiknya Rusdi tidak pernah menyukai abangnya itu. Sehingga kini Ramli masih belum mengerti tetapi dia dapat mengagak bahawa Rusdi malu dengan kecacatannya ataupun mungkin Rusdi masih berasa cemburu terhadap dirinya yang sering mendapat perhatian lebih daripada ibu dan bapa mereka. Namun demikian, Ramli berasa gembira. Walaupun ibu bapanya mempunyai seorang anak yang tidak sempurna, mereka masih menjalankan amanah Tuhan untuk menjaga dan membesarkan zuriatnya ini dengan penuh kasih sayang. Bagi Ramli, kasih sayang ibu dan bapanya terhadapnya sudah cukup untuk memberinya semangat untuk terus hidup seperti orang biasa. Ramli juga percaya apabila Rusdi semakin dewasa, dia akan dapat menerima Ramli.&lt;br /&gt;“Ibu, Ramli nak ikut ibu sembahyang hari raya boleh ibu?” Ramli bertanya kepada ibunya pada suatu pagi raya.“Tak boleh sayang, nanti bila Ramli sudah besar sedikit, bila Ramli sudah boleh berjalan sendiri ibu bawa Ramli pergi ya?”Ramli akur. Ramli hanya tersenyum sahaja dengan jawapan ibunya itu. Namun demikian, hatinya begitu teringin untuk mengikuti keluarganya mengikuti sembahyang raya di Masjid.“Orang cacat mana boleh sembahyang!” usik Rusdi lalu mengikut ibu dan bapanya ke Masjid.Kali ini hati Ramli betul-betul terusik. Ramli tidak sangka kecacatannya itu menghalangnya untuk bertemu dengan Tuhan. Tetapi Ramli mengerti bahawa dia hanya akan menyusahkan orang sahaja. Ramli menunggu keluarganya sambil menonton acara sembahyang sunat hari raya di televisyen.&lt;br /&gt;“Tuk Tuk Tuk!”Ramli tersentak dari lamunan. Pintu rumah kecilnya dibuka.“Aiyah orang muda, Lu apa  bikin sini. Lu talak mahu pergi hali laya sama itu famili ka?”“Oh Auntie. Masuklah. Wah pagi pagi Auntie sudah datang Auntie sudah makan?”Insan yang dipanggil Auntie ialah jiran Ramli, seorang wanita cina yang sudah separuh abad umurnya. Auntie itu yang juga dikenali sebagai  Auntie LI sering datang ke rumah Ramli untuk memberinya makanan.“Wa  pagi-pagi sulah makan. Ini wa ada bawa lu lontong. Lu sukakan?” pelawa wanita cina itu.“Auntie beli di mana? Kedai Melayu ada bukak ke?” Ramli was-was.“Lu jangan takut. Wa tau lu Melayu mana boleh makan cina punya makan. Anak wa punya kawan kasi ini lontong. Wa kasi samalu. Halal punya. Jangan takot,” Auntie Li terus pergi ke dapur Ramli lalu memberi Ramli sebungkus lontong itu.Terharu Ramli mendengar ketulusan Auntie Li itu. Selama dia duduk di sini, wanita cina yang sudah tua tapi masih kuat itulah yang menjadi temannya. Dia juga yang sering memberinya makanan. Yang lebih mengkagumkan Ramli, Auntie Li cukup prihatin terhadap sumber makanan yang diberinya kepada Ramli. Dia akan pastikan makanan itu halal sebelum memberikan kepada Ramli. Oleh itu, Auntie Li tidak akan memberi makanan masakannya tetapi masakan Melayu.                       &lt;br /&gt;  Ramli membuka bungkusan lontong itu sambil menitiskan air mata.         &lt;br /&gt;      “Eh lu apa pasal nangis,”           &lt;br /&gt;    Ramli membisu. Air matanya masih juga mengalir membasahi pipinya. Ramli menangis kegembiraan kerana masih juga ada insan yang mulia yang sudi membantu dirinya yang cacat ini sedangkan keluarganya sendiri meminggirkannya.               &lt;br /&gt;“Lu mau apa lu cakap sama anti. Wa boleh tolong sama lu,”´&lt;br /&gt;Auntie Li cuba menghulurkan bantuan.             &lt;br /&gt;  “Tak ada apa-apa auntie. Saya gembira dapat makan lontong,” Ramli cuba menutup kesedihannya.             &lt;br /&gt;  Auntie Li hanya memerhatikan Ramli yang sedang menikmati lontong yang dibawanya itu. Lazimnya, jika dia menghantar makanan, dia pasti akan menemani dan berbual-bual dengan Ramli.             &lt;br /&gt;  Tergerak hati Auntie Li untuk menanyakan tentang hal peribadi Ramli. Tetapi dia masih tidak berani untuk mengajukan soalan itu kerana Ramli sering kelihatan menangis. Auntie Li tidak mahu menambahkan kesedihan Ramli. Auntie Li dapat merasakan bahawa hati Ramli sedang merana. Dia juga dapat merasakan Ramli mempunyai latar belakang yang menyedihkan. Kalau tidak, Ramli tidak akan tinggal seorang diri di rumah sewa yang tidak mempunyai bilik ini.             &lt;br /&gt;  Ramli yang sedang khusyuk menikmat hidangan lontong itu terhenti apabila melihat Auntie Li yang sedang memerhatikannya.         &lt;br /&gt;  “Auntie mahu tahu sejarah hidup saya?” Ramli seperti dapat membaca apa yang terpendam di benak fikiran Auntie Li.          &lt;br /&gt;     “Eh! Lu boleh baca wa punya otak ah? Wah lu baguslah. Manyak pandai,” Auntie Li berseloroh.           &lt;br /&gt;    Dengan hati yang terbuka, Ramli memulakan cerita. Air matanya ditahan daripada mengalir keluar.            &lt;br /&gt;   “Dulu saya ada ibu dan ayah. Mereka baik sekali. Mereka sayang sama saya. Saya cacat sejak saya keluar dari perut ibu. Sewaktu umur saya sepuluh tahun, ibu dan ayah meninggal dunia selepas kemalangan jalan raya. Tinggal saya dan adik saya Rusdi namanya. Selepas itu, kami dua beradik dijaga oleh makcik saya. Waktu itu umur saya baru sepuluh tahun. Lima belas tahun kemudian, adik saya Rusdi berkahwin. Makcik saya tidak mahu jaga saya lagi. Makcik suruh saya ikut adik saya Rusdi. Saya pun duduk dengan Rusdi di rumahnya sendiri. Auntie tahu bukan saya tidak boleh bergerak banyak jadi kadang-kala saya perlukan pertolongan mereka. Isteri Rusdi sibuk. Dia tidak ada masa untuk tolong saya. Saya sedar Auntie, saya banyak menyusahkan orang lain. Saya tidak mahu ganggu mereka tapi saya tidak berdaya. Satu hari isteri Rusdi sakit. Isterinya menangis. Saya masuk ke biliknya kerana mahu lihat adik ipar saya. Bila saya masuk sahaja, Rusdi pulang dari kerja. Dia menuduh saya cuba memperkosa isterinya itu,” Ramli terdiam lalu mengimbas kembali peristiwa pahit itu.         &lt;br /&gt;      “Ramli! Apa kau buat dalam bilik aku? Kau cuba kacau bini aku ya?”                “Astaghfirullahhalazim, mengucap Rusdi. Isteri kau sakit. Aku hanya mahu membantu.”                “Ah! Alasan! Saya tahu kau dah lama nakkan isteri aku kan? Kau selalu cuba hendak memperkosanya bukan? Kau ingat aku tak tahu apa yang kau buat di belakang aku?”                Rusdi menendang Ramli.         &lt;br /&gt;      “Lepas itu apa sulah jadi?” Auntie Li mengejutnya dari lamunan.        &lt;br /&gt;       “Selepas itu mereka menghalau saya. Saya tahu adik saya tidak suka dengan saya sejak dari dulu lagi dan dia memang berniat untuk menghalau saya. Isterinya sering berkata kepada Rusdi bahawa dia malu dengan kawan-kawan dan jiran-jiran kerana mempunyai abang ipar yang cacat seperti saya. Dua hari kemudian Uncle Manikam yang dulu tinggal di rumah ini jumpa saya di bawah blok dan bawa saya tinggal bersama saya di sini. Dua tahun kemudian Uncle Manikam balik ke India dan tinggallah saya seorang diri di sini.” Ramli memberhentikan ceritanya.           &lt;br /&gt;    Ramli tidak dapat menahan kesedihannya lagi. Dia kembali termenung.            &lt;br /&gt;   Tanpa disedari, air mata Auntie Li juga turut mengalir. Auntie Li terharu mendengar kisah hidup Ramli yang sungguh menyedihkan itu. Auntie Li tidak tahu bagaimana hendak membantu Ramli. Ramli dianggap seperti anaknya sendiri.          &lt;br /&gt;     “Lu punya adik ada tahu lu tinggal di sini?Lu tak ada telefon lu punya adik?” Auntie Li bersuara lagi.       &lt;br /&gt;      “Saya ada telefon Rusdi apabila saya berpindah ke sini. Rusdi tahu saya tinggal di sini. Tapi saya sudah tidak mahu menyusahkan hidup mereka lagi,” Ramli menjelaskan lalu teringatkan kembali perbualan telefonya bersama Rusdi pada suatu hari.     &lt;br /&gt;          “Rusdi, Abang Ramli ni,”      &lt;br /&gt;         “Nak apa lagi?”                “Abang Cuma nak cakap abang sekarang tinggal di Blk 100 Aljunied Road. No telefon Abang 74……”            &lt;br /&gt;   Rusdi memutuskan panggilan itu sebelum Ramli habiskan perbualannya.          &lt;br /&gt;     “Lu ada itu nombor rumah lu punya adikkan?” Auntie Li mengejutnya dari lamunan.                “Ada tapi kenapa Auntie?” Ramli berasa hairan.         &lt;br /&gt;      “Lu tak mau pergi rumah lu punya adik?”       &lt;br /&gt;        “Tidak usahlah Auntie. Saya tidak mahu menyusahkan mereka. Kalau mereka ingatkan saya, mereka akan datang dan mencari saya.”        &lt;br /&gt;       Namun demikian, hati Ramli hanya Tuhan sahaja yang tahu. Teringin sungguh dia bertemu dengan adiknya sendiri dan menyambut hari raya bersama mereka sekeluarga.       &lt;br /&gt;        Selepas bercerita panjang, Auntie Li pun meminta diri untuk pulang ke rumah. Ramli menadah tangannya lalu mengadu kepada Tuhan.              &lt;br /&gt; “Ya Allah ya Tuhanku. Kepadamu aku sembah dan kepadamu aku pohon pertolongan dan kemaafan. Ya Allah. Ampunkan segala dosa-dosa yang telah aku lakukan terhadapmu dan terhadap umat-umat mu Ya Allah. Ya Allah Terangkanlah hatiku, terangkanlah hati adikku Rusdi. Ya Allah ampunkah dosa adikku Rusdi. Selamatkanlah dia dari hinaan dunia dan siksaan api neraka. Ya Allah. Jika ujian yang engkau berikan kepadaku ini adalah untuk menguji keimanan ku terhadapmu, aku terima dengan hati terbuka. Tetapi Ya Allah, aku memohon kepadamu. Aku teringin untuk menyambut bulan yang mulia ini bersama sanak saudaraku. Ya Allah, bukakanlah hati keluargaku untuk menerima ku walaupun sehari. Aku redha dengan ketentuanmu. Aku terima kecacatan yang menimpa diriku. Aku terima Qadha dan Qadarmu Ya Allah. Kini hanya satu yang kupohonkan dari mu Ya Allah. Temukanlahku dengan adikku. Izinkanlah aku menyambut bulan syawal yang mulia ini untuk sekali ini sahaja…….,” Ramli terhenti dari doanya.             &lt;br /&gt;  Ramli tidak mampu untuk menyambung doanya lagi. Ramli semakin lemah. Badannya direbahkan ke atas tilam buruknya itu. Matanya dibanjiri tangisan air mata. Ramli menutup matanya.              &lt;br /&gt; Dengan kuasa Allah Swt yang mendengar segala rintihan umatnya, Auntie Li dan anak-anaknya muncul di depan pintu. Melihat Ramli yang sedang tidur, anak-anak Auntie Li mengangkat Ramli ke atas kerusi rodanya lalu membawanya ke dalam kereta anak Sulung Auntie Li. Ramli sudah terlalu lemah untuk membuka matanya. Sehari suntuk dia tidak tidur. Auntie Li memberi alamat rumah Rusdi yang telah diambilnya dari diari Ramli. Mereka pun bergegas ke rumah Rusdi di Tampines.           &lt;br /&gt;    Sesampainya mereka ke rumah Rusdi, Auntie Li mengetuk pagarnya yang sudah dibuka luas. Ramai tetamu yang sedang bertandang di rumah Rusdi. Beberapa minit kemudian Rusdi muncul di muka pintu. Rusdi rebah ke lantai apabila melihat abangnya yang sudah lama tidak ditemuinya.             &lt;br /&gt;  “Ini lu punya abang mau jumpa sama lu. Kalau lu tak mau simpan sama dia, lu cakap sama wa. Nanti wa punya anak-anak angkat dia balik rumah wa,” Auntie Li berkata dengan tegas.                Ramli masih memejamkan matanya manakala Rusdi meraung di kaki abangnya meminta maaf.&lt;br /&gt;Sumber referency: myluvislam.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-8782963295016325313?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/8782963295016325313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2008/10/sungguh-syawal-yang-istimewa.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/8782963295016325313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/8782963295016325313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2008/10/sungguh-syawal-yang-istimewa.html' title='Sungguh Syawal Yang Istimewa....'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-4039743567471888136</id><published>2008-08-26T22:16:00.000+07:00</published><updated>2008-10-15T18:12:02.529+07:00</updated><title type='text'>Puasa Menahan Diri Demi Menggapai Ridho Illahi</title><content type='html'>&lt;p style="COLOR: rgb(51,51,255)"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;em&gt;Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu beliau berkata: bahwasanya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman, “Semua amal anak Adam adalah baginya kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa itu bagi-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai, apabila kamu sedang puasa jangan berkata jorok, jangan berteriak-teriak dan jangan berbuat bodoh. Apabila ada seseorang yang mencacinya atau memeranginya maka katakanlah ‘Sesungguhnya aku sedang puasa’ sebanyak dua kali. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang sedang puasa itu lebih harum di sisi Alloh pada hari kiamat daripada bau minyak kasturi. Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan yang dia bergembira dengannya: ketika berbuka dia bergembira dengan bukanya dan ketika berjumpa Robbnya dia bergembira dengan puasanya.”&lt;/em&gt; (Muttafaq ‘alaih)&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;strong&gt;Pengantar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;Saudaraku, semoga Alloh merahmatimu, syariat Islam yang mulia ini telah memberikan kelapangan dan kemudahan bagi ummat manusia. Tidaklah Alloh membebankan suatu kewajiban kepada seseorang melainkan dengan memperhatikan kemampuannya. Alloh Ta’ala berfirman, &lt;em&gt;“Tidaklah Alloh membebankan kepada seseorang kecuali menurut kemampuannya.”&lt;/em&gt; (QS. Al Baqoroh: 286)&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span id="more-314"&gt;&lt;/span&gt;Demikian pula ibadah puasa yang disyari’atkan kepada kita. Apabila seseorang justru dikhawatirkan tertimpa bahaya dengan melakukan puasa maka dia diperbolehkan bahkan lebih utama untuk tidak berpuasa ketika itu, seperti orang yang sedang sakit dan bepergian jauh. Alloh Ta’ala berfirman, &lt;em&gt;“Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Alloh menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”&lt;/em&gt; (QS. Al Baqoroh: 185)&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;Syaikh Abdurrohman bin Naashir As Sa’di &lt;em&gt;rohimahulloh&lt;/em&gt; mengatakan dalam kitab tafsirnya, &lt;em&gt;“Alloh Ta’ala menghendaki memberikan kemudahan kepada kalian untuk menempuh jalan-jalan yang menyampaikan kepada keridhoan-Nya dengan semudah mungkin, dan mempermudah jalan-jalan itu dengan sepenuh kemudahan. Karena itulah semua perkara yang diperintahkan Alloh kepada hamba-Nya pada asalnya merupakan sesuatu yang sangat mudah.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Taisir karimirrohman&lt;/em&gt;, hal. 86).&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;strong&gt;Pentingnya Mempelajari Tata Cara Puasa&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;Puasa merupakan salah satu rukun Islam. Rosululloh &lt;em&gt;shollallohu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;em&gt;“Islam dibangun di atas lima perkara, persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Alloh dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh, menegakkan sholat, menunaikan zakat, berhaji dan puasa Romadhon.”&lt;/em&gt; (Muttafaq ‘alaihi)&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;Umat Islam telah bersepakat tentang wajibnya puasa Romadhon dan merupakan salah satu rukun Islam yang dapat diketahui dengan pasti merupakan bagian dari agama. Barangsiapa yang mengingkari tentang wajibnya puasa Romadhon maka dia kafir, keluar dari Islam (lihat &lt;em&gt;Al Wajiz&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;Oleh karenanya setiap muslim hendaknya mempelajari ilmu yang terkait dengan pelaksanaan ibadah yang agung ini. Karena ilmu itu lebih didahulukan daripada ucapan dan perbuatan, sebagaimana yang dikatakan oleh Al Imam Al Bukhori di dalam kitab Shohihnya. Beliau berdalil dengan firman Alloh Ta’ala yang artinya, &lt;em&gt;“Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tiada yang berhak disembah dengan benar kecuali Alloh dan mintalah ampunan terhadap dosamu.”&lt;/em&gt; (QS. Muhammad: 19)&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;Syaikh Al ‘Utsaimin &lt;em&gt;rohimahulloh&lt;/em&gt; menjelaskan, &lt;em&gt;“Al Bukhori rohimahulloh berdalil dengan ayat ini untuk menunjukkan kewajiban memulai dengan ilmu sebelum berucap dan berbuat, ini merupakan dalil atsari (berdasarkan penukilan -pent) yang menunjukkan seorang insan mengetahui terlebih dahulu baru kemudian mengamalkan, di sana juga terdapat dalil ‘aqli nadhari (berdasarkan pemikiran dan perenungan -pent) yang menunjukkan ilmu itu didahulukan sebelum ucapan dan amalan. Yaitu dikarenakan ucapan dan amalan tidak akan menjadi benar dan diterima hingga bersesuaian dengan aturan syari’at, dan seorang insan tidak mungkin mengetahui apakah amalannya itu sesuai dengan syari’at kecuali dengan ilmu…”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Syarah Tsalatsatul Ushul&lt;/em&gt;, hal. 27-28).&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;strong&gt;Puasa Adalah Ibadah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;Ibadah memiliki pengertian yang amat luas dan jelas yaitu, &lt;em&gt;“Segala sesuatu yang dicintai dan diridhoi Alloh, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang nampak maupun yang tersembunyi.”&lt;/em&gt; (lihat perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang dinukil di &lt;em&gt;Fathul Majid&lt;/em&gt;). Dan puasa termasuk di antaranya, puasa adalah amalan yang dicintai Alloh, buktinya Alloh mewajibkan puasa kepada hamba-hamba-Nya. Alloh berfirman yang artinya &lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”&lt;/em&gt; (QS. Al Baqoroh: 183). Dan tidak mungkin Alloh mewajibkan sesuatu kecuali sesuatu itu pasti dicintai dan diridhoi-Nya, meskipun sebagian manusia ada yang merasa tidak suka dengannya. Cobalah perhatikan ketika Alloh mewajibkan kaum muslimin untuk berperang. Alloh berfirman yang artinya, &lt;em&gt;“Telah diwajibkan kepada kalian berperang padahal itu kalian benci, bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal sebenarnya itu baik bagi kalian, dan bisa jadi kalian menyukai sesuatu padahal sebenarnya itu buruk bagi kalian. Alloh lah yang lebih tahu dan kalian tidak mengetahui.”&lt;/em&gt; (QS. Al Baqoroh: 216). Dan dalam menentukan apakah sesuatu amalan itu termasuk ibadah atau bukan bukanlah akal yang menentukan, akan tetapi firman Alloh dan sabda Rosul-Nya. Sebagaimana kaidah yang sudah amat masyhur di kalangan ulama’ bahwa hukum asal ibadah (ritual) itu terlarang/haram sampai tegak dalil yang mensyari’atkannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;strong&gt;Ibadah Hanya untuk Alloh&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;Apabila kita telah mengetahui bahwa puasa adalah ibadah maka ketahuilah saudaraku bahwasanya ibadah itu hanya boleh ditujukan kepada Alloh, karena barangsiapa yang memalingkan ibadah kepada selain Alloh dia telah terjerumus dalam kesyirikan dan kekafiran. Sebagaimana sholat akan menjadi batal dan rusak apabila pelakunya terkena hadats, maka demikian pula ibadah akan menjadi batal dan rusak apabila tercampuri kesyirikan. Sebagaimana sholat tidak sah tanpa thoharoh maka demikian pula ibadah tidak akan sah tanpa tauhid. (lihat &lt;em&gt;Al Qowa’idul Arba’&lt;/em&gt; karya Asy Syaikh Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab &lt;em&gt;rohimahulloh&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;Alloh Ta’ala berfirman yang artinya, &lt;em&gt;“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Alloh maka janganlah kamu menyeru disamping Alloh sesuatupun.”&lt;/em&gt; (QS. Al Jin: 18). Syaikh Al ‘Utsaimin &lt;em&gt;rohimahulloh&lt;/em&gt; menerangkan, &lt;em&gt;“Alloh Ta’ala melarang seorang insan menyeru/beribadah disamping Alloh sesuatupun, dan Alloh tidaklah melarang dari sesuatu kecuali karena Dia Yang Maha suci lagi Maha tinggi tidak meridhoinya. Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman yang artinya, “Jika kamu kufur sesungguhnya Alloh tidak membutuhkan kamu, dan Alloh tidak ridho kekafiran bagi hamba-Nya dan jika kamu bersyukur niscaya Dia ridho kepadamu.”&lt;/em&gt; (QS. Az Zumar: 7) … dan apabila ternyata Alloh tidak meridhoi kekufuran dan kesyirikan maka sudah menjadi kewajiban bagi setiap mukmin untuk tidak ridho dengan keduanya, karena seorang mukmin itu keridhoan dan kemarahannya mengikuti keridhoan dan kemurkaan Alloh, sehingga dia akan marah terhadap sesuatu yang dimurkai Alloh dan akan ridho terhadap sesuatu yang diridhoi Alloh ‘Azza wa Jalla, maka demikian pula apabila Alloh tidak meridhoi kekufuran dan kesyirikan maka tidak semestinya seorang mukmin justru ridho terhadap keduanya.” (&lt;em&gt;Syarah Tsalatsatul Ushul&lt;/em&gt; hal. 33-34).&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;Maka cobalah kita renungkan keadaan kaum muslimin sekarang ini yang sebagian di antara mereka (semoga kita tidak termasuk di dalamnya) bergelimang kesyirikan sementara mereka tidak menyadarinya bahkan membela dan melestarikannya dengan mengatasnamakan tradisi. Bagaimana bisa mereka melalaikan masalah besar ini ?! Apalah artinya mereka berpuasa menahan lapar dan dahaga jika kesyirikan masih melekat dalam hati, ucapan dan amalan mereka. Tidakkah mereka ingat firman Alloh Ta’ala yang artinya, &lt;em&gt;“Sungguh telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan kepada orang-orang sebelummu, ‘Sungguh jika kamu berbuat syirik niscaya lenyaplah seluruh amalmu dan benar-benar kamu akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.”&lt;/em&gt; (QS. Az Zumar: 65). Maka marilah kita pelajari tauhid lebih serius lagi, jangan-jangan kita terjerumus dalam syirik dalam keadaan tidak menyadari. Bagaimana mungkin seseorang bisa berkata &lt;em&gt;‘Saya bersih dari syirik’&lt;/em&gt; sementara pengertian dan macam-macamnya pun dia tidak mengenalnya. Tetapi siapakah gerangan yang mau memperhatikannya ??&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;strong&gt;Syarat Diterimanya Ibadah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;Suatu amalan akan diterima di sisi Alloh apabila memenuhi dua syarat: ikhlash dan showab/benar. Alloh Ta’ala berfirman yang artinya, &lt;em&gt;“Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Robbnya maka hendaklah Dia mengerjakan amal sholih dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dalam beribadah kepada Robbnya.”&lt;/em&gt; (QS. Al Kahfi: 110). Al Imam Ibnu Katsir &lt;em&gt;rohimahulloh&lt;/em&gt; mengatakan di dalam kitab &lt;em&gt;Tafsir&lt;/em&gt;-nya, &lt;em&gt;“Dan dua hal inilah rukun amalan yang diterima; harus didasari keikhlashan kepada Alloh serta showab/benar yaitu sesuai dengan syari’at Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim&lt;/em&gt; juz V hal. 154).&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;Barangsiapa yang niatnya tidak ikhlash karena Alloh maka ibadahnya tidak diterima, Nabi &lt;em&gt;shollallohu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, &lt;em&gt;“Alloh berfirman yang artinya, ‘Aku adalah Dzat yang tidak membutuhkan sekutu, barangsiapa mengerjakan suatu amal yang dicampuri kesyirikan kepada-Ku maka Aku tinggalkan dia beserta kesyirikannya itu.’”&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;Barangsiapa yang beramal tidak sesuai tuntunan Nabi maka ibadahnya tidak diterima, Nabi &lt;em&gt;shollallohu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, &lt;em&gt;“Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami maka tertolak.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim). Jadi kedua syarat ini harus terpenuhi, apabila salah satu saja tidak terpenuhi maka ibadah itu tidak akan diterima oleh Alloh.&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;strong&gt;Tujuan Puasa&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin &lt;em&gt;rohimahulloh&lt;/em&gt; mengatakan, &lt;em&gt;“Tujuan dari puasa bukanlah sekedar mengekang tubuh dalam rangka menahan haus dan lapar serta kesulitan, akan tetapi tujuannya adalah menundukkan jiwa dengan meninggalkan sesuatu yang dicintai demi meraih keridhoan Dzat yang dicintai. Adapun perkara dicintai yang ditinggalkan adalah makan, minum dan jima’, inilah nafsu syahwat. Adapun sesuatu yang dicintai yang dicari keridhoan-Nya adalah Alloh ‘Azza wa Jalla. Maka kita harus senantiasa menghadirkan niat ini bahwasanya kita meninggalkan pembatal-pembatal puasa ini demi mencari keridhoan Alloh ‘Azza wa Jalla.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Tsamaniyatu Wa Arba’uuna Su’aalan Fish Shiyaam&lt;/em&gt; hal. 10).&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(102,0,204)"&gt;&lt;strong&gt;Puasa Menghimpun 3 Macam Sabar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="COLOR: rgb(102,0,204)"&gt;Puasa adalah ibadah yang paling utama karena ketiga macam sabar terhimpun di dalamnya, yaitu:&lt;/p&gt;&lt;ol style="COLOR: rgb(102,0,204)"&gt;&lt;li&gt;Sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Alloh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sabar dalam menahan diri dari terjerumus dalam maksiat kepada-Nya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sabar dalam menghadapi takdir Alloh yang terasa menyakitkan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(102,0,204)"&gt;Juga karena Alloh menyandarkan ganjaran puasa kepada Diri-Nya sendiri, Alloh menjanjikan balasan puasa dari sisi-Nya. Puasa merupakan rahasia antara Robb dan hamba-Nya sehingga ia menjadi amanat paling agung yang harus dijaga (lihat &lt;/span&gt;&lt;em style="COLOR: rgb(102,0,204)"&gt;Taisirul ‘Allaam&lt;/em&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(102,0,204)"&gt; juz I hal. 351)&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-4039743567471888136?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/4039743567471888136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2008/08/puasa-menahan-diri-demi-menggapai-ridho.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/4039743567471888136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/4039743567471888136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2008/08/puasa-menahan-diri-demi-menggapai-ridho.html' title='Puasa Menahan Diri Demi Menggapai Ridho Illahi'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-8328044175622275034</id><published>2008-08-02T11:29:00.000+07:00</published><updated>2008-08-02T11:35:08.893+07:00</updated><title type='text'>Kisah Wanita Yang Selalu Berbicara Dengan Bahasa Al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-size:100%;" &gt;Berkata Abdullah bin Mubarak Rahimahullahu Ta'ala :&lt;br /&gt;Saya berangkat menunaikan Haji ke Baitullah Al-Haram, lalu berziarah ke makam Rasulullah sallAllahu 'alayhi wasallam. Ketika saya berada disuatu sudut jalan, tiba-tiba saya melihat sesosok tubuh berpakaian yang dibuat dari bulu. Ia adalah seorang ibu yang sudah tua. Saya berhenti sejenak seraya mengucapkan salam untuknya. Terjadilah dialog dengannya beberapa saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dialog tersebut wanita tua itu , setiap kali menjawab pertanyaan Abdulah bin Mubarak, dijawab dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an. Walaupun jawabannya tidak tepat sekali, akan tetapi cukup memuaskan, karena tidak terlepas dari konteks pertanyaan yang diajukan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah :   "Assalamu'alaikum warahma wabarakaatuh."&lt;br /&gt;Wanita tua :   "Salaamun qoulan min robbi rohiim."  (QS. Yaasin : 58)   (artinya : "Salam sebagai ucapan dari Tuhan Maha Kasih")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah :   "Semoga Allah merahmati anda, mengapa anda berada di tempat ini?"&lt;br /&gt;Wanita tua : "Wa man yudhlilillahu fa la hadiyalahu." (QS : Al-A'raf : 186 ) ("Barang siapa disesatkan Allah, maka tiada petunjuk baginya")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jawaban ini, maka tahulah saya, bahwa ia tersesat jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah :  "Kemana anda hendak pergi?"&lt;br /&gt;Wanita tua : "Subhanalladzi asra bi 'abdihi lailan minal masjidil haraami ilal masjidil aqsa." (QS. Al-Isra' : 1) ("Maha suci Allah yang telah menjalankan hambanya di waktu malam dari masjid haram ke masjid aqsa")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jawaban ini saya jadi mengerti bahwa ia sedang mengerjakan haji dan hendak menuju ke masjidil Aqsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah :   "Sudah berapa lama anda berada di sini?"&lt;br /&gt;Wanita tua :    "Tsalatsa layaalin sawiyya" (QS. Maryam : 10) ("Selama tiga malam dalam keadaan sehat")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah  :   "Apa yang anda makan selama dalam perjalanan?"&lt;br /&gt;Wanita tua  :    "Huwa yut'imuni wa yasqiin." (QS. As-syu'ara' : 79)   ("Dialah pemberi aku makan dan minum")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah  :   "Dengan apa anda melakukan wudhu?"&lt;br /&gt;Wanita tua : "Fa in lam tajidu maa-an fatayammamu sha'idan thoyyiban" (QS. Al-Maidah : 6) ("Bila tidak ada air bertayamum dengan tanah yang bersih")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdulah  :   "Saya mempunyai sedikit makanan, apakah anda mau menikmatinya?"&lt;br /&gt;Wanita tua  :    "Tsumma atimmus shiyaama ilallaiil." (QS. Al-Baqarah : 187)   ("Kemudian sempurnakanlah puasamu sampai malam")&lt;br /&gt;Abdullah :   "Sekarang bukan bulan Ramadhan, mengapa anda berpuasa?"&lt;br /&gt;Wanita tua : "Wa man tathawwa'a khairon fa innallaaha syaakirun 'aliim." (QS. Al-Baqarah : 158) ("Barang siapa melakukan sunnah lebih baik")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah  :   "Bukankah diperbolehkan berbuka ketika musafir?"&lt;br /&gt;Wanita tua : "Wa an tashuumuu khoirun lakum in kuntum ta'lamuun." (QS. Al-Baqarah : 184) ("Dan jika kamu puasa itu lebih utama, jika kamu mengetahui")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah  :     "Mengapa anda tidak menjawab sesuai dengan pertanyaan saya?"&lt;br /&gt;Wanita tua : "Maa yalfidhu min qoulin illa ladaihi roqiibun 'atiid." (QS. Qaf : 18) ("Tiada satu ucapan yang diucapkan, kecuali padanya ada Raqib Atid")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah  :     "Anda termasuk jenis manusia yang manakah, hingga bersikap seperti itu?"&lt;br /&gt;Wanita tua : "Wa la taqfu ma laisa bihi ilmun. Inna sam'a wal bashoro wal fuaada, kullu ulaaika kaana 'anhu mas'ula." (QS. Al-Isra' : 36) ("Jangan kamu ikuti apa yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan dan hati, semua akan dipertanggung jawabkan")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah  :    "Saya telah berbuat salah, maafkan saya."&lt;br /&gt;Wanita tua : "Laa tastriiba 'alaikumul yauum, yaghfirullahu lakum." (QS.Yusuf : 92) ("Pada hari ini tidak ada cercaan untuk kamu, Allah telah mengampuni kamu")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah : "Bolehkah saya mengangkatmu untuk naik ke atas untaku ini untuk melanjutkan perjalanan, karena anda akan menjumpai kafilah yang di depan."&lt;br /&gt;Wanita tua : "Wa maa taf'alu min khoirin ya'lamhullah." (QS Al-Baqoroh : 197) ("Barang siapa mengerjakan suatu kebaikan, Allah mengetahuinya")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu wanita tua ini berpaling dari untaku, sambil berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tua : "Qul lil mu'miniina yaghdudhu min abshoorihim." (QS. An-Nur : 30) ("Katakanlah pada orang-orang mukminin tundukkan pandangan mereka")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya pun memejamkan pandangan saya, sambil mempersilahkan ia mengendarai untaku. Tetapi tiba-tiba terdengar sobekan pakaiannya, karena unta itu terlalu tinggi baginya. Wanita itu berucap lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tua : "Wa maa ashobakum min mushibatin fa bimaa kasabat aidiikum." (QS. Asy-Syura' 30) ("Apa saja yang menimpa kamu disebabkan perbuatanmu sendiri")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah  :  "Sabarlah sebentar, saya akan mengikatnya terlebih dahulu."&lt;br /&gt;Wanita tua  :    "Fa fahhamnaaha sulaiman." (QS. Anbiya' 79)  ("Maka kami telah memberi pemahaman pada nabi Sulaiman")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai mengikat unta itu sayapun mempersilahkan wanita tua itu naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah  :   "Silahkan naik sekarang."&lt;br /&gt;Wanita tua : "Subhaanalladzi sakhkhoro lana hadza wa ma kunna lahu muqriniin, wa inna ila robbinaa munqolibuun." (QS. Az-Zukhruf : 13-14) ("Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini pada kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami akan kembali pada tuhan kami")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayapun segera memegang tali unta itu dan melarikannya dengan sangat kencang. Wanita tua itu berkata lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tua  :    "Waqshid fi masyika waghdud min shoutik" (QS. Lukman : 19)  ("Sederhanakan jalanmu dan lunakkanlah suaramu")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu jalannya unta itu saya perlambat, sambil mendendangkan beberapa syair,  Wanita tua itu berucap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tua :    "Faqraa-u maa tayassara minal qur'aan"  (QS. Al- Muzammil : 20) ("Bacalah apa-apa yang mudah dari Al-Qur'an")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah  :  "Sungguh anda telah diberi kebaikan yang banyak."&lt;br /&gt;Wanita tua : "Wa maa yadzdzakkaru illa uulul albaab." (QS Al-Baqoroh : 269) ("Dan tidaklah mengingat Allah itu kecuali orang yang berilmu")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan itu saya bertanya kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah  :  "Apakah anda mempunyai suami?"&lt;br /&gt;Wanita tua : "Laa tas-alu 'an asy ya-a in tubda lakum tasu'kum" (QS. Al-Maidah : 101) ("Jangan kamu menanyakan sesuatu, jika itu akan menyusahkanmu")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berjumpa dengan kafilah di depan kami, saya bertanya kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah :   "Adakah orang anda berada dalam kafilah itu?"&lt;br /&gt;Wanita tua : "Al-maalu wal banuuna zinatul hayatid dunya." (QS. Al-Kahfi : 46) ("Adapun harta dan anak-anak adalah perhiasan hidup di dunia")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saya mengerti bahwa ia juga mempunyai anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah  :  "Bagaimana keadaan mereka dalam perjalanan ini?"&lt;br /&gt;Wanita tua : "Wa alaamatin wabin najmi hum yahtaduun" (QS. An-Nahl : 16) ("Dengan tanda bintang-bintang mereka mengetahui petunjuk")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jawaban ini dapat saya fahami bahwa mereka datang mengerjakan ibadah haji mengikuti beberapa petunjuk. Kemudian bersama wanita tua ini saya menuju perkemahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah  :    "Adakah orang yang akan kenal atau keluarga dalam kemah ini?"  &lt;br /&gt;Wanita tua : "Wattakhodzallahu ibrohima khalilan" (QS. An-Nisa' : 125) ("Kami jadikan ibrahim itu sebagai yang dikasihi") "Wakallamahu musa takliima" (QS. An-Nisa' : 146) ("Dan Allah berkata-kata kepada Musa") "Ya yahya khudil kitaaba biquwwah" (QS. Maryam : 12) ("Wahai Yahya pelajarilah alkitab itu sungguh-sungguh")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya memanggil nama-nama, ya Ibrahim, ya Musa, ya Yahya, maka keluarlah anak-anak muda yang bernama tersebut. Wajah mereka tampan dan ceria, seperti bulan yang baru muncul. Setelah tiga anak ini datang dan duduk dengan tenang maka berkatalah wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tua : "Fab'atsu ahadaku bi warikikum hadzihi ilal madiinati falyandzur ayyuha azkaa tho'aaman fal ya'tikum bi rizkin minhu." (QS. Al-Kahfi : 19) ("Maka suruhlah salah seorang dari kamu pergi ke kota dengan membawa uang perak ini, dan carilah makanan yang lebih baik agar ia membawa makanan itu untukmu")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka salah seorang dari tiga anak ini pergi untuk membeli makanan, lalu menghidangkan di hadapanku, lalu perempuan tua itu berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tua : "Kuluu wasyrobuu hanii'an bima aslaftum fil ayyamil kholiyah" (QS. Al-Haqqah : 24) ("Makan dan minumlah kamu dengan sedap, sebab amal-amal yang telah kamu kerjakan di hari-hari yang telah lalu")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah : "Makanlah kalian semuanya makanan ini. Aku belum akan memakannya sebelum kalian mengatakan padaku siapakah perempuan ini sebenarnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga anak muda ini secara serempak berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beliau adalah orang tua kami. Selama empat puluh tahun beliau hanya berbicara mempergunakan ayat-ayat Al-Qur'an, hanya karena khawatir salah bicara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha suci zat yang maha kuasa terhadap sesuatu yang dikehendakinya. Akhirnya saya pun berucap :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fadhluhu yu'tihi man yasyaa' Wallaahu dzul fadhlil adhiim." (QS. Al-Hadid : 21) ("Karunia Allah yang diberikan kepada orang yang dikehendakinya, Allah adalah pemberi karunia yang besar")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;[Disarikan oleh: DHB Wicaksono, dari kitab Misi Suci Para Sufi, Sayyid Abubakar bin Muhammad Syatha, hal. 161-168] dari Situs Al-Muhajir&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-8328044175622275034?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/8328044175622275034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2008/08/kisah-wanita-yang-selalu-berbicara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/8328044175622275034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/8328044175622275034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2008/08/kisah-wanita-yang-selalu-berbicara.html' title='Kisah Wanita Yang Selalu Berbicara Dengan Bahasa Al-Qur&apos;an'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-1566841906256404389</id><published>2008-08-02T11:24:00.001+07:00</published><updated>2008-08-02T11:26:17.635+07:00</updated><title type='text'>Agar perjalanan anda penuh makna</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Melakukan          perjalanan mungkin sudah menjadi kebiasaan sebagian besar di antara kita.          Mulai dari berjalan ke sekolah, kampus, pasar, sekedar berjalan kaki ke          warnet bahkan hingga safar ke luar kota. Selama perjalanan tersebut          tentunya membutuhkan waktu. Namun pernahkah terpikir oleh kita untuk          memanfaatkan waktu selama perjalanan tersebut dengan amalan-amalan yang          akan mendatangkan manfaat bagi kita? Semoga tulisan berikut ini dapat          menjadi tambahan ilmu bagi kita semua untuk memanfaatkan waktu          perjalanan agar semakin bermakna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;       &lt;strong&gt;Perbanyak Berzikir&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Berzikir adalah ibadah          yang sangat mudah. Bisa dilakukan kapan pun dan tanpa mengeluarkan          banyak biaya. Namun Alloh menjanjikan ganjaran yang sangat besar bagi          orang yang lisannya selalu basah dengan zikir. Apapun kendaraan yang          kita gunakan, serta selama apapun kita melakukan perjalanan, berzikir          dapat kita lakukan setiap saat. Ketika sedang memegang setang motor atau          memegang kemudi roda empat. Ketika berjalan cepat di jalan tol atau          kondisi kendaraan kita terjebak macet. Ketika hendak pergi ke kampus          atau ketika mudik lebaran ke pulau seberang. Alloh ‘Azza wa Jalla          berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;يَآأَيُّهَا&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;          الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيرًا . وَسَبِّحُوهُ          بُكْرَةً وَأَصِيلاً &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Hai orang-orang          yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh, zikir yang          sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.”          (QS Al Ahzab: 41, 42)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;أَلا&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;َ          بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Ingatlah, hanya          dengan mengingati Alloh-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar Ra’d: 28)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Dari Abdulloh bin Basr          rodhiallohu ‘anhu ia berkata, “Seorang laki-laki pernah berkata kepada          Rosululloh, “Wahai Rosululloh, sesungguhnya syariat Islam itu banyak          maka beri tahukan kepadaku sesuatu yang dapat aku jadikan pegangan!”.          Maka Rosul menjawab,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;لا&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;          يزال لسانك رطبا من ذكر الله&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Hendaklah lisanmu          senantiasa basah dengan berzikir pada Alloh.” (HR Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Adapun lafal zikir yang          dapat kita baca saat perjalanan sangat banyak sekali. Kita dapat membaca          tasbih (&lt;em&gt;Subhanalloh&lt;/em&gt;), tahmid (Alhamdulillah), Takbir (&lt;em&gt;Allohu          Akbar&lt;/em&gt;), Tahlil (&lt;em&gt;Laa ilaha illalloh&lt;/em&gt;) ataupun lafal-lafal          lainnya yang telah dicontohkan oleh Rosulloh shalallahu ‘alaihi wa          sallam. Sebagaimana sabda Rosul shalallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;كلمتان&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;          خفيفتان على اللسان, ثقيلتان في المزان, حبيبتان الى الرحمان: سبحان الله و          بحمده سبحان الله العظيم&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Dua buah kalimat          yang ringan di lisan, berat dalam timbangan (mizan) dan dicintai oleh Ar          Rohman: Subhanalloh wa bihamdih, Subhanallohil ‘azhiim.” (HR Bukhori          Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Demikian pula, kita          dapat mengucapkan lafal-lafal lainnya seperti ucapan istigfar (Astaghfirulloh)          sebagaimana Rosululloh menyebutkan bahwa beliau beristigfar lebih dari          70 kali setiap harinya. Seorang salaf pernah berkata, “Perbanyaklah          istigfar di rumah kalian, di depan hidangan kalian, di jalan, di pasar          dan dalam majelis-majelis kalian dan di mana saja kalian berada! Karena          kalian tidak tahu kapan turunnya ampunan!!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Kita juga dapat          membaca sholawat Nabi yang berasal dari dalil yang shohih sebagaimana          sabda beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya, &lt;em&gt;         “Janganlah engkau jadikan kuburanku sebagai tempat          perayaan dan bersholawatlah untukku karena sesungguhnya sholawat yang          engkau ucapkan akan sampai kepadaku di mana saja engkau berada.” (HR Abu          Daud dan Ahmad)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Mengulang          Hafalan Al Quran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Terkadang waktu          perjalanan yang kita lakukan bisa memakan waktu yang cukup lama.          Terlebih lagi jika kita perjalanan yang kita lakukan cukup jauh. Hal          lain yang bisa kita lakukan untuk mengisi waktu tersebut adalah dengan          mengulang-ulang kembali hafalan Al Quran kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Sebagai contoh misalnya,          perjalanan dari rumah ke sekolah, kampus atau kantor bisa memakan waktu          setengah sampai satu jam. Apalagi jika terjebak kemacetan lalu lintas.          Waktu setengah jam dapat kita gunakan untuk mengulang hafalan Al Quran          setengah sampai satu juz.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Sebenarnya bukan hanya          hafalan Al Quran saja yang bisa kita ulang-ulang saat perjalanan. Bagi          Anda yang telah menghafal beberapa hadits Rosul shalallahu ‘alaihi wa          sallam bisa juga mengulangnya selama perjalanan. Mengulang hafalan          hadits Arba’in misalnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Mengulang hafalan ini          sangat bermanfaat bagi kita. Membaca Al Quran merupakan sebuah amal          ibadah dan para salafushalih terdahulu amat semangat dalam membaca Al          Quran, menghafalnya, memahaminya dan mengamalkannya. Maka sudah          sepantasnya kita sebagai orang yang menisbatkan diri pada manhaj salaf          juga turut menghafal Al Quran dengan bersemangat. Namun sangat          disayangkan sekali banyak di antara kita yang belum melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Syaikh Muhammad bin          Shalih Al Utsaimin mengatakan (Kitabul ‘Ilmi hal 43, 44), “Maka          sesungguhnya merupakan kewajiban bagi para penuntut ilmu untuk          bersemangat dalam membaca, menghafal dan memahami Al Quran karena Al          Quran adalah tali Alloh yang sangat kokoh dan fondasi seluruh ilmu          pengetahuan. Dahulu para salaf sangat bersemangat dengan Al Quran. Di          antara mereka ada yang memiliki kemampuan yang sangat mengagumkan          tentang Al Quran. Di antara mereka ada yang telah hafal Al Quran sebelum          berumur 7 tahun. Di antara mereka ada yang menghafal Al Quran hanya          dalam waktu kurang dari 1 bulan. Hal ini membuktikan semangat mereka          atas Al Quran. Maka wajib bagi para penuntut ilmu untuk bersemangat          dalam menghafal Al Quran melalui siapa saja, karena Al Quran diambil          secara &lt;em&gt;talaqqi&lt;/em&gt; (berguru).”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Beliau melanjutkan,          “Sesungguhnya sebuah hal yang sangat disayangkan, sering kita jumpai          sebagian penuntut ilmu tidak memiliki hafalan Al Quran bahkan sebagian          mereka tidak dapat membaca Al Quran dengan baik. Ini merupakan sebuah          cacat yang besar dalam metode menuntut ilmu. Oleh karena itu, Aku          tekankan kembali bahwasanya wajib bagi para penuntut ilmu untuk          bersemangat dalam menghafal Al Quran, beramal dengan Al Quran, berdakwah          kepadanya dan memahaminya dengan pemahaman salafushalih.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Demikianlah perkataan          Syaikh Ibnu Utsaimin, seorang ulama besar di zaman ini tentang wajibnya          seorang penuntut ilmu untuk bersemangat dalam menghafalkan Al Quran.          Namun sangat disayangkan, sebagian aktivis dakwah di zaman ini lebih          sibuk untuk menghafalkan nasyid-nasyid dan mendendangkannya di setiap          tempat. &lt;em&gt;Wallohul musta’an&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;وَلَقَد&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;ْ          يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Dan sesungguhnya          telah Kami mudahkan Al Quran sebagai pelajaran, maka adakah orang yang          mengambil pelajaran?” (QS Al Qomar: 22)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Awas Jangan          Melanggar Rambu Lalu Lintas!!!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Seorang pengendara          tentunya mengetahui bahwa ia haruslah menaati rambu-rambu lalu lintas.          Maka pengendara yang baik adalah pengendara yang menaati rambu-rambu          lalu lintas yang telah ditetapkan untuk kemaslahatan bersama. Sehingga          sudah seharusnya bagi seorang mukmin untuk menaati kesepakatan ini.          Sebagai buktinya bahwa setiap pengendara mesti sudah menyepakati          peraturan lalu lintas adalah surat izin mengemudi (SIM) yang telah dia          dapatkan. Karena menaati peraturan rambu lalu lintas adalah perintah &lt;em&gt;         waliyul amr&lt;/em&gt; yang tidak bertentangan dengan syariat Islam dan wajib          bagi kaum muslimin untuk menaati perintah waliyul amr selama tidak          bertentangan dengan syariat Islam. Alloh ta’ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;يَا&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;          أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ          وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Hai orang-orang          yang beriman, taatilah Alloh dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di          antara kamu.” (QS An Nisa: 59)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Sebagaimana pula sabda          Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;المسلمون&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;          على شروطهم إلا شرطا حرم حلالا, او أحل حراما&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Seorang muslim          wajib menunaikan persyaratan yang telah disepakati kecuali persyaratan          yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.” (HR Tirmidzi,          Ad Daruquthni, Baihaqi dan Ibnu Majah)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Namun sangat          disayangkan sekali, banyak di antara kita yang lalai dari menunaikan          kewajiban ini. Sering kali kita melihat (atau mungkin kita sebagai          pelakunya) orang yang melanggar peraturan lalu lintas yang telah          disepakati bersama. Sering kita menyerobot jalur yang semestinya          digunakan oleh orang lain. Jalur yang seharusnya digunakan untuk          kendaraan yang berbelok ke arah kiri menjadi tertutup, padahal          seharusnya kendaraan tersebut dapat langsung berbelok. Maka hal ini          merupakan salah satu bentuk kezholiman dan Alloh ta’ala telah melarang          hamba-Nya untuk berbuat zholim, Alloh berfirman dalam sebuah hadits          qudsi,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;يا&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;          عبادي إني حرّمت الظلم على نفسي وجعلته محرّما بينكم فلا تظالموا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Wahai hamba-Ku          sesungguhnya Aku mengharamkan kezholiman atas diriku dan Aku jadikan hal          tersebut haram di antara kalian maka janganlah kalian saling berbuat          zholim.” (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Demikian juga kita          dapati banyak sekali para pengendara yang menerobos lampu lalu lintas          ketika sinyal berwarna merah yang menandakan harus berhenti. Jika orang          tersebut berkilah bahwa dia terburu-buru, maka kita katakan bahwa tidak          mustahil orang lain pun memiliki kepentingan yang lebih mendesak          dibandingkan kita. Sering kali terjadinya pelanggaran-pelanggaran          tersebut malah menimbulkan mudhorot yang lebih besar seperti kecelakaan          lalu lintas bahkan tidak jarang menelan korban jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Oleh sebab itu,          hendaknya sebagai seorang pengendara yang baik, kita menaati peraturan          lalu lintas yang telah disepakati bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;المسلمون&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;          على شروطهم إلا شرطا حرم حلالا, او أحل حراما&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Seorang muslim          wajib menunaikan persyaratan yang telah disepakati kecuali persyaratan          yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.” (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Awas, Pandangan          Liar!!!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Selama perjalanan,          banyak hal-hal yang kita lihat. Terlebih lagi jika perjalanan kita          banyak melewati tempat-tempat keramaian seperti pasar dan semacamnya.          Maka pada tempat-tempat seperti itu, panah-panah syaitan mengintai bani          Adam. Syaitan siap melepaskan panah-panahnya namun sasarannya adalah          mata bani Adam. Panah-panah syaitan ini berupa pandangan mata kita          kepada sesuatu yang haram untuk dilihat baik berupa aurat maupun hal          lainnya. Maka orang yang sedang melakukan perjalanan hendaknya mampu          untuk menjaga pandangannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Sangat banyak ayat dan          hadits yang telah menjelaskan tentang wajibnya menjaga pandangan. Di          antaranya firman Alloh ta’ala,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;قُل&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;          لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ          ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Katakanlah kepada          orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya,          dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi          mereka.” (QS An Nuur: 30)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Syaikh Salim bin Ied Al          Hilaly hafizhohulloh berkata (Bahjatun Nadhirin 3/142,143), “Ini adalah          perintah Alloh kepada hamba-hambanya yang beriman agar mereka menjaga          pandangan dari hal yang haram. Maka janganlah mereka melihat kecuali          hal-hal yang diperbolehkan untuk dilihat. Hendaklah mereka memejamkan          mata mereka dari hal-hal yang diharamkan. Jika pada suatu saat pandangan          mereka tertuju pada hal yang haram tanpa sengaja, maka palingkan          pandangannya sesegera mungkin sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadits.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Beliau melanjutkan,          “Diharamkannya &lt;em&gt;An Nadhor&lt;/em&gt; (memandang pada hal yang haram –pent)          karena hal ini menyebabkan rusaknya hati dan menggiring kepada perbuatan          buruk dengan berangan-angan tentang hal tersebut dan berjalan padanya.          Oleh karena itu Alloh memerintahkan untuk menjaga kemaluan sebagaimana          Ia memerintahkan untuk menjaga pandangan yang merupakan sarana untuk          menjaga kemaluan. Ketahuilah wahai saudaraku seiman, bahwa barang siapa          yang menjaga kemaluannya, maka Alloh akan menganugerahkan cahaya pada          mata hatinya. Oleh karena itu Alloh mengatakan, “yang demikian itu          adalah lebih suci bagi mereka”. Banyak di antara para salaf yang          melarang seorang laki-laki untuk memandang amrod (anak kecil yang tampan          dan belum tumbuh janggutnya –pent). Bahkan sebagian ulama          mengharamkannya karena fitnah yang sangat besar.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Demikianlah, jangan          sampai perjalanan kita justru akan membawa mudhorot kepada kita dengan          hilangnya cahaya dari Alloh pada hati kita karena pandangan liar yang          kita lemparkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Seorang yang sholih          pernah berkata, “Barang siapa yang menghidupkan perkara lahirnya dengan          mengikuti sunnah, dan batinnya senantiasa mendekatkan diri pada Alloh,          menjaga pandangannya dari hal yang haram, menjaga jiwanya dari syubhat          dan makan makanan yang halal maka firasatnya tidak akan keliru”. Maka          balasan yang diberikan akan setimpal dengan amal perbuatan yang          dilakukan. Barang siapa menjaga pandangannya dari hal yang haram, maka          Alloh akan memberikan cahaya pada hatinya. (Tazkiyatun Nufus, DR Ahmad          Farid, hal 39)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Selain ayat di          atas yang menegaskan tentang wajibnya kita menjaga pandangan, ada banyak          sekali hadits-hadits dari Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam          tentang hal tersebut. Salah satunya adalah sebuah hadits yang          diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim dari sahabat Abu Hurairoh          bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,          &lt;em&gt;“Telah ditetapkan nasib keturunan Adam tentang zina          yang tidak bisa tidak, mesti dia lakukan: Zina kedua mata dengan melihat,          zina kedua telinga dengan mendengar, zinanya lisan dengan berbicara,          zina kedua tangan dengan memukul, zinanya kaki dengan berjalan, dan hati          dengan bernafsu dan berangan-angan. Maka kemaluanlah yang membenarkan          hal tersebut atau mendustakannya.” (HR Bukhori Muslim)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Syaikh Salim bin ‘Ied          Al Hilal hafizhohulloh mengatakan bahwa dalam hadits ini terdapat          Nasihat Nabawi untuk meninggalkan zina dan hal-hal yang menjadi          muqoddimah (pendahuluan) zina. Sebagaimana firman Alloh ta’ala,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;وَلا&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;َ          تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;em&gt;“Dan          janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu          perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al Isra: 32)&lt;/em&gt;          [Bahjatun Nazhirin 3/144]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Demikianlah, hendaknya          pada saat perjalanan, kita bisa menjaga pandangan kita karena pada saat          inilah banyak orang-orang asing yang kita lihat. Namun hal ini bukan          berarti bahwa kita harus menutup mata selama perjalanan sehingga bahkan          rambu lalu lintas pun tidak kita lihat, bisa kacau urusannya. Namun          hendaklah kita melihat apa yang diperbolehkan kita melihatnya seperti          jalan, pemandangan alam dan lain sebagainya. Kemudian kita menjaga          pandangan kita dari hal-hal yang diharamkan untuk kita lihat baik berupa          gambar-gambar maupun aurat manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Demikianlah,          sedikit tips yang dapat kami berikan untuk mengisi waktu perjalanan kita.          Penyebutan yang kami sebutkan di sini hanyalah sekedar contoh bukan          pembatasan. Masih banyak kegiatan lain yang bermanfaat bagi dunia dan          akhirat kita untuk mengisi waktu perjalanan. Bisa dengan membaca buku          yang bermanfaat seperti kisah para sahabat maupun para ulama. Kita juga          bisa mendengarkan yang bermanfaat seperti mendengarkan bacaan Al Quran          dan lain sebagainya. Atau mungkin juga kita bisa mendoakan orang-orang          yang kita cintai seperti orang tua, teman, keluarga dan lain-lain,          karena salah satu penyebab terkabulnya doa adalah ketika kita dalam          kondisi safar. Semoga yang sedikit ini bisa memberikan manfaat untuk          kita semua. &lt;em&gt;Amiin ya mujibbas saailiin.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Maraji’:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;ol style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;li&gt;           &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Terjemah Hisnul            Muslim&lt;/span&gt;           &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;           &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;em&gt;Tazkiyatun            Nufus&lt;/em&gt;, DR Ahmad Farid, Darul Qolam Beirut&lt;/span&gt;           &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;           &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;em&gt;Bahjatun            Nazhirin Syarhu Riyadhis Shalihiin&lt;/em&gt;, Syaikh            Salim bin ‘Ied Al Hilal, Daar ibnul Jauzi, Kerajaan Saudi Arabia&lt;/span&gt;           &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;           &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;em&gt;Kitabul            ‘Ilmi, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin&lt;/em&gt;,            Daar Ats Tsuraya&lt;/span&gt;         &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-1566841906256404389?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/1566841906256404389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2008/08/agar-perjalanan-anda-penuh-makna_01.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/1566841906256404389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/1566841906256404389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2008/08/agar-perjalanan-anda-penuh-makna_01.html' title='Agar perjalanan anda penuh makna'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-5202869198004530796</id><published>2008-08-02T11:24:00.000+07:00</published><updated>2008-08-02T11:25:44.655+07:00</updated><title type='text'>Agar perjalanan anda penuh makna</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Melakukan          perjalanan mungkin sudah menjadi kebiasaan sebagian besar di antara kita.          Mulai dari berjalan ke sekolah, kampus, pasar, sekedar berjalan kaki ke          warnet bahkan hingga safar ke luar kota. Selama perjalanan tersebut          tentunya membutuhkan waktu. Namun pernahkah terpikir oleh kita untuk          memanfaatkan waktu selama perjalanan tersebut dengan amalan-amalan yang          akan mendatangkan manfaat bagi kita? Semoga tulisan berikut ini dapat          menjadi tambahan ilmu bagi kita semua untuk memanfaatkan waktu          perjalanan agar semakin bermakna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;strong&gt;Perbanyak Berzikir&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Berzikir adalah ibadah          yang sangat mudah. Bisa dilakukan kapan pun dan tanpa mengeluarkan          banyak biaya. Namun Alloh menjanjikan ganjaran yang sangat besar bagi          orang yang lisannya selalu basah dengan zikir. Apapun kendaraan yang          kita gunakan, serta selama apapun kita melakukan perjalanan, berzikir          dapat kita lakukan setiap saat. Ketika sedang memegang setang motor atau          memegang kemudi roda empat. Ketika berjalan cepat di jalan tol atau          kondisi kendaraan kita terjebak macet. Ketika hendak pergi ke kampus          atau ketika mudik lebaran ke pulau seberang. Alloh ‘Azza wa Jalla          berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;يَآأَيُّهَا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;          الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيرًا . وَسَبِّحُوهُ          بُكْرَةً وَأَصِيلاً &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Hai orang-orang          yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh, zikir yang          sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.”          (QS Al Ahzab: 41, 42)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;أَلا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;َ          بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Ingatlah, hanya          dengan mengingati Alloh-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar Ra’d: 28)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Dari Abdulloh bin Basr          rodhiallohu ‘anhu ia berkata, “Seorang laki-laki pernah berkata kepada          Rosululloh, “Wahai Rosululloh, sesungguhnya syariat Islam itu banyak          maka beri tahukan kepadaku sesuatu yang dapat aku jadikan pegangan!”.          Maka Rosul menjawab,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;لا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;          يزال لسانك رطبا من ذكر الله&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Hendaklah lisanmu          senantiasa basah dengan berzikir pada Alloh.” (HR Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Adapun lafal zikir yang          dapat kita baca saat perjalanan sangat banyak sekali. Kita dapat membaca          tasbih (&lt;em&gt;Subhanalloh&lt;/em&gt;), tahmid (Alhamdulillah), Takbir (&lt;em&gt;Allohu          Akbar&lt;/em&gt;), Tahlil (&lt;em&gt;Laa ilaha illalloh&lt;/em&gt;) ataupun lafal-lafal          lainnya yang telah dicontohkan oleh Rosulloh shalallahu ‘alaihi wa          sallam. Sebagaimana sabda Rosul shalallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;كلمتان&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;          خفيفتان على اللسان, ثقيلتان في المزان, حبيبتان الى الرحمان: سبحان الله و          بحمده سبحان الله العظيم&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Dua buah kalimat          yang ringan di lisan, berat dalam timbangan (mizan) dan dicintai oleh Ar          Rohman: Subhanalloh wa bihamdih, Subhanallohil ‘azhiim.” (HR Bukhori          Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Demikian pula, kita          dapat mengucapkan lafal-lafal lainnya seperti ucapan istigfar (Astaghfirulloh)          sebagaimana Rosululloh menyebutkan bahwa beliau beristigfar lebih dari          70 kali setiap harinya. Seorang salaf pernah berkata, “Perbanyaklah          istigfar di rumah kalian, di depan hidangan kalian, di jalan, di pasar          dan dalam majelis-majelis kalian dan di mana saja kalian berada! Karena          kalian tidak tahu kapan turunnya ampunan!!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Kita juga dapat          membaca sholawat Nabi yang berasal dari dalil yang shohih sebagaimana          sabda beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya, &lt;em&gt;         “Janganlah engkau jadikan kuburanku sebagai tempat          perayaan dan bersholawatlah untukku karena sesungguhnya sholawat yang          engkau ucapkan akan sampai kepadaku di mana saja engkau berada.” (HR Abu          Daud dan Ahmad)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Mengulang          Hafalan Al Quran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Terkadang waktu          perjalanan yang kita lakukan bisa memakan waktu yang cukup lama.          Terlebih lagi jika kita perjalanan yang kita lakukan cukup jauh. Hal          lain yang bisa kita lakukan untuk mengisi waktu tersebut adalah dengan          mengulang-ulang kembali hafalan Al Quran kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Sebagai contoh misalnya,          perjalanan dari rumah ke sekolah, kampus atau kantor bisa memakan waktu          setengah sampai satu jam. Apalagi jika terjebak kemacetan lalu lintas.          Waktu setengah jam dapat kita gunakan untuk mengulang hafalan Al Quran          setengah sampai satu juz.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Sebenarnya bukan hanya          hafalan Al Quran saja yang bisa kita ulang-ulang saat perjalanan. Bagi          Anda yang telah menghafal beberapa hadits Rosul shalallahu ‘alaihi wa          sallam bisa juga mengulangnya selama perjalanan. Mengulang hafalan          hadits Arba’in misalnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Mengulang hafalan ini          sangat bermanfaat bagi kita. Membaca Al Quran merupakan sebuah amal          ibadah dan para salafushalih terdahulu amat semangat dalam membaca Al          Quran, menghafalnya, memahaminya dan mengamalkannya. Maka sudah          sepantasnya kita sebagai orang yang menisbatkan diri pada manhaj salaf          juga turut menghafal Al Quran dengan bersemangat. Namun sangat          disayangkan sekali banyak di antara kita yang belum melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Syaikh Muhammad bin          Shalih Al Utsaimin mengatakan (Kitabul ‘Ilmi hal 43, 44), “Maka          sesungguhnya merupakan kewajiban bagi para penuntut ilmu untuk          bersemangat dalam membaca, menghafal dan memahami Al Quran karena Al          Quran adalah tali Alloh yang sangat kokoh dan fondasi seluruh ilmu          pengetahuan. Dahulu para salaf sangat bersemangat dengan Al Quran. Di          antara mereka ada yang memiliki kemampuan yang sangat mengagumkan          tentang Al Quran. Di antara mereka ada yang telah hafal Al Quran sebelum          berumur 7 tahun. Di antara mereka ada yang menghafal Al Quran hanya          dalam waktu kurang dari 1 bulan. Hal ini membuktikan semangat mereka          atas Al Quran. Maka wajib bagi para penuntut ilmu untuk bersemangat          dalam menghafal Al Quran melalui siapa saja, karena Al Quran diambil          secara &lt;em&gt;talaqqi&lt;/em&gt; (berguru).”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Beliau melanjutkan,          “Sesungguhnya sebuah hal yang sangat disayangkan, sering kita jumpai          sebagian penuntut ilmu tidak memiliki hafalan Al Quran bahkan sebagian          mereka tidak dapat membaca Al Quran dengan baik. Ini merupakan sebuah          cacat yang besar dalam metode menuntut ilmu. Oleh karena itu, Aku          tekankan kembali bahwasanya wajib bagi para penuntut ilmu untuk          bersemangat dalam menghafal Al Quran, beramal dengan Al Quran, berdakwah          kepadanya dan memahaminya dengan pemahaman salafushalih.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Demikianlah perkataan          Syaikh Ibnu Utsaimin, seorang ulama besar di zaman ini tentang wajibnya          seorang penuntut ilmu untuk bersemangat dalam menghafalkan Al Quran.          Namun sangat disayangkan, sebagian aktivis dakwah di zaman ini lebih          sibuk untuk menghafalkan nasyid-nasyid dan mendendangkannya di setiap          tempat. &lt;em&gt;Wallohul musta’an&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;وَلَقَد&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;ْ          يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Dan sesungguhnya          telah Kami mudahkan Al Quran sebagai pelajaran, maka adakah orang yang          mengambil pelajaran?” (QS Al Qomar: 22)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Awas Jangan          Melanggar Rambu Lalu Lintas!!!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Seorang pengendara          tentunya mengetahui bahwa ia haruslah menaati rambu-rambu lalu lintas.          Maka pengendara yang baik adalah pengendara yang menaati rambu-rambu          lalu lintas yang telah ditetapkan untuk kemaslahatan bersama. Sehingga          sudah seharusnya bagi seorang mukmin untuk menaati kesepakatan ini.          Sebagai buktinya bahwa setiap pengendara mesti sudah menyepakati          peraturan lalu lintas adalah surat izin mengemudi (SIM) yang telah dia          dapatkan. Karena menaati peraturan rambu lalu lintas adalah perintah &lt;em&gt;         waliyul amr&lt;/em&gt; yang tidak bertentangan dengan syariat Islam dan wajib          bagi kaum muslimin untuk menaati perintah waliyul amr selama tidak          bertentangan dengan syariat Islam. Alloh ta’ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;يَا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;          أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ          وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Hai orang-orang          yang beriman, taatilah Alloh dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di          antara kamu.” (QS An Nisa: 59)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Sebagaimana pula sabda          Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;المسلمون&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;          على شروطهم إلا شرطا حرم حلالا, او أحل حراما&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Seorang muslim          wajib menunaikan persyaratan yang telah disepakati kecuali persyaratan          yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.” (HR Tirmidzi,          Ad Daruquthni, Baihaqi dan Ibnu Majah)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Namun sangat          disayangkan sekali, banyak di antara kita yang lalai dari menunaikan          kewajiban ini. Sering kali kita melihat (atau mungkin kita sebagai          pelakunya) orang yang melanggar peraturan lalu lintas yang telah          disepakati bersama. Sering kita menyerobot jalur yang semestinya          digunakan oleh orang lain. Jalur yang seharusnya digunakan untuk          kendaraan yang berbelok ke arah kiri menjadi tertutup, padahal          seharusnya kendaraan tersebut dapat langsung berbelok. Maka hal ini          merupakan salah satu bentuk kezholiman dan Alloh ta’ala telah melarang          hamba-Nya untuk berbuat zholim, Alloh berfirman dalam sebuah hadits          qudsi,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;يا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;          عبادي إني حرّمت الظلم على نفسي وجعلته محرّما بينكم فلا تظالموا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Wahai hamba-Ku          sesungguhnya Aku mengharamkan kezholiman atas diriku dan Aku jadikan hal          tersebut haram di antara kalian maka janganlah kalian saling berbuat          zholim.” (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Demikian juga kita          dapati banyak sekali para pengendara yang menerobos lampu lalu lintas          ketika sinyal berwarna merah yang menandakan harus berhenti. Jika orang          tersebut berkilah bahwa dia terburu-buru, maka kita katakan bahwa tidak          mustahil orang lain pun memiliki kepentingan yang lebih mendesak          dibandingkan kita. Sering kali terjadinya pelanggaran-pelanggaran          tersebut malah menimbulkan mudhorot yang lebih besar seperti kecelakaan          lalu lintas bahkan tidak jarang menelan korban jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Oleh sebab itu,          hendaknya sebagai seorang pengendara yang baik, kita menaati peraturan          lalu lintas yang telah disepakati bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;المسلمون&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;          على شروطهم إلا شرطا حرم حلالا, او أحل حراما&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Seorang muslim          wajib menunaikan persyaratan yang telah disepakati kecuali persyaratan          yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.” (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Awas, Pandangan          Liar!!!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Selama perjalanan,          banyak hal-hal yang kita lihat. Terlebih lagi jika perjalanan kita          banyak melewati tempat-tempat keramaian seperti pasar dan semacamnya.          Maka pada tempat-tempat seperti itu, panah-panah syaitan mengintai bani          Adam. Syaitan siap melepaskan panah-panahnya namun sasarannya adalah          mata bani Adam. Panah-panah syaitan ini berupa pandangan mata kita          kepada sesuatu yang haram untuk dilihat baik berupa aurat maupun hal          lainnya. Maka orang yang sedang melakukan perjalanan hendaknya mampu          untuk menjaga pandangannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Sangat banyak ayat dan          hadits yang telah menjelaskan tentang wajibnya menjaga pandangan. Di          antaranya firman Alloh ta’ala,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;قُل&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;          لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ          ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Katakanlah kepada          orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya,          dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi          mereka.” (QS An Nuur: 30)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Syaikh Salim bin Ied Al          Hilaly hafizhohulloh berkata (Bahjatun Nadhirin 3/142,143), “Ini adalah          perintah Alloh kepada hamba-hambanya yang beriman agar mereka menjaga          pandangan dari hal yang haram. Maka janganlah mereka melihat kecuali          hal-hal yang diperbolehkan untuk dilihat. Hendaklah mereka memejamkan          mata mereka dari hal-hal yang diharamkan. Jika pada suatu saat pandangan          mereka tertuju pada hal yang haram tanpa sengaja, maka palingkan          pandangannya sesegera mungkin sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadits.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Beliau melanjutkan,          “Diharamkannya &lt;em&gt;An Nadhor&lt;/em&gt; (memandang pada hal yang haram –pent)          karena hal ini menyebabkan rusaknya hati dan menggiring kepada perbuatan          buruk dengan berangan-angan tentang hal tersebut dan berjalan padanya.          Oleh karena itu Alloh memerintahkan untuk menjaga kemaluan sebagaimana          Ia memerintahkan untuk menjaga pandangan yang merupakan sarana untuk          menjaga kemaluan. Ketahuilah wahai saudaraku seiman, bahwa barang siapa          yang menjaga kemaluannya, maka Alloh akan menganugerahkan cahaya pada          mata hatinya. Oleh karena itu Alloh mengatakan, “yang demikian itu          adalah lebih suci bagi mereka”. Banyak di antara para salaf yang          melarang seorang laki-laki untuk memandang amrod (anak kecil yang tampan          dan belum tumbuh janggutnya –pent). Bahkan sebagian ulama          mengharamkannya karena fitnah yang sangat besar.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Demikianlah, jangan          sampai perjalanan kita justru akan membawa mudhorot kepada kita dengan          hilangnya cahaya dari Alloh pada hati kita karena pandangan liar yang          kita lemparkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Seorang yang sholih          pernah berkata, “Barang siapa yang menghidupkan perkara lahirnya dengan          mengikuti sunnah, dan batinnya senantiasa mendekatkan diri pada Alloh,          menjaga pandangannya dari hal yang haram, menjaga jiwanya dari syubhat          dan makan makanan yang halal maka firasatnya tidak akan keliru”. Maka          balasan yang diberikan akan setimpal dengan amal perbuatan yang          dilakukan. Barang siapa menjaga pandangannya dari hal yang haram, maka          Alloh akan memberikan cahaya pada hatinya. (Tazkiyatun Nufus, DR Ahmad          Farid, hal 39)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Selain ayat di          atas yang menegaskan tentang wajibnya kita menjaga pandangan, ada banyak          sekali hadits-hadits dari Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam          tentang hal tersebut. Salah satunya adalah sebuah hadits yang          diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim dari sahabat Abu Hurairoh          bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,          &lt;em&gt;“Telah ditetapkan nasib keturunan Adam tentang zina          yang tidak bisa tidak, mesti dia lakukan: Zina kedua mata dengan melihat,          zina kedua telinga dengan mendengar, zinanya lisan dengan berbicara,          zina kedua tangan dengan memukul, zinanya kaki dengan berjalan, dan hati          dengan bernafsu dan berangan-angan. Maka kemaluanlah yang membenarkan          hal tersebut atau mendustakannya.” (HR Bukhori Muslim)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Syaikh Salim bin ‘Ied          Al Hilal hafizhohulloh mengatakan bahwa dalam hadits ini terdapat          Nasihat Nabawi untuk meninggalkan zina dan hal-hal yang menjadi          muqoddimah (pendahuluan) zina. Sebagaimana firman Alloh ta’ala,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;وَلا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;َ          تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Dan          janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu          perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al Isra: 32)&lt;/em&gt;          [Bahjatun Nazhirin 3/144]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Demikianlah, hendaknya          pada saat perjalanan, kita bisa menjaga pandangan kita karena pada saat          inilah banyak orang-orang asing yang kita lihat. Namun hal ini bukan          berarti bahwa kita harus menutup mata selama perjalanan sehingga bahkan          rambu lalu lintas pun tidak kita lihat, bisa kacau urusannya. Namun          hendaklah kita melihat apa yang diperbolehkan kita melihatnya seperti          jalan, pemandangan alam dan lain sebagainya. Kemudian kita menjaga          pandangan kita dari hal-hal yang diharamkan untuk kita lihat baik berupa          gambar-gambar maupun aurat manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Demikianlah,          sedikit tips yang dapat kami berikan untuk mengisi waktu perjalanan kita.          Penyebutan yang kami sebutkan di sini hanyalah sekedar contoh bukan          pembatasan. Masih banyak kegiatan lain yang bermanfaat bagi dunia dan          akhirat kita untuk mengisi waktu perjalanan. Bisa dengan membaca buku          yang bermanfaat seperti kisah para sahabat maupun para ulama. Kita juga          bisa mendengarkan yang bermanfaat seperti mendengarkan bacaan Al Quran          dan lain sebagainya. Atau mungkin juga kita bisa mendoakan orang-orang          yang kita cintai seperti orang tua, teman, keluarga dan lain-lain,          karena salah satu penyebab terkabulnya doa adalah ketika kita dalam          kondisi safar. Semoga yang sedikit ini bisa memberikan manfaat untuk          kita semua. &lt;em&gt;Amiin ya mujibbas saailiin.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Maraji’:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;ol style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;li&gt;           &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;Terjemah Hisnul            Muslim&lt;/span&gt;           &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;           &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Tazkiyatun            Nufus&lt;/em&gt;, DR Ahmad Farid, Darul Qolam Beirut&lt;/span&gt;           &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;           &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Bahjatun            Nazhirin Syarhu Riyadhis Shalihiin&lt;/em&gt;, Syaikh            Salim bin ‘Ied Al Hilal, Daar ibnul Jauzi, Kerajaan Saudi Arabia&lt;/span&gt;           &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;           &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Kitabul            ‘Ilmi, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin&lt;/em&gt;,            Daar Ats Tsuraya&lt;/span&gt;         &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6105209218567663586-5202869198004530796?l=mustofa-elshirazy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/feeds/5202869198004530796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2008/08/agar-perjalanan-anda-penuh-makna.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/5202869198004530796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6105209218567663586/posts/default/5202869198004530796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mustofa-elshirazy.blogspot.com/2008/08/agar-perjalanan-anda-penuh-makna.html' title='Agar perjalanan anda penuh makna'/><author><name>mustofa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08945765315869763898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_nPPYImfC4BM/SAitOwAX0rI/AAAAAAAAAFM/Cn091ys7gto/S220/Mustofa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6105209218567663586.post-6176860136647075637</id><published>2008-08-02T00:30:00.000+07:00</published><updated>2008-10-15T19:09:37.934+07:00</updated><title type='text'>NASEHAT QUR'ANI</title><content type='html'>&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" downloadurl="http://www.5iantlavalamp.com/"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="State" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;object id="ieooui" classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D"&gt;&lt;/object&gt;&lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt;&lt;br /&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Bookman Old Style";  panose-1:2 5 6 4 5 5 5 2 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter  {margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  tab-stops:center 216.0pt right 432.0pt;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:64.8pt 90.0pt 64.8pt 90.0pt;  mso-header-margin:35.3pt;  mso-footer-margin:35.3pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Bagi mereka yg mencari Mawaddah (kasih), Sakinah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;(ketentraman) dan Rahmah (sayang) dalam Keluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Bismillahirrahmaanirahiim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Al-Qur'an tentang tujuan hidup yang sebenarnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Nasehat ini untuk semuanya ...........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Untuk mereka yang sudah memiliki arah.........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Untuk mereka yang belum memiliki arah.........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Nasehat ini untuk semuanya.......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Semua yang menginginkan kebaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Saudaraku.............&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Nikah itu ibadah.......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Nikah itu suci...........ingat itu......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="font-family:';"&gt;kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="font-family:';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;kecantikan sebagai alasan............&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Karena semua itu akan menyebabkan celaka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Jadikan agama sebagai alasan........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Saudaraku..........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;cinta........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Namun......jika cinta engkau jadikan sebagai landasan, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Jadikanlah " ALLAH " sebagai landasan......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Niscaya engkau akan selamat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Tidak saja dunia, tapi juga akherat.......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Saudaraku...........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam "istanamu"......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan.......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Jika ini kau lakukan " istanamu " tidak akan langgeng.....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Lihatlah manusia ter-agung Muhammad SAW....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Tidak marah ketika harus tidur di depan pintu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Beralaskan sorban, karena sang istri tercintatidak mendengar kedatangannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan tersaji dihadapannya ketika lapar........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Menjahit bajunya yang robek........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Saudaraku.........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam "istanamu "........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Disayang, dimanja dan dilayani suami......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Jika itu engkau lakukan "istanamu" akan menjadi neraka bagimu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Saudaraku............&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu.........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Jangan engkau terlalu menuruti istrimu......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Jika itu engaku lakukan akan celaka....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah.....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Lihatlah bagaimana Allah menegur " Nabi "-mu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Tatkala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;karena menuruti kemauan sang istri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Tegaslah terhadap istrimu.................&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah.......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Jangan biarkan dia dengan kehendaknya........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth...........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;menjadi penentang.....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Istrimu bisa menjadi musuhmu...........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,153)"&gt;
